Posted in 18+, Novel, True Love Stories

We Belong Together Bab 2

we-belong-together

 

 

 

 

 

Dennis membangunkan Keyra tepat jam dua belas malam, yang membuat Keyra begitu sangat marah karena di paksa bangun pada jam selarut ini namun Dennis tampaknya tidak peduli dengan kemarahannya. Dennis mengambil mantel Keyra di atas sofa dan membantunya mengenakan mantel itu.

“Kau mengatakan akan mengajak ku besok bukan larut malam seperti ini,” gerutu Keyra saat Dennis membantunya mengenakan mantel. Meski kesal Keyra menurut saja saat Dennis mengenakan mantelnya.

“Ini sudah jam dua belas tepat dan tangal yang ada di dalam kalender sudah berganti jadi sekarang sudah bisa di katakan besok,” sahutnya tanpa rasa bersalah karena telah membangunkan Keyra tengah malam seperti ini. Dennis lalu menoleh pada ibunya yang ikut terbangun karena ulahnya, “Kami pergi mom, jika kami tidak kembali sampai tujuh hari kau bisa melapor pada polisi atau menyiapkan makam untuk kami.”

 

Keyra memelototi Dennis yang membuat Dennis terkekeh geli. Dennis mengecup dahinya kemudian mengajaknya keluar dari kamar. Keyra tidur bersama nyonya Wayne malam ini dan Dennis tidak mencegahnya seperti yang selalu di lakukan ketika Keyra ingin tidur bersama nyonya Wayne. Keyra benar-benar bingung melihat sikap tak wajar Dennis.

 

Dennis menggenggam tangannya lalu mengajaknya berjalan menuju sungai yang letaknya beberapa meter dari rumah. Ketika berjalan menyebrangi jambatan Dennis menghentikannya di tengah-tengah jambatan. Dennis tersenyum kemudian merogoh saku mantelnya dan menarik keluar sebuah dasi hitam dari dalam sakunya.

“Untuk apa itu ?” tanya Keyra curiga.

Dennis mengedipkan matanya, “Menutup matamu agar kau tidak bisa melihat apa yang akanku lakukan.”

“Kenapa aku ha…”

“Diamlah sayang, aku tidak akan menyakitimu,” ujarnya memotong ucapan Keyra.

Dennis lalu menutup mata Keyra mengunakan dasi itu. Keyra tidak membantah atau melawan ketika Dennis menutup matanya mengunakan dasi itu. Dennis tidak akan pernah menyakitinya jadi untuk apa dia melawan. Melawan Dennis hanya akan menjadi masalah yang pada akhirnya membuat mereka berdebat.

 

Dennis menggenggam tangan Keyra dan dengan hati-hati dia menuntun Keyra untuk kembali berjalan. Mereka berjalan cukup jauh hingga Keyra merasakan seperti mendaki sebuah bukit. Dia tidak bertanya pada Dennis karena tahu suaminya itu tidak akan mengatakan apapun.

“Kita sudah sampai,” ujar Dennis setelah beberapa saat kemudian.

Keyra merasakan Dennis berdiri di belakangnya kemudian melepaskan dasi yang menutup mata Keyra. Perlahan-lahan Keyra membuka matanya dan melihat sebuah rumah kecil namun indah berdiri di sana.

 

“Rumah siapa itu dan apa maksudnya semua ini ?” tanyanya bingung.

Dennis tersenyum lalu menggenggam tangan Keyra, “Kita harus masuk kedalam rumah itu agar kau menhetahui jawabannya.”

Dennis lalu menariknya berjalan menuju rumah itu. Dennis membuka pintu lalu cahaya redup dari lilin dan kelopak mawar yang bertebar di lantai membanjiri pandangannya. Keyra masih bingung dengan apa yang terjadi hingga dia melangkah masuk kedalam.

 

Ada sebuah ranjang di tengah ruangan dengan kelopak mawar yang telah di atur berbentuk hati dan sebuah tulisan besar yang bertuliskan.

 

‘Selamat ulang tahun nyonya Wayne.’

Keyra menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Oh ya ampun, hari ini adalah ulang tahunya dan dia lupa akan hal itu. Kenapa dia bisa melupakan hari ini ?

Keyra tidak pernah melupakan ulang tahunnya. Dia selalu mengingatnya dan merayakannya seorang diri karena tidak pernah ada orang yang mengingat ulang tahunnya. Dennis adalah orang pertama dan satu-satunya yang mengingat ulang tahunnya.

 

Dennis melangkah dibelakangnya kemudian memeluknya. Dennis lalu menekan ciuman di leher Keyra.

“Selamat ulang tahun sayang, aku harap kau menyukai kejutan ini,” gumam Dennis di telinganya.

Keyra mengerjap dan air mata mengalir di pipinya. Keyra berbalik kemudian memeluk Dennis dan menengelamkan wajanya di dada Dennis. Keyra terisak di dada suaminya.

“Hai apa yang salah ? Kenapa kau menagis ? Apa kau tidak menyukai kejutan ini ?” sura Dennis terdengar cemas.

Keyra menggeleng. “Aku menyukainya, semua ini sempurna.”

“Tapi kenapa kau menagis ?”

Kerya mengangkat wajahnya dan menatap Dennis. “Aku bahagia,” isaknya. “Sebelum hari ini tidak pernah ada yang mengingat ulang tahun ku atau peduli. Kau adalah orang pertama dan aku tidak pernah mengatakan padamu kapan ulang tahun ku.”

Seingat Keyra dia tidak pernah memberitahu Dennis hari ulang tahunnya. Dia selalu menyimpan semua itu untuk dirinya sendiri. Dennis tersenyum lalu mengusap air mata di pipi Keyra.

”Kau memang tidak pernah mengatakannya tapi aku tahu segalanya,” Dennis lalu menyentuh liontin yang selalu Keyra kenakan. “Semua itu tertulis di sini.”

 

Keyra sudah sangat lama mengenakan liontin itu, entah siapa yang telah memakaikan liontin itu di lehernya, yang jelas liontin itu sudah menemaninya dari dia masih bayi. Itu yang di katakan pengurus panti asuhan tempatnya tumbuh. Ketika mereka menemukan dirinya yang masih bayi liontin itu sudah ada di lehernya. Di balik liontin itu terukir nama, tanggal, bulan serta tahun di mana dia dilahirkan. Ada nama lain juga di sana, namun Keyra tak yakin itu nama seseorang. ‘Jo’ adakah seseorang yang memiliki nama seperti itu ?

 

“Hai, apa yang kau pikirkan ?” tanya Dennis ketika Keyra sibuk dengan pikirannya.

Keyra menggeleng. “Aku hanya berpikir tentang liontin ini. Liontin ini sudah bersama denganku dari bayi. Menurut mu siapa yang memakaikan liontin ini padaku ?”

“Mungkin orang tua mu.”

“Tapi kenapa ? Agar mereka bisa dengan mudah menemukanku ? Bahkan hingga saat ini mereka tidak pernah mencari ku. Mereka tidak menginginkanku Dennis jadi itu tidak mungkin mereka,” Keyra selalu menayakan semua itu pada dirinya sendiri, dan dia tidak pernah menemukan jawaban untuk semua pertanyaan itu. Dennis juga terdiam tidak tahu jawaban apa yang akan di berikannya pada Keyra.

Dennis menghela nafas lalu menarik Keyra kedalam pelukannya. “Lupakan tentang semua itu. Ini adalah ulang tahun mu jadi mari kita bersenang-senang.”

 

***

 

Pagi itu, ketika membuka mata Keyra merasa bingung dimana dia berada, tapi lalu dia mengingat kejadian semalam. Kejadian dimana Dennis membangunkannya dengan paksa lalu membawanya ketempat ini.

Keyra merasakan tangan Dennis mengetat di pinggangnya kemudian dia merasakan bibir Dennis di dahinya.

 

“Selamat pagi nyonya Wayne,” ujar Dennis dengan suara serak karena baru bangun.

Keyra mengankat wajahnya dan melihat suaminya tersenyum. “Aku masih bingung.”

“Kenapa kau bingung ?”

“Kau sudah sering mengajak ku ketempat ini, dan terakhir kali kau mengajak ku kesini tidak ada rumah di sini,” akhirnya dia menayakan hal itu.

Dennis tersenyum kemudian mengecup bibir Keyra. “Tentu saja, rumah ini di bangun beberapa minggu yang lalu. Apa sesuati dengan yang kau inginkan ?”

“Sesuai dengan yang ku inginkan ?” Keyra benar-benar tidak mengerti dengan yang di katakan Dennis.

“Yup, pertama kali aku mengajak mu ketempat ini kau mengatakan ingin memiliki sebuah rumah sederhana di atas bukit. Kau mengatakan pernah melihat sebuah rumah seperti itu di dalam sebuah film dan kau ingin memiliki yang seperti itu,” Dennis terdiam tampak ragu ingin mengatakan apa yang ingin dikatakannya, tapi kemudian dia melanjutkan ucapannya. “Aku menonton film itu lalu membuat rumah ini untuk mu.”

 

Keyra terkejut mendengar penjelasan suaminya, tapi lalu dia tertawa terbahak. Film yang di maksud adalah film roman dan Dennis membenci film seperti itu. Keyra pernah mengajaknya menonton film roman dan selama film di putar Dennis tertidur yang membuat Keyra kesal. Ketika Keyra mengajaknya menonton lagi Dennis memberikan berbagai macam alasan agar tidak menonton film seperti itu lagi.

Tapi demi dirinya Dennis Wayne mau menonton film yang di bencinya. Keyra merasa tersanjung sekaligus geli mendengar Dennis menonton film roman. Dia bisa membayangkan betapa bosannya Dennis ketika menonton film itu.

Keyra tidak bisa berhenti tertawa membayangkan Dennis menoton film yang di bencinya. Oh ya ampun, ini benar-benar mengelikan.

 

Dennis memberikan Keyra tatapan tajam yang membuatnya menghentikan tawanya.

“Puas ?” geram Dennis.

Keyra tersenyum lalu mengecup bibir Dennis. “Maaf.”

“Kenapa aku merasa kau tidak menyesal ?”

“Tidak, aku tidak menyesal,” Keyra memberikannya senyum semanis yang dia bisa. “Tapi aku merasa benar-benar tersanjung kau melakukan semua itu untuk diriku. Aku menyukai rumah ini, ini benar-benar sempurna. Terima kasih, sayang.”

Keyra sekali lagi mencium bibir Dennis, dan ketika dia akan menjauh Dennis menahannya lalu memperdalam ciuman itu. Dennis berbalik hingga dia di atas Keyra.

 

Dennis menghisap bibir bawah Keyra dan menggigitnya dengan gigitan ringan. Keyra menyelipkan tangannya di helaian rambut Dennis dan meremasnya lembut. Lidah Dennis menerobos masuk kedalam mulutnya dan mengajak lidah Keyra untuk bermain.

Dennis menggusap lengan Keyra kemudian menyelipkan tangannya kedalam gaun tidur yang di kenakan Keyra. Dennis meremas dadanya dengan lembut, membuat erangan nikmat meluncur dari bibir Keyra.

Dennis meninggalkan bibir Keyra lalu memindahkan ciumannya ke leher Keyra. Dia mencium dan menggigit leher Keyra hingga menimbulkan tanda kemerahan di sana. Ciumannya lalu turun kebelahan dada Keyra. Dennis menarik turun tali gaun Keyra membuat kedua payudaranya terpampang di hadapan Dennis. Keyra tidak pernah mengunakan bra saat tidur karena Dennis tidak menyukainya.

 

Dennis mencium puting Keyra yang sudah mengeras lalu memainkannya dengan lidahnya. “Dennisss…” erangan nikmat itu akhirnya lolos dari mulut Keyra.

Dennis menghisap salah satu puting itu, dan memainkan puting yang lain dengan jemarinya. Keyra merasakan basah di antara pahanya karena perlakuan Dennis kedua putingnya. Setelah puas bermain-main dengan kedua puting itu Dennis menurunkan ciumannya kebawah dan meninggalkan jejak panas di rute yang di laluinya.

 

Dennis lalu menarik lepas gaun Keyra berserta celana dalam yang masih di kenakannya. Keyra sekarang sudah tak mengenakan apapun sementara Dennis masih mengenakan pakaian lengkap.

“Buka pakaian mu,” ujar Keyra.

Dennis bangun kemudian melepas seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya. Dennis sudah begitu keras dan siap untuk memasuki Keyra. Setelah semua pakaiannya terlepas Dennis berlutut di antara kaki Keyra.

Dia membuka lebar paha Keyra, dan melihat Keyra sudah sangat basah dan siap untuknya. Dennis menggenggam kejantanannya dan mengarahkannya memasuki Keyra. Dengan perlahan Dennis meluncur masuk kedalam Keyra, membuatnya terasa penuh di dalam sana. Keyra lalu melingkarkan kakinya dipaha Dennis.

 

“Kau selalu terasa begitu nikmat. Tidak pernah ada wanita yang terasa senikmat dirimu,” geram Dennis lalu mulai bergerak.

Dennis menyingkirkan helaian rambut Keyra yang terbang kewajahanya kemudian mencium bibirnya. Keyra melingkarkkan tangannya di leher Dennis lalu membalas ciuman itu dengan rakus.

 

Dennis melepas ciuman itu kemudian kembali keposisinya. Dia mencengram pinggul Keyra lalu mempercepat gerakannya. Payudara Keyra ikut bergerak setiap kali Dennis bergerak. Pemandangan indah dari payudara Keyra yang bergoyang membuat Dennis semakin bergairah. Dennis melepaskan cengkramannya di pinggang Keyra kemudian meremas salah satu payudara itu, membuat Keyra mengerang.

 

Dennis terus bergerak hingga Keyra merasa puncak kenimatan itu semakin dekat. Merasakan Keyra semakin dekat Dennis mempercepat gerakannya.

“Dennis,” Keyra menjerit menyebut nama Dennis ketika mendapatkan puncuk kenikmatannya. Dennis menekan dirinya lebih dalam lalu menyusul Keyra dan meledak di dalamnya.

 

***

 

“Aku belum memberiakn hadiah mu,” gumam Dennis setelah mereka pulih dari percintaan mereka.

Keyra mengangkat kepalanya dan menatap wajah tampan suaminya. “Hadiah ?”

Dennis mengangguk kemudian mengulurkan tangannya untuk membuka laci di samping tempat tidur. Dennis mengambil sebuah kotak kecil dari dalam laci kemudian menyerahkannya pada Keyra.

 

Keyra mengambil kotak itu lalu membukanya, dan betapa terkejutnya Keyra saat melihat isi kotak itu. Keyra menarik keluar cincin berlian itu dari dalam kotak.

“Dennis, cincin ini sangat indah, dan harganya pasti sangat mahal,” ujar Keyra takjub melihat betapa indahnya cincin berlian yang di berikan Dennis untuknya.

Dennis tersenyum kemudian mengambil cincin itu dari tangan Keyra lalu memakaikan cincin itu di tangan Keyra. Dennis mencium tangan Keyra kemudian meletakannya di dadanya, tepat di atas jantungnya.

“Harga cincin itu tidak sebanding dengan semua yang telah kau berikan untukku. Kau lebih berharga dari segala hal di dunia ini.”

 

Kata-kata Dennis membuat Keyra ingin menagis. Tidak pernah ada seseorang yang menghargainya seperti ini. Karena tumbuh dipanti asuhan orang-orang memandangnya dengan sebelah mata. Orang-orang menjauhinya seperti dia adalah sebuah kesalahan. Tapi Dennis, dia datang pada Keyra dengan segala kesombongan yang di milikinya dan mengubah segala hal dalam hidupnya.

Setetes air mata lalu mengalir di pipi Keyra memikirkan semua penolakan yang di laluinya hingga kehadiran Dennis yang membuatnya merasa menjadi perempuan paling beruntung di dunia.

 

“Jangan menagis,” ujar Dennis lalu mengusap air mata di pipinya.

“Terima kasih, terima kasih telah membuatku menjadi perempuan paling beruntung. Terima kasih telah membuatku merasa di inginkan. Terima kasih telah membuatku merasa begitu beharga. Terima kasi telah membuat ku merasakan cinta ini. Terima kasih untuk segala hal yang telah kau berikan padaku,” gumam Keyra dalam isakan.

Dennis mengusap pipi Keyra dengan sayang lalu mencium dahinya. “Akulah yang seharusnya berterima kasih untuk segalahal itu. Sebelum bertemu denganmu aku adalah seorang pria brengsek yang tidak pernah peduli dengan apapun dan siapapun. Aku hanya memikirkan diriku sendiri dan menyakiti begitu banyak orang di masa lalu. Jika bukan karena mu, aku mungkin masih menjadi pria seperti itu.” sekali lagi Dennis mencium dahinya. “Sekarang mandilah, kita sudah terlalu lama di sini. Ibu akan membunuhku karena terlalu lama membawamu kesini.”

Keyra menghapus air matanya lalu mengangguk. Dia bangun dari ranjang kemudian berlari masuk kedalam kamar mandi.

 

Keyra mandi dengan cepat kemudian mengenakan pakaian yang telah Dennis siapkan di sana. Keyra duduk di atas sofa yang ada di kamar itu sambil menunggu Dennis yang tengah mandi. Dia mengedarkan pandangan keseluruh ruangan, dan ada banyak foto dirinya tergantung di dinding. Beberapa ada yang bersama Dennis dan orang tua Dennis.

Rumah itu hanya memiliki satu ruangan, sebuah kamar mandi dan dapur. Rumah itu benar-benar persis seperti dalam film yang pernah di tontonnya. Rumah itu benar-benar indah, dan menyadari Dennis membuat rumah itu demi dirinya membuat dadanya menghangat.

 

Ini adalah ulang tahun keduanya setelah dia dan Dennis menikah, namun tahun lalu tidak ada kejutan karena tuan Wayne dalam keadaan kritis di rumah sakit. Tapi hari ini, segala sesuatu tentang hari ini begitu berbeda. Keyra biasnya melewatkan tahun demi tahun ulang tahunya seorang diri dengan coklat hangat di sebuah café favoritnya. Tapi sekarang dia bersama Dennis, dan begitu banyak kejutan yang di berikan Dennis padanya hari ini.

 

Keyra berdiri kemudian berjalan melihat foto-foto dirinya yang tergantung di dinding. Sebuah foto yang ada di pojok ruangan menarik perhatian Keyra. Dia melangkah ketempat foto itu berada, dan betapa terkejutnya dia melihat foto dirinya yang di ambil Dennis tiga tahun yang lalu tergantung di sana.

Foto itu di ambil saat dia tengah bekerja di sebuah café. Dennis mengambil foto itu tanpa seijinnya dan ketika Keyra tahu, dia sangat marah pada Dennis. Keyra memaksa Dennis menghapus foto itu tapi Dennis menolak mentah-mentah. Keyra sangat marah padanya saat itu dan untuk kedua kalinya dia menyiram Dennis dengan jus yang membuatnya kehilangan pekerjaannya. Keyra kehilangan pekerjaannya di café itu tapi dengan mudah dia mendapatkan kembali pekerjaan yang membuatnya selalu bertemu dengan Dennis. Tanpa sadar Keyra tersenyum mengingat kejadian tiga tahun yang lalu.

 

“Aku tidak akan pernah memaafkan mu seumur hidupku, itu yang kau katakan padaku saat kau di pecat,” ujar Dennis lalu memeluk Keyra.

“Saat itu aku sangat marah padamu. Kau telah dua kali membuat ku kehilangan pekerjaanku dan dengan cara yang sama.”

“Menyiram ku dengan jus,” suara Dennis terdengar geli ketika mengucapkannya. “Sebelum hari itu aku tidak menyukai jus.”

Keyra terkekeh lalu berbalik menghadapnya. Dia melingkarkan tangannya di leher Dennis lalu berjinjit dan mencium bibir Dennis.

“Jadi karena itu kau menjadi begitu menyukai jus ?” tanyanya.

Dennis tersenyum lalu mengangguk. “Sekarang mari kita kembali kerumah.”

 

***

 

Ketika tiba di rumah, Keyra sangat terkejut dengan yang di lakukan keluarga Wayne dan para pekerja dan pelayan. Mereka semua berkumpul di taman dan memberikan pesta kejutan untuknya. Keyra lagi-lagi menitihkan air mata karena semua ini.

“Kau benar-benar cengeng hari ini,” goda Dennis yang membuatnya mendapatkan pukulan di lengannya.

Keyra juga merasa hari ini dia begitu banyak menagis, tapi tangisnya itu adalah tangis kebahagiaan. Keluarga ini telah memberikannya begitu banyak kebahagiaan. Keyra merasa sangat beruntung berada dalam keluarga ini.

 

“Selamat ulang tahun sayang,” ujar kakek Wayne lalu memberikan pelukan hangat dan ciuman di dahinya.

Nenek dan ibu Dennis juga mengucapkan selamat dan memeluknya. Mereka juga memberikan Keyra sebuah kado.

“Kalian tidak perlu memberikan semua ini,” gumam Keyra ketika mereka memberikannya kado.

“Kau berhak mendapatkan semua ini,” sahut nenek Wayne.

“Apa aku boleh membukanya ?”

“Tentu saja, bukalah sayang,” kali ini nyonya Wayne yang berbicara.

Keyra menatap Dennis dan ketika suaminya itu mengangguk dia membuka satu persatu kado yang di berikan keluarga Wayne untuknya. Dia mendapatkan sebuah gaun indah dari nyonya Wayne dan perhiasan dari kakek dan nenek Wayne.

Keyra mengucapkan terima kasih pada mereka lalu kembali memeluk kedua wanita itu bergantian. Mereka lalu berpesta bersama para pekerja dan pelayan.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s