RSS

We Belong Together Bab 4

05 Sep

we-belong-together

 

 

 

 

 

Dennis dan Keyra berbaring di sofa sambil menenagkan diri setelah percintaan panas mereka. Dennis memeluk Keyra dengan sebelah tangannya dan tangannya yang lain di gunakan untuk mengusap lengan Keyra dengan lembut.

“Maaf tadi aku meninggalkanmu,” gumam Dennis.

Keyra menatap suaminya dan memberikannya senyum mengerti. “Tidak apa-apa sayang, aku mengerti.”

Dennis mencium dahi Keyra lalu mengeratkan pelukannya. Keyra menengelamkan wajahnya di dada bidang Dennis lalu menghirup aroma tubunya yang menenagkan. Dua hari ini benar-benar kacaw. Pertama kehadiran perempuan dari masa lalu Dennis, dan kedua kemarahan nyonya Wayne yang belum pernah dia lihat sebelumnya.

Keyra benar-bena tak menyangka nyonya Wayne akan menolak Ellen seperti itu. Beberapa hari yang lalu nyonya Wayne mengatakan sangat ingin memiliki cucu, tapi ketika mereka membawa Ellen den memberitahunya kalau Ellen adalah putri Dennis dari perempuan masa lalunya nyonya Wayne tampak sangat marah. Dia tidak menyangka nyonya Wayne akan bersikap seperti itu setelah mengetahui semuanya.

 

“Tadi Ellen memanggil ku mama,” ujar Keyra.

“Kenapa kau begitu senang dia memanggil mu seperti itu ?” gumam Dennis bingung dengan sikap Keyra. Perempuan lain mungkin tidak akan menerima semua ini tapi Keyra tampak baik-baik saja dengan semua ini. Dennis masih belum menerima bocah kecil itu tapi demi Keyra dia mencoba menerimanya.

“Karena dia adalah putriku sekarang, putri kita,” sahutnya senang. “Tadi siang Ellen mengatakn ingin tinggal bersama kita dan tidak mau kembali bersama Helen.”

“Helen tidak memperlakukannya dengan baik jadi tentu saja dia ingin tinggal bersama denganmu. Kau memberikannya cinta yang tidak pernah di dapatkannya dari ibunya. Evellen sepertinya mencintaimu,” Dennis tampak ragu ingin mengatakan sesuatu tapi dia akhirnya mengatakannya. “Beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan teman lama Helen,” Dennis menatap Keyra dengan hati-hati untuk melihat respon Keyra, dan ketika Keyra tampak baik-baik saja dengan cerita ini dia melanjutkan. “Aku bertanya padanya apakah Evellen benar-benar milikku ketika Helen memaksaku untuk merawatnya, dan dia mengatakan ya. Helen tidak menggugurkan kandungannya karena dia takut, dan akhirnya memutuskan untuk melahirkkannya. Setelah melahirkannya dia meninggalkan Evellen pada ibunya dan dia menolak ketika Evellen memanggilnya ibu atau semacamnya. Ibunya meninggal beberapa hari yang lalu dan karena dia akan menikah dan calon suaminya tidak mau merawat anak yang bukan miliknya dia mengantarkannya pada kita.”

Keyra mengusap dada Dennis. “Kenapa seorang ibu bisa setega itu pada darah daginya sendiri ?” gumamnya sedih. “Mulai hari ini Evellen akan mendapatkan banyak cinta dari kita,” Keyra menatap kedalam mata suaminya. “Berjanjilah kau akan belajar untuk menerima dan mencintainya.”

Dennis membeku mendengar permintaan Keyra. Permintaan Keyra begitu sederhana namun dia tidak yakin bisa melakukannya setelah apa yang pernah di laluinya. Tapi bagaimana bisa dia menolak ketika Keyra memintanya ? Dennis memejamkan mata lalu menghela nafas dan mengangguk.

 

Keyra tersenyum kemudian mencium dada Dennis dan memejamkan matanya. Dia sangat bahagia Dennis menyetujui keinginannya. Keyra berharap Dennis bisa segera menerima dan mencintai putrinya dengan sepenuh hati.

 

***

 

Ketika pulang dari rumah nyonya Wayne, Keyra menemukan rumah dalam keadaan sepi. Dia melangkah masuk kedalam rumah dan mencari di mana Dennis dan Ellen berada. Keyra mencarinya kedalam ruang keluarga lalu kamar Ellen dan menemukan mereka tengah tertidur di dalam kamarnya dan Dennis. Dada Keyra menghangat melihat ayah dan anak yang kini tengah terlelap di atas ranjang itu.

 

Sebulan sudah Ellen di sini dan Dennis tampaknya sudah mulai bisa menerima gadis kecil itu. Keyra yakin Dennis juga sudah mulai mencintainya hanya dia masih enggan untuk mengakuinya. Dia melangkah mendekati ayah dan anak yang tengah tertidur itu. Keyra mengusap pipi montok Ellen dengan punggung tangannya lalu menciumnya kemudian mencium bibir suaminya.

 

Ketika Keyra akan menarik diri Dennis tiba-tiba memeluk pinggangnya dan memperdalam ciuman itu. Dennis menghisap bibir bawa Keyra lalu memasukkan lidahnya kedalam mulut Keyra. Ciuman itu membuat Keyra menginginkan lebih. Tapi ketika menyadari Ellen ada di kamar itu bersama mereka Keyra mendorong Dennis menjauh.

“Kau gila Dennis,” gerutunya ketika sudah bisa bernafas dengan normal. “Putrimu tidur di sampingmu,” Keyra menunjuk Ellen yang masih terlelap di samping Dennis. Dennis menoleh kesamping lalu meringis saat melihat Ellen.

“Dia adalah seorang pengganggu, dan hai kau yang memulainya, kenapa jadi aku yang salah,” sahut Dennis.

Keyra memutar matanya mendengar ucapan Dennis. Sebelum dia menyerang Dennis di hadapan putri mereka, Keyra segera meninggalkan Dennis di sana dan pergi kedapur untuk mencari makanan. Akhir-akhir ini Keyra menjadi lebih mudah terangsang karena sentuhan Dennis. Dia sering merasa lapar di malam hari juga merasa mual ketika mencium bau daging. Keyra merasa sesuatu telah terjadi pada dirinya, namun dia tidak tahu apa.

 

Keyra mengambil roti di dalam lemari kemudian meletakkannya di atas meja dan membuat susu untuk dirinya sendiri. Dan dia bahkan tidak suka minum susu sebelumnya tapi sekarang kenapa dia merasa begitu ingin meminum susu ?

Keyra meminum susu itu dan entah mengapa dia tidak merasa ingin muntah seperti biasa.

“Aku pikir kau tidak meminum susu ?” ujar suara berat Dennis dari amang pintu. Kerya meletakan gelas kosong itu di atas meja lalu menolah pada Dennis yang tengah berdiri di ambang pintu sambil mengerutkan dahinya. Dennis tampak bingung dengan apa yang di lihatnya.

“Aku memang tidak meminumnya, tapi aku sangat ingin meminumnya dan anehnya aku tidak merasa mual saat meminumnya,” sahutnya yang membuat Dennis semakin bingung.

Dennis melangkah memasuki dapur kemudian duduk di kursi. Dennis mengambil roti yang di letakkan Keyra kemudian memakannya.

“Kau menjadi sedikit aneh akhir-akhir ini,” gumam Dennis.

 

Keyra tersenyum kemudian melangkah mendekati Dennis dan duduk di pangkuannya. Keyra melingkarkan tangannya di leher suaminya kemudian menelusuri wajah Dennis dengan telujuknya.

“Ku pikir kau lebih senang aku yang seperti ini, membangunkanmu untuk percintaan panas di tengah malam,” Keyra mengusap bibir bawah Dennis dengan ibu jarinya.

“Tentu saja aku menyukainya, dan sekarang kau membuatku menginginkannya,” goda Dennis lalu mengedipkan matanya, membuat Keyra terkekeh.

“Kau harus pergi kekantor,” Keyra mengecup bibirnya. “Aku akan memberikan hadiahmu malam ini karena sudah menjadi ayah yang baik hari ini,” Keyra mendekatkan bibirnya ke telinga Dennis. “Aku akan mengunakan gaun tidur sexy yang kau belikan beberapa hari yang lalu.”

“Sial,” umpat Dennis setelah mendengar ucapan Keyra. “Kau membuatku ingin menidurimu, di sini, sekarang juga.”

Keyra tertawa lalu menggeleng. “Kau tidak bisa melakukannya, Liana bisa melihat kita, dan kau tahu, aku tidak suka seorang perempuan melihat tubuh indahmu dan meneteskan air lirunya.”

Kali ini Dennis yang tertawa karena kata-kata Keyra. Liana adalah asisten rumah tangga mereka, dan usianya masih cukup muda. Perempuan itu pernah diam-diam menggoda Dennis dengan memperlihatkan belahan dadanya saat membersihkan rumah, namun Dennis tidak menyadari hal itu. Keyra sangat ingin menendang perempuan itu keluar dari rumah ini, tapi dia pernah merasakan bagaimana sulitnya mencari pekerjaan jadi dia membiarkannya tetep bekerja di rumahnya. Lagipula Keyra percaya Dennis tidak akan melakukan sesuatu yang akan membuat pernikahan mereka hancur.

 

“Aku senang melihatmu cemburu, itu membuatmu terlihat lebih menggoda,” Dennis lagi-lagi menggodanya.

Keyra tersenyum dan kembali mencium bibir Dennis. Keyra menarik dirinya dari Dennis ketika mendengar suara seseorang terkesipa. Mereka menoleh ke ambang pintu dan meliahat Liana berdiri di sana dengan barang belanjaannya.

“Ma…maafkan saya,” ujar Liana terbata.

“Tidak apa-apa,” sahut Keyra acuh. Dia bangun dari pangkuan Dennis lalu menggenggam tangannya. “Bersiap-siaplah, kau akan menghadiri pertemuan dua jam lagi.”

Dennis mengangguk kemudian mengikuti Keyra ketika menariknya keluar dari dapur. Keyra mengambil pakaian Dennis dari dalam lemari lalu menyerahkannya pada Dennis. Suaminya itu lalu masuk kedalam kamar mandi untuk menganti pakaiannya. Dennis tidak bisa menganti pakaiannya di dalam kamar karena Ellen tidur di sana.

 

Keyra menolah pada putri kecilnya yang masih terlelap kemudian melangkah mendekatinya. Dia naik keatas ranjang dan berbaring di sampingnya, dimana Dennis berbaring beberapa menit yang lalu. Selama berada di rumah nyonya Wayne Keyra tidak bisa berhenti memikirkan Ellen. Keyra merasa terikat dengan gadis kecil ini meski dia tidak berasal dari rahimnya.

Dennis keluar dari kamar mandi, dia tampak siap untuk pergi kekantor. Keyra mencium pipi montok Ellen kemudian bangun dan melangkah mendekati suaminya. Keyra mengambil dasi di tangan Dennis kemudian membantunya memakai dasi itu.

 

“Kau sepertinya sangat mencintainya,” gumam Dennis saat Keyra membantunya memakai dasi.

“Aku mencintainya seperti aku mencintai ayahnya. Dia memang tidak berasal dari rahimku tapi karena dia adalah bagian dari dirimu tentu saja aku mencintainya. Aku mencintai segala hal yang menyangkut tentang dirimu, Dennis,” jelas Keyra.

“Dan kata-katamu itu terdengar seperti kau sangat mencintaiku,” godanya.

Keyra memutar matanya mendengar ucapan Dennis. Entah mengapa hari ini suaminya ini menjadi seorang penggoda.

“Oh tentu saja, kau adalah cinta dalam hidupku, alasanku untuk tetap bertahan hidup. Aku sangat mencintaimu, aku mencintaimu lebih dari hidupku. Dan aku mencintai segala hal yang ada pada dirimu.” Setelah Keyra menyelesaikan ucapannya Dennis menariknya kedalam pelukkannya.

“Aku tahu, itulah alasan kenapa aku menyerah mengajakmu tidur dan memutuskan untuk menikahimu saja,” Dennis mencium dahinya.

Keyra tersenyum mendengar pengakuan Dennis. Dulu Dennis melakukan segala cara agar bisa membawa Keyra keranjangnya, tapi semua yang di lakukannya selalu gagal. Dennis bahkan pernah berpura-pura menjadi kekasihnya agar bisa membawa Keyra keranjangnya, dan cara itupun gagal. Keyra mengatakan tidak mau tidur bersama Dennis atau pria manapun sebelum mereka menikah.

 

“Dari sekian banyak pria yang mengajakku tidur kau adalah satu-satunya pria yang memutuskan untuk menikahiku,” Keyra merasakan nyeri di dadanya ketika mengucapkan semua itu.

“Jangan berkata seperti itu. Aku jadi ingin membunuh semua bajingan itu,” Dennis menggeram marah.

Keyra menarik diri dari pelukan Dennis kemudian menatap mata suaminya itu. Keyra melihat kobaran api di mata hijau suaminya.

“Semua sudah berlalu. Dan kau telah berhasil membawaku tidur di ranjang itu,” Keyra melirik ranjang yang menjadi saksi penyerahan dirinya pada Dennis malam itu. Sebuah senyum kebanggaan muncul di bibir Dennis. Dia mengusap pipi Keyra mengunakan punggung tangannya.

“Itu terjadi setelah dua tahun. Aku begitu mudah mengiring para perempuan keranjangku, tapi kau, kau bersikap begitu sulit untuk di dapatkan, membuatku sangat frustasi,” nada suara Dennis melembut.

“Aku tidak bersikap sulit untuk di dapatkan, aku hanya tidak mau mencemari kehidupanku dengan melakukan hal-hal seperti itu. Pemikiranku mungkin kuno untuk jaman moderen seperti ini, tapi menunggu pria yang tepat adalah hal terbaik untuk di lakukan. Tapi sebelum kau melamarku tentu saja aku tidak pernah berpikir seseorang akan datang dan memintaku menjadi istrinya. Waktu itu aku hanya tidak mau seorang pria menikmati tubuhku, meskipun pria itu adalah kekasihku. Aku tidak mau pria manapun menikmati tubuhku meski aku tahu aku juga akan merasakan kenimtan itu. Aku hidup bukan untuk mencari kenikmatan, tapi aku hidup untuk mencari kebahagiaan. Mungkin aku juga akan merasakan kebahagiaan sekaligus kenikmatan dalam waktu yang sama, tapi itu tidak berarti aku akan merasakan hal yang sama setelah itu,” ujar Keyra.

Dennis tersenyum mendengar ucapannya. Dia menunduk dan mencium bibir Keyra dengan penuh perasaan. Ciuman itu lembut dan tidak ada nafsu di dalamnya. Hanya ada cinta dan kebanggan dalam ciuman itu.

 

“Aku bangga padamu. Tidak banyak perempuan memiliki pemikiran sepertimu dan aku mencintaimu seribukali bahkan lebih besar karena pemikiranmu itu. Aku benar-benar beruntung mendapatkanmu,” gumam Dennis di sela ciumannya.

“Mama,” rengekan Ellen membuat Keyra menjauh dari Dennis.

Keyra tersenyum pada suaminya kemudian melangkah mendekati Ellen. Dia mengangkat gadis kecil itu dan membawanya ketempat Dennis berdiri.

“Kau harus memberikan ciuman pada papa sebelum dia pergi bekerja,” ujar Keyra pada gadis kecil itu. Dennis meringis mendengar ucapan Keyra. “Ayo papa biarkan putrimu menciummu.”

Dennis memutar matanya lalu menunduk agar Ellen bisa menciumnya. Ellen mencium pipi Dennis kemudian menyembunyikan wajahnya di leher Keyra. Keyra terkekeh geli melihat tingkah menggemaskan gadis kecil itu.

Sebelum Dennis berdiri tegak Keyra mengecup bibirnya. “Cepatlah atau kau akan terlambat.”

Dennis mengangguk dan mencium dahi Keyra sebelum akhirnya meninggalkan rumah.

 

***

 

Pagi itu Keyra terbangun karena tiba-tiba saja merasa mual. Dia menutup mulutnya lalu berlari kedalam kamar mandi tanpa memperdulikan tubuhnya yang telanjang. Keyra membuka penutup toilet lalu memuntahkan isi perutnya di sana.

“Kau baik-baik saja ?” tanya Dennis yang tiba-tiba saja sudah berdiri di belakangnya.

Keyra menutup toilet lalu duduk di atasnya. “Sepertinya aku masuk angin.”

Dennis masuk kedalam toilet lalu berlutut di hadapan Keyra. Seperti Keyra, Dennis juga masih belum mengenakan pakaiannya. Dennis menggenggam tangannya lalu menciumnya.

“Mungkin kau kelelahan, beberapa hari ini kau kurang beristirahat karena harus mengurusku dan Ellen. Maaf telah membuatmu seperti ini,” gumam Dennis sedih.

Keyra menggeleng lalu menekan ciuman di bibir Dennis. “ Tidak, Dennis, jangan berkata seperti itu. Aku tidak suka kau berbicara seperti itu, aku senang mengurus kalian ” Keyra melepaskan genggaman tangan Dennis lalu berdiri. “Sekarang keluarlah, aku ingin mandi.”

“Biarkan aku mengurusmu,” Dennis bangun dan dengan tiba-tiba dia mengakat Keyra yang membuatnya menjerit kemudian membaringkannya di dalam bathup. Dia menyalakan air hangat kemudian menyiapkan peralatan mandi Keyra.

 

 

Setelah beberapa menit kemudian mereka selesai mandi. Dennis membaringkan Keyra di ranjang dan melarang Keyra melakukan sesuatu dan menyarankan Keyra untuk tetap berbaring di ranjang. Keyra meringis karena saran konyol suaminya itu, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa selain menurutinya.

“Kau benar-benar konyol Dennis. Aku hanya masuk angin bukan sakit parah,” geram Keyra karena Dennis bersikeras dia harus tetap di ranjang.

“Jangan membantah atau aku akan menambah pengurus rumah agar kau tidak bisa melakukan apapun. Beristirahatlah, dan jangan coba-coba bangun dari ranjang ini,” Dennis menyipitkan matanya. “Aku akan tahu ketika kau melakukannya.”

Keyra mendengus karena ancaman Dennis. Dia cemberut kemudian membanting kepalanya di bantal. Keyra merutuki Dennis karena memperlakukannya seperti orang sakit..

Setelah selesai berpakaian Dennis menciumnya dan sekali lagi mengancamnya agar dia tidak turun dari ranjang sebelum akhirnya meninggalkannya sendiri di kamar itu. Ketika Dennis menutup pintu kamar Keyra menoleh ke atas nakas di samping tempat tidur. Saat mengambil ponselnya dia melihat kalender kecil di samping ponselnya. Keyra terkesipa saat melihat angka yang di lingkari tanda merah. Tanggal itu adalah tanggal di mana dia harus menemui dokter untuk melakukan suntik kontrasepsinya dan tanggal itu sudah lewat tiga minggu yang lalu. Dennis lupa akan hal itu dan ini belum pernah terjadi sebelumnya. Keyra juga terlambat mendapatkan haidnya, itu seharusnya terjadi dua minggu yang lalu.

 

Keyra sontak menyentuh perutnya. Apakah dia hamil ? Dan apa yang akan Dennis lakukan jika itu benar terjadi ? Keyra akan mencari tahu tentang semua itu. Dia mengabaikan ancaman Dennis kemudian masuk kedalam kamar mandi dan mencari alat pengetes kehamilan di dalam kotak obat. Keyra membuka bungkus benda itu lalu menggunakannya sesuai petujuk yang tertulis pada kemasan alat itu. Keyra menunggu beberapa menit untuk mengetahui hasilnya.

 

 

‘Oh Tuhan.’

 

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 5 Sep 2016 in 18+, Novel, True Love Stories

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: