Posted in 18+, Novel, True Love Stories

We Belong Together Bab 6

we-belong-together

 

 

 

 

 

 

Hari itu Keyra melewatkan sisa harinya mendengarkan cerita Ken tentang bagaimana perjuangannya sampai bisa menemukan dirinya dan melihat foto-foto masa kecil mereka. Setelah berjuangan yang begitu sulit Ken akhirnya menemukan orang yang menemukan Keyra dan mengantarnya kepanti asuhan. Ken mencari informasi tentang dirinya dipanti asuhan dan menemukan kalau Keyra telah menikah dengan Dennis.

 

Ken mencaritahu tentang keluarga Wayne kemudian membeli rumah di dekat perkebunan kakek dan nenek Dennis setelah mengetahui Keyra sering datang ketempat itu. Dia mulai mendekati sepasang suami istri itu agar bisa mendekati Keyra. Rencananya berhasil dan tidak membutuhkan waktu lama untuknya bisa mendekati Keyra. Ken awalnya tidak ingin memberitahu Kerya siapa dirinya karena takut Keyra akan membencinya. Tadinya Ken hanya ingin memastikan Keyra bahagia dengan Dennis, dan tes DNA itu di lakukannya untuk berjaga-jaga jika sesuatu yang buruk terjadi pada Keyra.

 

“Semalam aku begitu merindukanmu jadi aku datang ke sana berharap bisa melihatmu. Itu sudah larut malam jadi tidak mungkin bagiku untuk melihatmu, tapi aku tetap diam di sana dan tidak lama aku melihatmu berjalan keluar dari gerbang itu dengan mengendap-endap seperti pencuri,” Ken menatapnya ingin tahu. “Apa yang terjadi pada kalian ? Kau belum mengatakannya padaku ?”

“Aku bertengkar dengan Dennis karena dia memaksaku menggugurkan kandunganku. Aku tidak mau membunuh anakku sendiri, dan dia terus memaksaku, membuatku begitu marah hingga meninggalkannya,” Keyra tidak sepenuhnya berbohong dengan ucapannya. Dan dia juga tidak bisa mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya dan Dennis. Keyra tidak bisa menceritakan kehidupan rumah tangannya pada siapapun, termasuk itu kakaknya sendiri.

 

Dari reaksi yang Ken tunjukan tampaknya dia tidak tahu Keyra tidak menceritakan semuanya namun dia tidak mencoba untuk bertanya lagi.

“Jadi karena ini kau mengatakan aku berhak mendapatkan sesuatu darimu ?” tanya Keyra kembali kepembicaraan sebelumnya.

Ken tersenyum padanya dan menganggu. “Sebenarnya tidak hanya sesuatu, kau berhak mendapatkan semua yang kau inginkan.”

“Aku sudah mendapatkan semua yang ku inginkan,” ujar Keyra dan ikut tersenyum. “Tadi kau mengatakan aku akan membencimu jika aku tahu siapa kau, kenapa kau berpikir aku akan membencimu ?”

“Karena membiarkanmu terlalu lama tinggal dipanti asuhan, dan membuatmu bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhanmu,” sahut Ken menyesal.

“Tidak mungkin aku membencimu karena sesuatu yang tidak mungkin bisa kau lakukan dalam waktu singkat,” Keyra menatap Ken dan tersenyum. “Kau tidak tahu betapa bahagianya aku mengetahui bahwa aku masih memiliki seorang kakak,” Keyra memeluk Ken. “Terima kasih kau tidak menyerah untuk mencariku.”

 

Ken tersenyum kemudian mengeratkan pelukkanya di tubuh adiknya, adik yang dulu selalu ingin bersamanya. Setelah bertahun-tahun akhirnya dia bisa menemukan dan memeluk Keyra. Beberapa bulan ini dia hanya bisa menatap Keyra dari jauh dan merendam keinginannya untuk bisa memeluknya. Sekarang dia bisa memenuhi kerinduannya memeluk Keyra. Bagi Ken tidak ada yang lebih membahagiakan selain semua ini.

 

***

 

Pagi itu, saat bangun dari tidur, Dennis murka setelah membaca surat yang di tinggalkan Keyra di atas meja untuknya. Dia memaki dan memukul penjaga gerbang karena keceroboh yang mereka perbuat.

Dennis lalu menghubungi ibunya dan menayakan Keyra yang membuatnya mendapatkan makian dari ibunya. Ibunya menjadi begitu pemarah setelah hari di mana dia dan Keyra mengenalkan Ellen padanya. Selain ibunya, Dennis tidak tahu harus menghubungi siapa untuk menayakan di mana istrinya berada. Keyra tidak memiliki teman atau keluarga yang bisa Dennis tanyakan.

Jika sesuatu yang buruk terjadi pada Keyra, dia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri. Keyra tidak akan meninggalkan rumah jika saja dia tidak melakukan hal bodoh itu. Dia lari begitu saja setelah mengatakan pada Keyra untuk menggugurkan kandungannya. Kemarahannya membuat Dennis mendatangi klub malam itu, dan minum-minum hingga dia mabuk. Dennis mengingat semua kejadian semalam meski dia dalam pengaruh alkohol. Dia bercumbu dengan perempuan itu kemudian dia mengantar Dennis pulang. Ketika perempuan itu mengantarnya kekamar dia menarik perempuan itu lalu menciumnya. Alkohol sialan itu membuatnya tidak bisa berpikir dan Keyra meninggalkan ruma pasti karena melihat kejadian itu.

 

“SIALAN…” teriak Dennis menyadari kebodohan yang di lakukannya.

Keyra memberikannya kepercayaan, dan lihat apa yang di lakukannya ? Dia menghancurkan kepercayaan yang telah di berikan Keyra.

Dennis mencoba menghubungi ponsel Keyra lagi namun tidak ada jawaban, dia lalu membanting ponselnya dilantai kemudian mengambil kunci mobil yang tergeletak di atas meja. Dennis akan mencari Keyra dan memohon untuk memaafkannya. Dia keluar dari kamar dan mendengar Ellen menagis memanggil-manggil Keyra.

Saat Helen meninggalkannya di sana, Ellen tidak peranah bersikap seperti ini atau bertanya tentangnya setelah Helen meninggalkanya. Ellen mengatakan ingin tinggal di sini bersama Keyra dan tidak mau kembali lagi ketempat Helen.

 

Keyra telah membuat gadis kecil itu terbiasa dengannya Semenjak pertama kali Ellen bertemu dengan Keyra, dia langsung menyukainya. Dia bahkan memanggil Keyra mama di hari kedua kebersamaan mereka.

Dennis meringis mengingat kejadian itu kemudian meninggalkan Ellen yang sedang menagis. Dia masuk kedalam mobil dan berkeliling kota untuk mencari di mana Keyra berada. Dennis juga menayakan beberapa orang, tapi tidak ada satupun dari mereka yang mengetahuinya. Hari itu Dennis terus mencari Keyra tanpa mengenal rasa lelah.

 

‘Aku tidak akan menyerah sampai aku menemukanmu, Keyra. Bila perlu aku akan mencarimu hingga ujung dunia’ gumam Dennis dalam hati. Dennis kembali mengendarai mobilnya dan mencari Keyra.

 

***

 

Setelah selesai makan malam, Keyra menghubungi nyonya Wayne dan memberitahukan semuanya padanya lalu memintanya untuk tidak memberitahu Dennis di mana dia berada. Keyra benar-bena membutuhkan jarak dari Dennis setelah semua yang terjadi. Berada jauh dari Dennis menyakitinya, tapi dia harus melakukannya.

Keyra juga mengatakan tentan siapa Ken dan mengapa dia mendekati kakek dan nenek Wayne. Keyra tidak perlu melihat untuk tahu seperti apa reaksi nyonya Wayne saat dia memberitahukan semuanya. Keyra yakin nyonya Wayne pasti sangat terkejut karena nyonya Wayne tidak mengatakan apapun untuk beberapa saat. Tidak lupa, Keyra juga membeirtahukannya tentang kehamilannya yang membuat nyonya Wayne sangat bahagia. Mengetahui nyonya Wayne bahagia membuatnya ikut bahagia. Setelah berbicara panjang lebar akhirnya Keyra mengakhiri obrolan itu.

 

Dalam waktu dekat Keyra berencana untuk mengajak nyonya Wayne bertemu dan memintanya untuk membawa Ellen bersamanya. Sehari tidak bertemu dengan Ellen mambuat Keyra sangat merindukannya. Dan mungkin dengan cara itu nyonya Wayne setidaknya membuka hatinya untuk Ellen.

 

Keyra mengambil ponselnya yang di letakannya di atas nakas kemudian mengaktivkannya. Keyra menerima banyak pesan teks dan suara saat mengaktivkan kembali ponselnya. Dan semua pesan itu dari Dennis. Keyra langsung menghapus semua pesan itu tanpa membaca atau mendengarnya. Dennis mungkin menghubunginya hanya untuk memastikan dia telah menggugurkan kandungannya atau belum. Keyra sangat mencintai Dennis dan tidak ingin mengecewakannya, tapi kali ini dia membuat Dennis kecewa dengan menolak keinginannya menggugurkan kandungannya. Keyra tidak bisa membunuh anaknya sendiri.

 

Sebuah ketukan di pintu menyentak Keyra dari pikirannya. Keyra bangun kemudian melangkah mendekati pintu dan membukanya. Sheline berdiri di ambang pintu dengan susu dan buah.

“Apa aku menganggumu ?” tanya Shelien.

“Tidak, masuklah,” Keyra membuka pintu lebar dan membiarkan Sheline masuk kedalam kamar.

Sheline bua di atas nakas kamudian duduk di ranjang bersama Keyra.

“Apa kau betah di sini ?” tanya Sheline lagi kemudian menyerahkan susu itu pada Keyra.

Keyra mengambil susu itu. “Aku masih belum terbiasa.”

“Kau pasti akan segera terbiasa di sini,” sahut Sheline. “Kau tahu, Ken sudah sangat lama menunggu saat ini, saat kau mengetahui kebenaran ini. Setiap kali dia merindukanmu, dia akan pergi kesekitar rumahmu, dan menatap rumahmu dari kejauhan. Dia selalu melakukan itu setiap merindukanmu.”

“Seharusnya dari awal dia mengatakan siapa dirinya,” gumam Keyra sedih karena Ken melakukan semua itu demi dirinya.

“Kau sudah mendengar alasannya tidak memberitahumu kan ?” Sheline tersenyum penuh perhatian padanya.

 

Keyra mengangguk. Ken tidak memberitahunya karena takut Keyra akan membencinya. Keyra merasa Ken benar-benar konyol karena berpikir seperti itu, tapi siapa yang tahu apa yang akan terjadi jika Ken langsung mengatakan kebenaran itu. Jika Ken mengatakannya hari di mana dia mengetahui kebenaran itu mungkin Keyra akan membencinya karena membuatnya hidup menyedihkan.

Tapi lebih baik terlambat dari pada tidak mengetahuinya sama sekali. Jika Ken tidak mengatakan semua ini, dia mungkin selamanya akan berpikir buruk tentang orang tua mereka. Mengetahui orang tuanya tidak membuangnya, membuat pandangannya pada kedua orang tuanya berubah. Dan pengetahuan bagaimana Ken selama ini berjuang untuk menemukannya membuatnya merasa sangat berharga.
“Ken sangat menyayangimu,” ujar Sheline.

“Aku tahu itu, jika dia tidak menyayangiku dia tidak akan mencariku sampai sekarang,” sahut Keyra. “Aku masih belum percaya Ken adalah kakakku. Dia adalah pria yang tampan dan sempurna, sedangkan aku ? aku ada…”

“Jangan teruskan, Ken tidak akan senang mendengarmu mengatakan semua ini. Kau memiliki mata dan senyum seperti dia, dan kau juga sangat cantik. Kalian sama-sama mewarisi mata dan senyum ayah kalian,” Sheline mengusap lengan Keyra. “Sekarang minum susumu dan beristirahatlah. Ken mengatakan kau tidak suka susu, tapi kau harus meminumnya, itu baik untuk ibu hamil.”

Sheline kemudian berdiri dan melangkah meninggalkan Keyra di kamar itu. Keyra menatap susu di tangannya lalu meminumnya hingga habis. Keyra lalu meletakan gelas kosong itu di samping buah yang di bawa Sheline kemudian berbaring di ranjang.

 

Keyra tidak tidur namun dia melihat seluruh kamar itu. Keyra baru menyadari ada foto dirinya saat berusia setahun bersama Ken dan kedua orang tua mereka tergantung di dinding dan beberapa foto dirinya bersama Ken. Keyra tahu bayi dalam foto itu dirinya karena dia pernah melihat fotonya di dipanti asuhan dari tahun ketahun. Pengurus panti asuhan selalu megabadikan moment berharga mereka setiap tahunnya.

Kamar itu tampaknya memang di buat Ken untuk dirinya. Dada Keyra menghangat mengetahui Ken menyediakan kamar ini untuknya meski dia tidak tahu Keyra akan tinggal di sini atau tidak. Ketika mulai merasa mengantuk Keyra memutuskan untuk tidur.

 

***

 

Tanpa terasa Keyra sudah sebulan tinggal di rumah Ken, dan dia menjadi lebih dekat dengan Ken. Selama tinggal di sana Keyra sudah tiga kali bertemu nyonya Wayne, dan Ellen ikut tinggal di sana bersama dengannya. Saat bertemu dengan Keyra, Ellen tidak mau berpisah dengannya, membuatnya memutuskan untuk membawanya. Keyra meminta nyonya Wayne memberitahu Dennis kalau Ellen di titipkan pada seorang teman karena Dennis tidak bisa mengatasinya.

 

Sekarang gadis kecil itu tengah bermain bersama Ken dan Sheline di taman. Ken sangat senang dengan kehadiran gadis kecil itu. Kakaknya itu tampak menikmati dirinya berada di sekita Ellen. Sheline pernah mengatakan Ken sangat menyukai anak-anak, dan saat mereka menikah nanti Ken berharap Sheline bisa langsung hamil. Keyra berharap keinginan Ken bisa terkabul.

 

Keyra menyentuh perutnya yang masih rata, kehamilannya kini telah mencapai bulan kedua dan dia berharap tidak terjadi sesuatu dengan kehamilannya. Lalu tiba-tiba saja dia teringat pada Dennis, nyonya Wayne mengatakan keadaan Dennis benar-benar buruk. Dennis jarang berada di rumah karena terus mencari dirinya. Keyra merasa sakit mendengar semua itu, tapi Keyra masih belum siap untuk bertemu dengannya. Dia masih merasa sakit karena penghianatan yang di lakukan Dennis, dan dia tidak yakin bisa memaafkan penghianatan yang di lakukan Dennis.

 

Keyra lalu kembali memusatkan perhatiannya pada Ellen yang tengah berlari karena Ken mengejarnya. Gadis kecil itu lalu terjatuh, dan hampir menagis, namun Ken buru-buru mengakatnya dan mengajaknya berputar-putar yang membuatnya tertawa riang. Ken cukup baik dengan anak-anak.

 

“Mereka berdua melupakanku,” ujar Sheline yang kini tengah melangkah medekatinya.

Keyra tersenyum pada calon istri kakaknya. “Jika kalian memiliki anak, Ken akan menjadi ayah terbaik yang pernah ada.”

“Dia mencintai anak-anak,” sahut Sheline.

“Anak-anak kalian akan menjadi anak-anak yang paling beruntung memiliki kalian sebagai orang tua,” gumamnya.

Sheline menyentuh perut Keyra lalu mengusapnya dengan lembut. “Dia juga akan menjadi anak yang paling beruntung karena memilikimu.”

“Tapi dia tidak akan mendapatkan cintai ayahnya,” rasa sakit terbentuk di dadanya saat mengucapkan kata-kata itu.

“Dia pasti mendapatkan cinta yang sangat besar dari ayahnya setelah dia lahir nanti,” hibur Sheline.

 

Keyra berharap seperti itu, namun sepertinya itu tidak akan terjadi. Dennis tidak ingin memiliki anak, dan dia begitu marah ketika Keyra memberitahunya tentang kehamilannya. Jadi dia tidak yakin Dennis akan bisa mencintai anak mereka, tapi meski tidak mendapatkan cinta dari ayahnya, anaknya akan mendapatkan banyak cinta dari dirinya, neneknya juga pamannya.

 

“Bagaimana dengan persiapan pernikahan kalian ?” Keyra mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Sebentar lagi akan selesai. Dan Ken bersikeras ingin menikah di rumah perkebunan itu,” sahut Sheline bahagia.

Rumah perkebunan yang Sheline maksud adalah rumah perkebunan yang Ken beli di dekat perkebunan keluarga Wayne. Mengingat tempat itu membuat Keyra mengingat semua kenangan indahnya bersama Dennis di sana, membuatnya kembali merasa sakit.

 

“Nyonya Wayne seseorang mencari anda,” ujar seorang pelayan ketika Keyra hendak membuka mulutnya untuk berbicara.

“Siapa ?” tanyanya pada pelayan itu.

“Saya tidak tahu nyonya, tapi orang itu memaksa ingin bertemu dengan anda,” sahut pelayan itu lalu mengangguk dan meninggalkan tempat itu.

“Temuilah, mungkin itu nyonya Wayne,” ujar Sheline yang tampak yakin kalau orang yang menemuinya adalah nyonya Wayne. Tidak ada orang yang pernah mencarinya kerumah itu selain nyonya Wayne jadi Keyra juga merasa itu nyonya Wayne. Tapi nyonya Wayne tidak akan memaksa untuk bertemu dengannya.

Keyra tiba-tiba saja merasa itu adalah Dennis. Nyonya Wayne mengatakan Dennis tidak pernah menyerah untuk mencarinya, jadi entah mengapa dia merasa yakin kalau orang itu adalah Dennis. Keyra merasa ragu namun dia tetap melangkah ketempat di mana orang yang mencarinya berada.

 

Ketika melangkah keruang tamu pertanyaan Keyra terjawab….

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s