Posted in 18+, Novel, True Love Stories

We Belong Together Bab 1

we-belong-together

 

 

 

 

 

Keyra dan Dennis telah melewati satu tahun pernikahan dan selama itu pernikahan tidak pernah ada masalah besar yang terjadi di antara mereka. Dennis adalah suami yang luar biasa untuk Keyra dan suaminya itu tidak pernah sekalipun mengecewakannya. Dennis membuatnya seakan berada dalam negeri dongeng.

 

“Aku sudah menyiapkan segalanya di sini,” ujar Keyra saat suaminya keluar dari kamar mandi.

Dennis tersenyum lalu melangkah mendekati Keyra kemudian memeluknya dari belakang. “Aku akan pergi beberapa hari.”

“Yah, kau sudah mengatakan itu pada ku,” sahutnya.

“Aku tidak yakin bisa tidur tanpa mu,” gumam Dennis kemudian menekan ciuman di leher Keyra, membuat tubuhnya meremang.

“Dennis, jangan lakukan itu atau kau akan ketinggalan pesawat,” geramnya lalu berbalik menghadap suaminya.

“Kenapa aku akan ketinggalan pesawat ? Apa kau akan melakukan sesuatu pada ku hingga aku akan ketinggalan pesawan ?” goda Dennis

 

Keyra memutar matanya lalu mendorong Dennis menjauh darinya, dia kembali mempersiapkan segala sesuatu yang akan di bawa suaminya itu. Dennis terkekeh kemudian mengenakan pakaian yang telah Keyra siapkan. Hari ini Dennis akan pergi keluar negeri selama beberapa hari untuk pekerjaan kantornya. Selama Dennis pergi Keyra akan tinggal bersama nyonya Wayne. Biasanya Keyra selalu ikut bersama Dennis jika suaminya itu keluar neger namun kali ini dia tidak ikut karena harus menemani nyonya Wayne. Tuan Wayne meninggal dua bulan yang lalu jadi nyonya Wayne membutuhkan seseorang untuk menemaninya.

 

Setelah selesai menyiapkan segalanya mereka sarapan bersama kemudian Keyra mengantar Dennis kebandara.

“Aku akan menghubungi mu setiap ada kesempatan,” janji Dennis ketika mereka akan berpisah.

Keyra mengangguk, “Ya, aku akan menunggu telepon mu.”

Dennis tersenyum kemudian memeluknya dan mencium bibirnya tanpa mempedulikan orang-orang di sekitarnya. Dennis melepas ciuman mereka kemudian mencium dahi Keyra sebelum akhirnya meninggalkan Keyra di sana. Keyra pergi kerumah nyonya Wayne setelah pesawat Dennis berangkat.

 

***

 

Nyonya Wayne menyambut Keyra dengan senyum ceria. Ini adalah pertama kalinya Keyra melihat nyonya Wayne tersenyum ceria setelah dua bulan kepergian tuan Wayne. Keyra merasa lega akhirnya nyonya Wayne bisa kembali tersenyum ceria seperti biasa.

 

Nyonya Wayne memeluk Keyra kemudian mengajaknya ketaman belakang, tempat di mana nyonya dan tuan Wayne menghabiskan waktu bersama.

“Kau sudah berbicara dengan Dennis ? Ibu sangat ingin menggendong cucu,” ujar nyonya Wayne saat mereka duduk di atas ayunan di taman belakang.

Akhir-akhir ini nonya Wayne selalu menayakan hal itu. Nyonya Wayne sangat ingin memiliki cucu namun Dennis mengatakan tidak mau memiliki anak. Keyra merasa sedih memikirkan semua itu namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa jika Dennis menolak untuk memiliki anak.

Keyra menggenggam tangan nyonya Wayne. “Aku sudah berkali-kali mengatakan pada Dennis, ibu. Tapi jawaban Dennis masih sama dan aku tidak tahu harus mengatakan apa lagi untuk membujuknya. Seperti ibu, aku juga sangat menginginkan seorang anak.”

 

Nyonya Wayne tampak kecewa mendengar jawaban yang Keyra berikan. Keyra mengerti mengapa nyonya Wayne bersikap seperti ini, dia juga begitu menginginkan anak dalam pernikahannya. Dia sudah mencoba berbagai cara untuk membuat Dennis mengijinkannya hamil namun semua cara yang di gunakannya sia-sia. Tapi melihat kekecewaan di wajah nyonya Wayne membuatnya ingin melakukan apa saja demi membuat senyum ceria yang baru saja di lihatnya kembali.

 

Keyra memeluk nyonya Wayne kemudian meletakan kepalanya di bahu wanita itu yang di sambut dengan belaian lembut di punggungnya., “Jika ibu sangat menginginkan cucu aku akan berusaha membujuknya.”

“Bagaimana kau akan melakukannya ?” tanya nyonya Wayne.

“Aku tidak tahu tapi kita pasti menemukan caranya ibu,” sahut Keyra kemudian memejamkan mata menikmati belaian lembut nyonya Wayne di punggungnya.

 

Sebelumnya Keyra tidak tahu bagaimana rasanya memiliki seorang ibu, dia tumbuh dipanti asuhan dan tidak pernah tahu siapa orang tua kandungnya. Tapi kini dia bisa merasakan kasih sayang seorang ibu dari nyonya Wayne. Keluarga Wayne adalah keluarga yang sangat kaya namun keluarga ini menerimanya dengan tangan terbuka meski mereka tahu Keyra tumbuh dipanti asuhan. Keluarga Wayne tidak pernah mempermasalahkan latar belakang Keyra sebelumnya dan nyonya Wayne menyayanginya seperti dia menyayangi Dennis.

 

Dulu Keyra merasa kehidupannya sangat menyedihkan, tapi semua pemikiran itu berubah setelah Dennis masuk dalam kehidupannya. Sekarang Keyra merasa menjadi orang yang paling beruntung di dunia. Keyra tidak menyangka kehidupannya yang menyedihkan menjadi seperti ini. Tidak pernah ada yang tahu apa yang akan terjadi dalam kehidupan ini di masa depan. Keyra berharap kehidupannya saat ini tidak akan pernah berakir.

 

“Kau sudah sarapan ?” tanya nyonya Wayne.

Keyra mengangkat keplanya dari bahu nyonya Wayne lalu mengangguk, “Dennis tidak akan pergi sebelum melihatku makan.”

“Dia menjadi semakin mirip dengan ayahnya,” ujar nyonya Wayne dengan bangga karena putra kesayangannya telah banyak berubah.

Dennis dulu adalah pria brengsek yang selalu mempermainkan para gadis. Dennis selalu bersama gadis yang berbeda setiap hari dan dia tidak pernah peduli dengan bisnis keluagranya. Tapi seiring dengan berjalannya waktu Dennis berubah menjadi pria yang jauh lebih baik.

 

Keyra mengangguk setuju dengan ucapan nyonya Wayne, “Dennis akan menjadi pria yang luar biasa seperti ayah.”

“Dan semua itu berkat kau,” nyonya Wayne memeluk Keyra. “Jika bukan karena kau dia mungkin masih menjadi pria brengsek yang membuat ibu dan ayah harus selalu berurusan dengan semua yang di perbuatnya.”

“Dennis berubah bukan karena aku ibu, dia berubah karena menyadari kesalahan yang di perbuatnya,” bantahnya.

Nyonya Wayne melepaskan pelukannya kemudian mencium dahi Keyra dengan penuh kasih sayang. “Dennis menyadari kesalahannya karena diri mu.”

Keyra tidak mengatakan apapun dia hanya tersenyum lalu memeluk nyonya Wayne. Setelah beberapa menit di taman mereka kemudian masuk kedalam rumah.

 

***

 

Dennis menghubunginya ketika Keyra akan bersiap untuk tidur. Keyra mengatakan semua yang di bicarakannya tadi siang bersama nyonya Wayne, dan seperti biasa Dennis mengalihkan pembicaraan yang membuat Keyra kesal. Tapi Keyra juga tidak bisa memaksa Dennis untuk membicarakan semua itu.

 

“Aneh rasanya malam ini kau tidak bersama ku,” gumam Dennis.

Keyra tersenyum mendengar keluhan suaminya itu. Sejujurnya dia juga merasa aneh malam ini Dennis tidak bersamanya. Keyra sudah terbiasa tidur bersama Dennis dan malam ini dia harus tidur sendiri karena Dennis berada jauh darinya.

“Kau harus segera menyelesaikan pekerjaan mu agar kau bisa segera pulang,” sahut Keyra.

“Aku akan berusaha,” Dennis mendesah, “Aku merindukan mu.”

Senyum di bibir Keyra semakin lebar karena ucapan suaminya. “Aku juga merindukan mu,” balasnya,” Oh ya besok aku akan mengajak ibu keluar, setelah kepergian ayah ibu selalu menghabiskan waktu di rumah.”

“Pergilah, ibu memang butuh keluar untuk menyegarkan pikirannya. Kau bisa mengajaknya keperkebunan, ibu akan merasa lebih baik setelah ketempat itu.”

“Aku memang berencana untuk mengajaknya kesana dan menginap beberapa hari.”

“Kalau begitu istirahatlah.”

“Baiklah, aku mencintai mu.”

“Aku juga mencintai mu,” ujar Dennis kemudian menutup telepon itu.

 

Keyra meletakkan ponselnya di atas nakas kemudian berbaring di atas ranjang. Keyra mencoba untuk tidur namun dia tidak bisa karena memikirkan Dennis. Dia tidak tahu bagaimana cara membuat Dennis agar mengijinkannya hamil. Dennis selalu mengalihkan pembicaraan ketika Keyra meminta Dennis agar memngijinkannya hamil.

Dennis sangat menyukai anak-anak tapi ketika Keyra mengatakan keinginannya untuk memiliki anak suaminya itu selalu mengubah pembicaraan. Keyra akan mencari tahu kenapa Dennis menolak untuk memiliki anak sementara dia sangat menyukai anak-anak. Apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya ?

 

***

 

Keyra dan nyonya Wayne berangkat keperkebunan setelah selesai sarapan. Nyonya Wayne tampak enggan meninggalkan rumah namun Keyra memaksanya untuk pergi. Keyra tidak bisa membiarkan nyonya Wayne terus berduka karena kepergian suami yang sangat di cintainya.

 

Dua bulan ini Keyra melihat nyonya Wayne begitu hancur karena kepergian tuan Wayne. Keyra akan membuat nyonya Wayne kembali seperti beberapa bulang yang lalu sebelum tuan Wayne pergi untuk selamanya. Pemandangan indah di perkebunan akan membuat pikiran nyonya Wayne lebih baik jadi Keyra mengaajaknya ketempat itu.

Dennis mengatakan orang tuanya memiliki banyak kenagan indai di perkebuman itu. Tuan dan nyonya Wayne tumbuh di perkebunan itu dan menikah di sana. Tuan dan nyonya Wayne bersahabat saat masih kecil dan setelah dewasa mereka saling jatuh cinta lalu menikah. Dennis hanya bercerita sedikit tentang kisah cinta orang tuanya namun Keyra yakin tuan dan nyonya Wayne memiliki kisah cinta yang indah, melihat seperti apa hubungan mereka selama ini.

Keyra berharap pernikahannya dan Dennis akan seperti pernikahan tuan dan nyonya Wayne.

 

“Aku sudah berbicara pada Dennis semalam dan seperti biasa dia selalu mengalihkan pembicaraan,” ujar Keyra.

“Ibu sudah menduganya,” gumam nyonya Wayne kecewa.

Keyra menghela nafas, “Dennis sangat menyukai anak-anak tapi kenapa dia menolak memiliki anak ?”

Pertanyaan itu membuat tubuh nyonya Wayne menegang, itu cukup membuat Keyra semakin yakin kalau sesuatu telah terjadi pada Dennis di masa lalu. Nyonya Wayne tampaknya tidak mau mengatakan apa yang terjadi pada Dennis di masa lalu jadi dia memilih untuk tidak bertanya.

“Lupakan saja apa yang ku katakan,” lanjut Keyra kemudian menghela nafas lelah.

 

Keyra lalu menatap pemandangan yang mereka lalui. Keyra ingin melakukan segala hal yang dia bisa untuk menyenagkan nyonya Wayne, tapi untuk yang satu ini sepertinya sangat sulit. Dennis sangat ketat dengan jadwal kunjungannya kedokter untuk melakukan suntikkan kontrasepsi jadi dia tidak yakin bisa melewatkan semua itu.

 

Mereka tiba di perkebunan setelah tiga jam dalam perjalanan. Mereka turun dari mobil dengan membawa tas untuk menginap selama beberapa hari. Mereka kemudian berjalan menuju sebuah rumah besar yang ada di perkebuman itu. Sepasang suami istri yang telah berusia hampir satu abad menyambut mereka di teras rumah mewah itu. Keyra dan nyonya Wayne tersenyum saat melihat sepasang suami istri itu.

“Kakek, nenek,” ujar Keyra kemudian memeluk mereka bergantian.

“Kalian akan menginap ?” tanya lelaki tua itu ketika Keyra memeluknya.

“Tentu saja,” sahut Keyra bersemangat.

Bertemu dengan kakek dan nenek Wayne membuat Keyra melupakan kejadian di mobil tadi. Kakek Wayne tersenyum kemudian mengajak mereka masuk kedalam rumah.

Nenek Wayne memanggil pelayan untuk menujukan kamar mana yang akan mereka tempati. Keyra meminta pada nyonya Wayne agar bisa tidur dengannya selama mereka tinggal di sana dan nyonya Wayne mengijinkannya. Mereka beristirahat terlebih dahulu sebelum berjalan-jalan di perkebunan.

 

***

 

Sore itu Keyra berjalan-jalan di perkebunan bersama kakek Wayne. Nyonya Wayne tidak ikut bersama mereka karena menemani nenek Wayne yang tengah kurang sehat.

Keyra sudah sangat lama tidak datang ketempat itu karena Dennis memiliki begitu banyak pekerjaan. Terakhir mereka ketempat itu beberapa hari sebelum tuan Wayne meninggal.

“Tuan Wayne,” sapa seseorang pria ketika mereka melewati jalan.

Keyra dan kakek Wayne berhenti kemudian menoleh pada seorang pria tampan yang tampak tengah berolahraga. Keyra tidak tahu siapa pria itu, ini adalah pertama kalinya Keyra melihat pria ini di tempat ini.

 

“Hai Ken,” balas kakek Wayne.

Pria itu tersenyum kemudian melangkah mendekati mereka, dia menatap Keyra, “Cucu anda ?”

“Istri cucu ku,” sahut kakek Wayne lalu menolah pada Keyra, “Sayang kenalkan, Kenzo dan Ken ini Keyra.”

“Hai Kenzo,” sapa Keyra.

“Ken saja,” ujarnya.

“Kapan kau tiba Ken ?” tanya kakek Wayne pada pria itu.

“Kemarin, saat tiba kemarin aku bertemu dengan nyonya Wayne,” sahut Ken .

“Hmm… kakek sebaiknya aku kembali kerumah,” sela Keyra.

“Baiklah, kau tahu jalannya,” ujar kakek Wayne.

 

Keyra tersenyum dan mengangguk pada kedua orang itu lalu melangkah meninggalkan mereka. Keyra menikmati pemandangan yang di laluinya menuju rumah, Dennis sudah beberapa kali mengajaknya kesana namun Keyra masih terpesona setiap kali melihat pemandangan indah itu, Keyra merasa nyonya dan tuan Wayne sangat beruntung terlahir dan tumbuh di tempat ini. Dennis lahir di tempat ini namun sayang dia tidak tumbuh di sini. Orang tuanya mengajaknya pindah saat dia berusia dua tahun.

 

Angin berhembus kencang membuat Keyra menggigil kedinginan. Dia memeluk dirinya dan mempercepat langkahnya agar segera tiba di rumah. Udara semakin dingin dan udara sedingin ini bukanlah waktu yang tempat untuk menikmati pemandangan indah tempat itu.

Setelah beberapa menit berjalan Keyra akhirnya tiba di rumah. Ketika akan berjalan menuju teras sebuah mobil sport hitam masuk kedalam gerbang dan berhenti di halaman. Keyra mengerutkan dahi melihat mobil yang tampak tidak asing baginya berhenti beberapa langkah dari tempatnya berdiri. Seseorang membuka pintu mobil lalu keluar dari dalam mobil.

 

Keyra terkejut saat melihat seorang pria tampan dengan kaca mata hitam keluar dari mobil itu. Pria itu benar-benar tampan bahkan dia tampak jauh lebih tampan dari semenjak terakhir kali Keyra melihatnya.

“Apa yang kau lakukan di sini ?” tanyanya.

“Menyusul istri dan ibu ku untuk berliburt, tentu saja, kau pikir untuk apa lagi aku di sini ?” sahut pria itu kemudian melangkah mendekati Keyra.

“Tuan Wayne, kau mengatakan akan pergi beberapa hari dan bahkan hari ini belum termasuk beberapa hari semenjak kau pergi. Apa kau meninggalkan pekerjaan mu lagi Dennis Wayne ?” Keyra menatap suaminya dengan curiga.

Dennis terkekeh lalu menarik Keyra kedalam pelukannya, “Kenapa kau selalu curiga padaku ? Kau tahu di balik ketampanan ku ini aku juga memiliki otak cemerlang.”

Keyera tertawa medengar kepercayaan diri suaminya yang sangat tinggi. Keyra percaya dengan kemampuan Dennis menagani perusahaan. Di masa lalu Dennis adalah pria brengsek yang selalu menghambur-hamburkan harta orang tuanya, tapi ketika bergabung dengan perusahaan ayahnya, Dennis mampu menagani segalanya dan membangkitkan kembali perusahaan yang sudah hampir hancur itu dengan kerja kerasnya sendiri.

 

Dennis tersenyum lalu menununduk dan menempelkan bibirnya di bibir Keyra. Dennis mencium lembut bibir manis Keyra. Keyra melingkarkan tangannya di leher suaminya kemudian memejamkan matanya dan membalas ciuman itu. Ciuman itu begitu lembut dan memabukkan. Keyra yakin tidak ada pria yang memiliki ciuman sedahsyat Dennis. Dia tidak pernah berciuman sebelumnya tapi dia yakin Dennis adalah pria satu-satunya yang memiliki kemampuan mencium terbaik.

Keyra merapatkan tubuhnya hingga tidak ada sedikitpun cela di antara mereka lalu memperdalam ciuman itu. Mereka berciuman dengan rakus hingga suara di belakang Dennis menghentikan mereka.

 

“Kalian tahu di sini banyak pelayan,” ujar suara berat di belakang Dennis.

Mendengar suara itu Keyra menjauh dari Dennis. Wajahnya merona merah karena tertangkap basah berciuman di tempat terbuka.

Dennis menggeram lalu menolah pada kakeknya yang berdiri beberapa langkah dari mereka dengan seorang pria yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.

“Perusak kesenangan. Kakek harus mengerti kalau aku baru saja bertemu dengannya sete….”

“Setelah lebih dari duapuluh empat jam tidak bertemu,” kakek Wayne menyela kemudian menggeleng, “Kalian bahkan belum dua hari berpisah tapi bersikap seolah-olah tidak bertemu selama bertahun-tahun.”

Dennis meringis mendengar ucapan kakeknya lalu menolah pada pria yang berdiri di samping kakeknya.

 

“Oh ya Dennis kenalkan Kenzo. Dia baru beberapa minggu tinggal di sini dan Ken, ini cucu ku Dennis, suami Keyra,” ujar kakek Wayne memperkenalkan mereka.

“Hmm.. hai,” sapa Dennis.

“Aku tidak terlalu suka orang-orang memanggil ku Kenzo jadi tolong panggil Ken saja,” sahut pria itu.

Dennis mengangguk lalu kakek Wayne mengajak mereka masuk kedalam rumah. Kakek Wayen dan Ken berjalan bersama sedangkan Dennis dan Keyra berjalan di belakang mereka, Dennis berjalan di belakang Keyra lalu memeluknya dari belakang.

 

“Aku benar-benar malu,” bisik Keyra yang mungkin di dengar oleh kedua pria di depan mereka.

“Seharusnya kakek yang malu karena menganggu moment romantic kita,” Dennis mengucapkan kata-kata itu dengan keras yang pasti di dengar oleh kakeknya dan Ken.

Keyra mendengus lalu menyikut perut kerasa Dennis. Dennis tertawa lalu mengeratkan pelukkannya di tubuh Keyra.

 

***

 

Mereka makalm malam bersama Ken malam itu. Ken adalah pria yang ramah dan menyenangkan. Ken tinggal di sana sudah lebih dari satu bulan namun dia tidak menetap di sana. Ken datang ketempat itu hanya untuk menyegarkan pikirannya dari pekerjaannya yang melelahkan. Tempat ini memang benar-benar bagus untuk pekerja keras seperti Dennis dan Ken.

 

Setelah selesai makan malam mereka mengajak Ken mengobrol di ruang keluarga. Kakek Wayne duduk bersama Ken di sofa yang ada di sana sementara Dennis, Keyra, nyonya Wayne duduk di atas karpet sambil menonton acara memasak di televise. Sedangkan nenek Wayne beristirahat di kamar karena kurang sehat. Dennis berbaring di atas karpet dan meletakkan kepalanya di pangkuan Keyra. Dennis kini tengah sibuk membaca emal di ponselnya.

 

“Besok aku akan mengajak mu kesuatu tempat,” gumam Dennis tanpa mengalihkan tatapannya dari ponsel di tangannya.

“Kemana ?” tanya Keyra ingin tahu.

“Itu akan menjadi kejutan sayang, dan sebuah kejutan tidak akan lagi menjadi kejutan jika aku mengatakannya,” sahut Dennis yang tampaknya tahu kalau Keyra akan mendesak untuk memberitahu kemana Dennis akan membawanya.

Keyra menatap mertuanya yang duduk di sampingnya mencoba untuk mencaritahu kemana Dennis akan membawanya tapi nyonya Wayne juga tampaknya tidak tahu kemana Dennis akan membawanya.

“Kau tidak sedang merencanakan sesuatu yang jahat terhadapku kan ?” gumamnya.

“Yeah, mungkin aku sedang berecana untuk membunuh mu lalu aku akan bunuh diri dan kisah kita akan berakhir seperti Romeo Juliet tapi dalam versi yang sangat berbeda,” sahut Dennis yang membuatnya mendapatkan pukulan di lengannya. Dennis meringis kesakitan namun Keyra tahu Dennis hanya berpura-pura.

 

Dennis meletakkan ponselnya kemudian menggenggam tangan Keyra kemudian menciumnya dan Dennis meletakan tangan Keyra di dadanya. Yang di lakukan Dennis adalah isyarat untuk Keyra agar tidak bertanya lagi.

“Baiklah,” ujar Keyra lalu kembali fokus pada acara memasak di televise. Dennis tidak akan mau mengatakannya jadi lebih baik dia menyerah dan menunggu kemana suaminya akan mengajaknya besok.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s