Posted in 18+, Novel, True Love Stories

We Belong Together Bab 5

we-belong-together

 

 

 

 

 

Tidak yakin dengan hasil tes yang di lakukannya Keyra pergi kerumah sakit untuk memastikan kebenaran tentang kehamilannya. Semua itu menjadi begitu jelas setelah dia menerima hasil tes yang di berikan dokter. Keyra memang benar-benar hamil.

 

Keyra sangat bahagia mengetahui tentang kehamilannya, namun dia juga khawatir akan reaksi Dennis jika mengetahui semua ini. Apakah Dennis akan senang ? Atau dia akan marah jika mengetahui tentang kehamilannya ? Mungkin Dennis akan marah mengingat dia begitu ceroboh mengingat jadwal suntik kontrasepsinya. Keyra tiba-tiba saja merasa ketakutan akan kemarahan Dennis jika dia mengetahui tentang kehamilannya.

Beberapa minggu yang lalu dia merasa sanggup untuk menentang Dennis demi memberikan nyonya Wayne cucu, tapi sekarang keberanian itu lenyap begitu saja. Bagaimana caranya dia memberitahu Dennis tentang kehamilannya ?

 

Keyra menyentuh perut ratanya. Dadanya menghangat mengetahui anaknya tengah terbentuk di dalam dirinya. Keyra benar-benar bahagia dengan berita ini, bahkan kebahagiaan itu lebih besar dari rasa takut akan reaksi Dennis jika mengetahui tentang kehamilannya. Dennis mungkin akan marah tapi Keyra yakin Dennis akan menerima kehamilannya seperti dia menerima Ellen.

 

Keyra langsung pulang kerumah setelah pulang dari rumah sakit. Saat tiba di rumah Ellen berlari kepintu untuk menyambutnya. Keyra tersenyum lalu mengankatnya dan mencium pipi montoknya kemudian membawanya masuk kedalam rumah.

“Apa kau menjadi anak yang baik saat mama pergi ?” tanya Keyra.

Gadis kecil itu mengangguk kemudian berbicara. “Ellen mau es krim, mama.”

Keyra mengajaknya kedapur lalu mengambil es krim di dalam kulkas untuk putri kecilnya kemudian membawanya kekamar. Keyra mendudukkannya di atas sofa lalu dia duduk di sampingnya. Keyra membuka tutup es krim itu dan menyuapinya.

“Kau belum makan siang jadi kau tidak boleh terlalu banyak makan es krim hmm…” ujar Keyra dengan penuh perhatian lalu meletakan sisa es krim itu di atas meja.

Ellen memeluk Keyra dan menengelamkan wajahnya di perut Keyra. “Putriku sayang.”

Keyra mencium kepalanya dan mengusap punggunya dengan sayang. Gadis kecil itu tampak mulai mengantuk. Keyra terus membelai punggungnya dan menyanyikan sebuah lagu pengantar tidur untuknya hingga Ellen terlelap.

 

Setelah Ellen tertidur, Keyra dengan hati-hati mengankatnya kemudian membaringkannya di ranjang. Keyra ikut berbaring di sampingnya dan menatap wajah lelap gadis kecil itu. Ellen begitu mirip dengan Dennis dan dia juga memiliki sifat keras kepala Dennis. Ellen akan menjadi begitu keras kepala jika tengah menginginkan sesuatu, seperti Dennis. Keyra membayangkan Ellen akan menjadi seperti Dennis saat besar nanti, tapi tentu saja dia tidak akan membiarkan Ellen memiliki sifat buruk Dennis.

Beberapa bulan lagi dia juga akan memiliki Dennis lain. Oh ya ampun Keyra benar-benar tidak sabar menunggu hari itu, hari di mana dia akan melahirkan anaknya. Keyra ingin memberitahu nyonya Wayne tentang kehamilannya, tapi Keyra ingin Denni menjadi orang pertama yang mengetahuinya.

 

 

Pintu kamar tiba-tiba terbuka dan Dennis masuk kedalam kamar.

“Aku sudah mengatakan padamu agar kau tidak turun dari ranjang itu, tapi apa yang kau lakukan,” gumam Dennis sebelum Keyra mengatakan sesuatu. Dengan hati-hati Keyra turun dari ranjang dan mendekatinya.

“Aku pergi kerumah sakti,” sahut Keyra, membuat tubuh Dennis menegang.

Dennis menyentuh pipinya. “Kau sakit ?”

“Tidak, aku baik-baik saja. Aku pergi keruma sakit untuk memastikan sesuatu.”

“Memastikan sesuatu ?” Dennis mengerutkan dahi tampak bingung.

Keyra mengangguk kemudian menoleh pada Ellen yang tengah terlelap di atas ranjang. Dia tidak yakin akan mengatakannya di sini jadi dia menarik Dennis kekamar lain untuk membicarakan tentang kehamilannya. Dennis semakin bingung Keyra menariknya seperti itu, tapi dia tidak mengatakan apapun karena tahu Keyra akan menjelaskannya.

 

Keyra mengajaknya kekamar yang ada di sebelah kamar mereka. Dia menutup pintu kemudian berbalik menatap Dennis.

“Memastikan apakah aku benar-benar hamil atau tidak,” ujar Keyra.

“Memastikan kau hamil atau tidak ?” tanya Dennis yang di jawab Keyra dengan anggukan. “Tapi untuk apa ? Bukankah kau selalu menemui dokter…” Dennis berhenti dan menatap Keyra curiga. “Kau tidak melewatkan jadwal suntikkanmu kan ?”

“Aku benar-benar minta maaf untuk itu, dan kau,” Keyra menatap Dennis dengan hati-hati. “Kau juga tidak pernah melupakannya, tapi kali ini kau juga melupakannya.”

“Bagaimana hasilnya ?” tutut Dennis dengan sedikit kasar.

“Aku hamil,” gumam Keyra pelan. Dennis tampak terkejut dengan apa yang di dengarnya. Dia menggeleng lalu mundur beberapa langkah. “Aku tahu kau tidak senang mendengar semua ini, tapi semua sudah terjadi dan yang harus kita la….”

“Gugurkan,” bentak Dennis.

Keyra tertegun mendengar kata-kata Dennis. “Apa ?”

“Dari awal aku sudah mengatakan padamu aku tidak mau memiliki anak. Aku pernah mengatakan padamu bahwa seorang anak hanya akan menghancurkan kehidupan kita, dan sekarang kau lihat ? Gadis kecil itu telah mengacaukan kehidupanku, dia membuat ibu membenciku, dan di tambah satu anak lagi,” Dennis lagi-lagi menggeleng.

“Kenapa kau berkata seperti itu ? Tidak ada seorang anak yang menghancurkan kehidupan orang tuanya. Ibu marah padamu karena terlalu terkejut,” Keyra melangkah mendekatinya dan mencoba menyentuhnya namun Dennis menghindari sentuhannya.

“Aku ingin kau menggugurkan kandunganmu,” geram Dennis.

“Tidak, aku tidak bisa melakukannya. Anak ini anakmu Dennis, buah cinta kita, tapi kenapa kau sekejam itu padanya ?”

“Aku tidak menginginkan anak itu,” Dennis meremas rambutnya dengan frustasi.

“Dennis, aku tid…”

“Aku mengatakan kau harus menggugurkannya,” teriak Dennis sebelum Keyra menyelesaikan kata-katanya.

“Aku tidak bisa.”

“Kenapa kau tidak bisa hmm ?“ Dennis menatap Keyra marah, ada kobaran api di matanya. “Selama ini aku selalu menuruti semua keinginanmu, dan sekarang kau harus menuruti keinginanku.”

“Tidak…”

“Kau harus menggugurkannya,” ujar Dennis dingin kemudian melangkah meninggalkan Keyra di ruangan itu. Dennis membanting pintu, membuat Keyra terlonjak kaget.

Keyra benar-benar terkejut dengan reaksi Dennis. Dia tahu Dennis akan marah, tapi dia tidak menduga reaksi Dennis akan seperti itu. Keyra tidak pernah melihat Dennis seperti ini sebelumnya, dan itu berarti suaminya itu benar-benar marah.

 

***

 

Sudah tengah malam dan Dennis masih belum pulang. Keyra sudah berkali-kali mencoba menghubunginya namun ponsel Dennis tidak aktiv. Dennis tidak pernah mematikan ponselnya atau pergi hingga larut seperti ini. Keyra benar-benar khawatir padanya, namun dia tidak tahu harus melakukan apa selain menunggu. Dia tidak tahu harus mencari dan menghubungi siapa untuk menayakan di mana Dennis.

 

Dennis hanya memiliki seorang teman dekat, dan temannya itu tengah berlibur di luar negeri sekarang. Marco Stevan adalah teman satu-satunya yang di miliki Dennis, dan Keyra cukup dekat dengannya.

Keyra terus mencoba menghubunginya hingga dia mendengar sebuah mobil terparkir di halaman depan rumahnya. Dia segera berlari menuju pintu dan membukanya. Seorang perempuan dengan pakaian yang sangat minim keluar dari mobil, dan membuka pintu penumpang. Dia melihat perempuan itu membantu seseorang keluar dari mobil, dan betapa terkejutnya dia ketika melihat Dennis keluar dari mobil itu. Penampilan Dennis tampak sangat kacau, dan tampaknya suaminya itu tengah dalam pengaruh alkohol karena Dennis tampak tidak mampu berjalan dengan benar.

 

“Kenapa kau mengantarku kesini. Aku tidak ingin kembali kerumah terkutuk ini. Aku ingin bermalam denganmu,” racau Dennis saat perempuan itu membantunya berjalan.

“Kau bisa melakukannya besok. Kakakku sekarang berada di rumah dan dia akan membunuhku jika kau bermalam di sana,” sahut perempuan itu tampak tak peduli dengan kehadiran Keyra.

“Kita bisa tidur di hotel, dan kita bisa melakukan hal-hal gila di sana seperti yang kita lakukan beberapa menit yang lalu.”

Kata-kata yang di ucapkan Dennis membuat dada Keyra terasa sesak. Tiba-tiba saja dia merasa kesulitan untuk menghirup udara. Keyra terpaku di tempatnya.

“Kita bisa melakukan semua itu besok, sekarang biarkan aku mengantarmu ketempat tidurmu,” perempuan itu bersikap seolah-olah Keyra tidak ada di sana. Dia berjalan melewati Keyra, dan membawa Dennis masuk kedalam rumah.

 

Keyra tidak mampu menghentikan perempuan itu ketika membawa Dennis masuk kedalam. Dia benar-benar terkejut dengan kejadian yang baru saja di lihat dan dengan. Benarkah ? Benarkah semua yang di dengarnya ?

 

Keyra memejamkan mata dan menghela nafas berat kemudian berbalik dan masuk kedalam rumah. Dia berjalan menaikit tangga dan segera melangkah menuju kamarnya dan Dennis, tapi ketika berada di depan pintu dia melihat sesuatu yang tidak ingin di lihatnya. Dennis dan perempuan itu berciuman dengan begitu bernafsu.

Tidak ingin melihat kejadian itu lebih lama lagi Keyra melangkah menuju kamar Ellen. Dia membuka pintu kamar Ellen kemudian masuk kedalam. Keyra menutup pintu lalu merosot duduk di lantai, dan isakan lolos dari bibirnya.

Baru beberapa minggu yang lalu dia mengatakan mempercayai Dennis dan sekarang kepercayaan itu di hancurkan begitu saja. Dennis meninggalkannya begitu saja setelah mengatakan Keyra harus menggugurkan kandungannya. Keyra berpikir semua akan kebali seperti sebelumnya setelah berbicara dengan Dennis, tapi melihat apa yang di lakukan Dennis bersama perempuan itu di kamar mereka, sepertinya semua tidak akan pernah kembali seperti sebelumnya.

 

Keyra menunggunya di rumah dengan perasaan cemas, namun apa yang di lakukan Dennis ? Dia pergi minum-minum bersama perempuan itu tanpa memikirkan dirinya. Saat menemui perempuan itu Dennis jelas tidak memikirkannya. Jika Dennis memikirkannya dia akan pulang kerumah dan mencoba memperbaiki semuanya, bukan pergi menemui perempuan lain.

Setelah semua yang di lakukan Dennis hari ini, Keyra merasa tidak ada lagi yang perlu di perbaiki. Dennis jelas menujukkan kalau dia tidak ingin memperbaiki semua ini. Jadi untuk apa Keyra bertahan di sana jika Dennis saja tidak ingin memperbaiki hubungan mereka. Keyra tidak bisa tetap bertahan di sana, dia membutuhkan jarak dari Dennis untuk menyembuhkan luka yang di goreskan Dennis di hatinya.

Ketika mendengar suara mesin mobil, Keyra menghapus air mata di pipinya kemudian bangun dan melangkah mendekati Ellen yang terlelap di atas ranjangnya. Keyra mencium seluruh wajah gadis kecil itu sebelum akhirnya keluar dari kamar itu.

 

Dia masuk kedalam kamar dan menemukan Dennis telah terlelap. Keyra mengambil kertas dan pulpen kemudian menulis surat untuk Dennis. Dalam surat yang di tulisnya, Keyra mengatakan membutuhkan jarak dari Dennis dan akan kembali setelah dia telah siap untuk bertemu dengan Dennis. Keyra tidak mungkin pergi begitu saja tanpa meninggalkan pesan untuknya.

Setelah selesai menulis surat Keyra melepaskan cincin berlian yang Dennis berikan pada ulang tahunnya, beberapa minggu yang lalu. Keyra tidak melepas cincin pernikahannya karena dia membutuhkan waktu untuk melepas cincin itu. Dia meletakan cincin berlian itu di atas surat yang di tulisnya kemudian mengambil pakaiannya dari dalam lemari. Keyra menganti pakaiannya di dalam kamar mandi dan setelah itu dia meninggalkan rumah.

 

Keyra melangkah keluar dari gerbang itu dengan hati-hati agar penjaga gerbang tidak mengetahuinya. Setelah berhasil keluar dari gerbang itu, dia berjalan tanpa tahu kemana dia akan menuju. Keyra tidak memiliki keluarga atau teman dekat yang akan di mintai pertolongan. Keyra mempunya nyonya Wayne yang tentu akan membantunya tapi Keyra tidak bisa pergi kesana.

 

Keyra berjalan semakin jauh dari rumah, dan rasa takut mulai menghingapinya ketika sebuah mobil sport perak berhenti di sampingnya. Keyra ingin berlari, tapi bagaimana bisa dia berlari dan tidak tertangkap oleh orang itu ? Jadi dia menunggu dan kaca di sisi pengemudi terbuka dan memperlihatkan seorang pria tampan di balik kemudi.

“Ken…” ujar Keyra terkejut melihat pria itu ada di sini

Ken melepas kaca mata hitam yang di kenakannya dan mengerutkan dahi. “Apa yang kau lakukan di sini, tengah malam seperti ini ?“ Ken mengamati Keyra dan kembali berbicara. “Apa kau baik-baik saja ?”

Keyra ingin mengatakan kalau dia baik-baik saja tapi siapa yang akan percaya dengan bukti mata memerah karena menagis dan berjalan di tengah kegelapan seperti ini ?

“Terjadi sesuatu antara aku dan Dennis jadi aku meninggalkannya,” sahutnya.

“Itu pasti sangat buruk. Kalau begitu masuklah aku akan mengantarmu kemanapun kau akan pergi.”

“Tidak, aku bisa berjalan kaki. Aku tidak ingin merepotkanmu,” gumam Keyra.

“Ini sudah begitu larut jadi kau tidak tahu bahaya apa yang akan kau hadapi di tengah kegelapan seperti ini. Masuklah, aku bisa mengantarmu, dan aku tidak akan menyakitimu,” suara Ken terdengar memaksa.

 

Keyra berpikir untuk menolaknya tapi apa yang di katakan Ken memang benar, terlebih lagi ada nyawa lain di dalam dirinya yang harus di lindunginya. Lagipula Ken tidak seperti seorang penjahat, kakek dan nenek Wayne mengenalnya dengan baik dan mereka mengatakan Ken adalah pemuda yang sangat baik. Keyra mengangguk lalu masuk kedalam mobil.

“Kemana aku akan mengantarmu ?” tanya Ken setelah Keyra duduk di kursi penumpang.

“Aku…” Keyra tidak tahu harus menjawab apa karena dia memang tidak tahu harus pergi kemana.

“Baiklah, kau mungkin bisa menginap di tempatku malam ini. Calon istriku pasti senang melihatmu,” ujar Ken seakan tahu apa yang ada di dalam pikirannya. Ken lalu menyalakan mobil dan membawa mereka kerumah Ken yang sangat besar. Dia meperkenalkan Keyra pada tunagannya yang ternyata adalah dokter yang memeriksanya tadi pagi. Setelah memperkenaklan Keyra dan calon istri Ken mempersilahkannya untuk beristirahat di salah satu kamar yang ada di sana.

 

***

 

Keyra bagun dari tidur lelapnya karena mual yang di rasakannya. Dia segera bangun lalu berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya di toilet. Setelah dia merasa lebih baik dia menutup toilet dan duduk di atasnya. Keyra merasa bingung di mana dia berada tapi lalu dia mengingat kejadian semalam hingga dia berakhir di tempat ini.

Ketika mengingat kejadian semalam Keyra merasa malu dengan apa yang di lakukannya. Dia masuk kedalam mobil Ken dan membiarkan pria itu membawanya kerumahnya. Semua yang telah terjadi antara dia dan Dennis membuat Keyra kesulitan untuk berpikir hal lain selain menjauh dari Dennis.

Oh ya Tuhan, apa yang akan di pikirkan Ken tentang dirinya setelah apa yang terjadi semalam. Keyra mencuci wajahnya dan menggosok giginya dengan sikat gigi yang masih baru. Setelah itu dia keluar dari kamar itu dan mencari di mana Ken berada. Dia akan berterima kasih dan meminta maaf padanya karena telah merepotkannya. Keyra juga akan berpamitan. Dia tidak bisa tinggal lebih lama lagi di sana.

 

Ketika tidak menemukan Ken, Keyra bertanya pada seorang pelayan di mana pria itu berada, dan pelayan mengatakan Ken ada di ruang keluarga bersama calon istrinya. Keyra merasa ragu untuk menemui Ken ketika dia tengah bersama calon istrinya, tapi dia tidak bisa tinggal di tempat itu lebih lama lagi. Saat tiba di depan pintu ruang keluarga yang di tunjukan pelayan Keyra mendengar Ken dan calon istrinya tengah berbicara dengan serius.

 

“Kau harus segera memberitahu siapa dirimu padanya, Ken. Aku yakin dia akan sangat senang setelah mengetahui kebenaran itu,” ujar Sheline dengan suara lembut.

“Bagaimana jika dia membenciku setelah aku mengatakan siapa aku ?”

“Tidak, dia tidak akan membencimu. Tidak ada alasan untuknya membencimu,” Sheline terdengar menghela nafas berat. “Sekarang Keyra membutuhkan dukunganmu, Ken. Dia sedangan hamil dan tampaknya sesuatu yang sangat buruk terjadi di antara dia dan suaminya.”

Keyra tertegun mendengar mendengar pembicaraan Ken dan Sheline, sontak dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ya Tuhan, apa maksud dari pembicaraan mereka ? Kebenaran apa yang di maksud Sheline, dan kenapa dia akan membenci Ken jika tahu siapa dirinya ?

 

“Keyra hamil ?” Ken terdengar begitu terkejut dengan informasi yang di terimanya.

“Ya, dia hamil. Semalam dia mengatakan kami bertemu di rumah sakit, dan itu terjadi saat dia memeriksakan keadaannya,” sahut Sheline.

“Nyonya Wayne, apakah anda ingin memakan sesuatu ?” tanya seorang pelayan yang tiba-tiba saja berada di belakangnya. Keyra terlonjak kaget karena kehadiran tiba-tiba pelayan itu.

“Kau sudah bangun Keyra ?” tanya Sheline saat melangkah mednekatinya

“Ak… aku hmm,” Keyra tidak tahu akan mengatakan apa, dia benar-benar malu karena tertangpak basah mendengar pebicaraan Ken dan Sheline.

Dokter cantik itu tersenyum lembut lalu mengusap lengannya. “Aku yakin kau pasti sudah mendengar apa yang kami bicarakan, jadi masuklah kedalam. Kau membutuhkan penjelasan tentang apa yang kau dengar.”

“Ma…. maaf ak…” Keyra kebingungan untuk menyusun kata-katanya. Dia merasa bodoh karena semua ini.

“Kau berhak mendapatkan penjelasan dari kakak pengecutmu itu,” ujar Sheline yang membuat Keyra tertegun. Sheline menggenggam tangan Keyra lalu menariknya masuk kedalam.

 

Sheline mengajaknya duduk di sofa hadapan Ken. Keyra masih terkejut dengan apa yang di dengarnya jadi dia menurut saja ketika Sheline menariknya duduk di dekatnya. Ken menatapnya tampak tak yakin untuk mengatakan apapun yang ingin di katakannya.

“Ayo sayang, katakan padanya,” ujar Sheline tak sabar.

Ken memejamkan mata lalu menghela nafas. Dia lalu mulai menceritakan siapa dirinya pada Keyra dan apa yang terjadi hingga mereka berpisah.

 

Duapuluh tiga tahun yang lalu, tiga hari setelah ulang tahun Keyra yang pertama, orang tua mereka mengajak Keyra menjempu Ken di tempat lesnya. Mereka berencana untuk makan di luar bersama tapi sebelum mereka tiba di tempat les Ken, mereka mengalami kecelakaan. Kecelakaan beruntun yang menewaskan puluhan orang termasuk orang tua mereka.

“Tapi bagaiman kau tahu aku adalah adikmu ? Mungkin saja adikmu ikut menjadi korban dalam kecelakaan itu,” ujar Keyra tidak yakin kalau dia sebenarnya adalah adik Ken.

“Saat itu polisi tidak menemukan jasat seorang bayi di lokasi, hanya jasat anak-anak yang berusia sekitar enam sampai sepuluh tahun,” Ken terdiam dan tampak mengingat kejadian duapuluh tiga tahun yang lalu. “Perkataan polisi itu membuatku ingin mencarimu tapi saat itu aku masih sembilan tahun dan tidak tahu harus melakukan apa untuk mencarimu. Aku meminta bantuan orang kepercayaan ayah, dan dia menemukan sebuah fakta mengapa kau tidak ada dalam kecelakaan itu. Seseorang telah menculikmu saat ibu pergi membeli minuman dan ayah pergi kekamar kecil. Mereka meninggalkanmu sendiri di mobil karena kau tengah tertidur. Saat tidak menemukanmu di mobil ibu dan ayah sangat panik. Mereka berlarian mencarimu di sekitar tempat itu tampi tidak menemukanmu. Setelah hampir lebih dari dua jam mencarimu dan tidak menemukanmu mereka masuk kedalam mobil dan hendak pergi kekantor polisi tapi di tengah perjalanan seorang pengendara yang dalam pengaruh alkohol menabrak mobil ibu dan ayah. Dan karena saat itu jalanan dalam keadaan ramai tabrakan beruntun itu tidak bisa di hindari,” Ken menghela nafas, “Orang kepercayaan ayah yang ku minta untuk mencarimu menemukan penculik itu tapi kau sudah tidak ada bersamanya. Penculik itu kehilangan dirimu saat dia hendak menjualmu pada sepasang suami istri yang tidak bisa memiliki anak. Setelah itu kami kehilangan jejakmu. Tapi setelah bertahun-tahaun aku bisa menemukan kembali jejakmu. Seseorang menemukan dirimu berjalan dan menagis memanggil-manggil nama Jo.”

“Apakah kau tahu siapa Jo ?” tanya Keyra ingin tahu karena nama itu tertulis di liontin yang di kenakannya.

Ken mengangguk. “Jo adalah panggilanmu untukku. Jo dari Zo, ibu mengajarimu memanggilku Ken tapi kau tidak mau memanggilku seperti itu, kau lebih senang memanggilku Jo.” Ken tersenyum mengingat semua itu. “Beberapa hari sebelum ulang tahunmu aku meminta ibu dan ayah membuat liontin untukmu dan megukir namamu di sana beserta tanggal, bulan dan tahun kelahiranmu, aku juga meminta mereka mengukir nama panggilanku darimu di sana.” Ken melirik liontin yang Keyra kenakan. “Aku yang memilih bentuk itu untukmu.”

“Tapi semua ini tidak cukup bisa membuktikan kalau aku adalah adikmu bukan ?” ujar Keyra masih tidak percaya kalau dia adalah adik dari Kenzo Zackbrunch.

“Tentu saja itu tidak cukup membuktikan tapi di dalam hatiku aku mempercayainya. Tapi untuk bisa membuktikan padamu aku melakukan tes DNA,” Ken mengambil sebuah kertas yang terselip di dalam buku kemudian menyerahkannya pada Keyra. “Itu adalah tes DNA yang ku lakukan beberapa minggu yang lalu dan hasilnya positif kau adalah adikku yang hilang.” Ken berdehem. “Aku mengambil darahmu yang menetes di lantai saat terkena serpihan kaca untuk melakukan tes DNA itu.”

 

Keyra mengambil kertas itu dan membukanya, dan betapa terkejutnya dia saat melihat hasil dari tes DNA yang Ken lakukan. Di sana tertulis bahwa dia memang benar-benar adik Ken yang hilang dua puluh tiga tahun yang lalu.

“Kau melakukan tes ini tanpa seijinku,” gumam Keyra.

“Maaf, aku benar-benar tidak sabar untuk mengetahui hasilnya,” sahut Ken namun tidak ada nada penyesalan dalam suaranya.

“Jadi kau adalah kakakku ?” tanya Keyra merasa butuh untuk di yakinkan.

Ken mengangguk tampak khawatir dengan reaksi Keyra. Keyra berdiri yang membuat Ken sontak ikut berdiri. Keyra mendekatinya lalu memeluk Ken, membuatnya menegang.

“Aku tidak percaya aku masih memiliki kakak dan aku tidak percaya itu kau,” isak Keyra.

Ken menghela nafas lalu membalas pelukan adiknya. Dia tersenyum medengar ucapan Keyra.

“Aku senang mengetahui kenyataan bahwa ibu dan ayah tidak membuangku dipanti sauhan.”

“Kau adalah putri yang di tunggu selama bertahun-tahun jadi mana mungkin mereka membuangmu. Kami sangat mencintaimu,” sahut Ken.

 

Keyra merasakan pelukan Ken mengetat di tubuhnya. Dia lalu memejamkan mata merasakan kasih sayang dari pelukan kakak yang tidak pernah di ketahuinya ada.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s