RSS

We Belong Together Bab 7

06 Sep

we-belong-together

 

 

 

 

 

 

Dennis meminta pelayan itu untuk tidak memberitahu Keyra kalau dirinyalah yang datang mencarinya ketika pelayan itu mengatakan akan memanggilkan Keyra. Setelah pencarian panjangnya, Dennis akhirnya mengetahui tempat persembunyian Keyra selama ini. Dennis mengetahui persembunyian Keyra dari ibunya, dan bodohnya dia tidak pernah curiga kalau ibunya tahu keberadaan Keyra. Ketika ibunya membawa Ellen dan mengatakan akan menitipkannya pada temannya, Dennis seharusnya curiga, tapi karena ibunya tidak menyukai Ellen, dia tidak merasa curiga sedikitpun. Jika kemarin dia tidak meminta orang kepercayaannya mengikuti ibunya mungkin Dennis masih mencari di mana istrinya itu.

 

Dennis sangat marah saat tahu di mana Keyra tinggal selama ini. Bagaimana mungkin Keyra bisa bertemu dengan Ken dan tinggal bersamanya ? Semua ini tidak mungkin hanya kebetulan. Ken pasti memata-matai mereka hingga….

 

“Dennis….” suara lembut itu membuyarkan lamunannya.

Dennis segera berdiri dan menolah pada pemiliki suara. Keyra melangkah masuk kedalam ruangan itu dan berdiri beberapa langkah darinya. Keyra tampak enggan untuk melangkah lebih dekat dengannya.

“Apa yang kau lakukan di sini ?” Dennis tidak bisa menahan untuk tidak menayakan hal itu.

“Karena di sinilah tempatku seharusnya,” sahut Keyra.

“Apa maksudmu ? Apa kau dan pria itu tel…..”

“Dia kakakku,” sela Keyra sebelum Dennis menyelesaikan ucapannya. “Ken kakakku.”

Dennis tertegun mendengar ucapan Keyra, namun kemudian dia tertawa. “Dia kakakmu ? Bagaimana mungkin Ken Zackbrunch kakakmu sementara kau….”

“Dia memang adikku, adik kandungku yang menghilang saat berusia satu tahun. Aku memiliki bukti kalau Keyra adalah seorang Zackbrunch,” ujar suara berat di belakang Keyra.

 

Dennis menoleh pada Ken yang berdiri di ambang pintu. Pria itu menatapnya dengan tatapan tajam, tampak siap untuk membunuh Dennis. Ken melangkah masuk kealam ruangan itu dan berdiri di smaping Keyra, dia lalu merangkul lengan Keyra dengan protektiv. Apa yang di lakukan Ken mambuatnya sangat marah. Dia ingin menghajar Ken hingga seluruh wajahnya memar.

“Kau tampak ingin membunuhku karena menyentuhnya,” ejek Ken lalu terkekeh. “Dia adikku dan kau tidak berhak melarangku menyentuhnya, dan tidak akan bisa tentunya.”

Dennis menggepalkan tangannya dan melangkah mendekati Ken. Dennis hendak melayangkan tinjuan di wajah Ken tapi Keyra segela melangkah di hadapan Ken yang membuat Dennis menahan tinjuannya.

“Ken tolong berikan waktu untuk kami berbicara,” ujar Keyra tanpa mengalihkan tatapannya dari Dennis.

Ken tampak ingin membantah namun tiba-tiba saja dia melangkah meninggalkan ruangan itu.

“Jangan bertindak bodoh Dennis. Kau berada di rumah Ken dan bersikap sopanlah padanya,” gumam Keyra.

“Aku tidak peduli dimana aku berada, dan kita tidak akan berbicara di sini. Aku akan membawamu pulang,” geram Dennis.

“Tidak,” tolak Keyra. “Aku tidak bisa pulang bersamamu, tidak setelah kau menghianatiku.”

 

Dennis menegang mendengar ucapan Keyra. Keyra ternyata melihatnya mencium perempuan itu, dan inilah alasan Keyra meninggalkannya. Dennis telah mengecewakannya.

“Sayang, aku bi….”

“Tidak,” Keyra menghentikannya untuk menjelaskan semua yang terjadi. “Aku melihatnya, Dennis, jadi aku tidak membutuhkan penjelasanmu. Kau melakukan semua itu hanya karena aku hamil, dan aku tidak bisa menerimanya. Sekarang tidak ada lagi yang perlu di bicarakan jadi pergilah.”

“Keyra ku moh….”

“Aku tidak ingin mendengarmu mengatakan apapun. Tolong pergilah,” pinta Keyra dengan suara bergetar. Keyra terlihat tampak putus asa dan terluka.

Keyar tidak pernah seperti ini sebelumnya. Melihat Keyra seperti ini membuatnya merasa menjadi pria brengsek. Dialah yang menyebabkan semua ini terjadi.

“Baiklah aku akan pergi, tapi aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan maaf darimu,” ujar Dennis lalu melangkah pergi meinggalkan rumah itu.

 

***

 

Hari-hari berlalu dengan begitu cepat dan Dennis benar-benar tidak menyerah untuk mendapatkan maaf dari Keyra. Pria itu setiap hari mengirimkan bunga untuknya sebagai permintaan maaf yang membuat kamarnya hampir penuh oleh bunga-bunga yang di kirim Dennis. Ken selalu menggodanya karena semua itu, dan sekarang Dennis ada di luar menunggu Keyra menemuinya. Sudah dari pagi Dennis menunggunya namun Keyra berusaha keras untuk mengabaikannya. Dia tidak mau menemui Dennis karena dia yakin akan luluh dangan apapun yang akan Dennis katakan.

“Sebentar lagi akan turun hujan, dia bisa mati kedinginan,” ujar Ken tiba-tiba.

“Dia bisa pergi jika tidak ingin kedinginan,” sahut Keyra seolah-olah tidak peduli.

Ken mengerutkan dahi kemudian melangkah masuk kedalam kamar. Dia membanting tubuhnya di sofa.

“Aku rasa dia benar-benar menyesali perbuatannya. Dia tidak akan membuang-buang waktu dengan mengirimkanmu bunga dan menunggumu di luar dari pagi hingga malam seperti ini.”

“Jika dia tidak ingin membuang-buang watunnya dia bisa pergi,” geramnya karena Ken mencoba membuatnya keluar untuk menemui Dennis.

Ken menghela nafas lalu menggeleng dan meninggalkan kamar itu. Keyra menyelimuti Ellen kemudian melangkah menuju jendela. Dia menatap kebawah di mana mobil Dennis terparkir. Penjaga sudah memintanya pergi tapi Dennis tidak mau pergi sebelum Keyra menemuinya. Para penjaga tidak berani memaksanya karena mereka tahu Dennis adalah suami dari adik bos mereka. Di luar sana rintikkan hujan mulai turun lalu rintikkan hujan itu berubah menjadi hujan yang sangat lebat.

 

“Dia tidak mau masuk ataupun pergi sebelum kau menemuinya,” ujar Sheline.

Keyra menoleh pada Sheline yang tengah melangkah mendekatinya. Sheline berdiri di samping Keyra dan melihat apa yang Keyra lihat di bawah sana.

“Aku tahu kau masih marah padanya tapi setidaknya temui dia dan minta dia masuk atau pergi. Dia akan sakit jika terus berada di sana kemudian kau akan menyesal karena berpikir kau adalah penyebab dia sakit,” lanjut Sheline.

Keyra menegang mendengar ucapan Sheline. Apa yang di katakan Sheline memang benar tapi dia tidak bisa menemuinya.

“Aku tidak bisa,” gumamnya.

Sheline menghela nafas lalu mengusap punggungnya. “Kau benar-benar keras kepala seperti Ken.”

Setelah mengatakan semua itu Sheline pergi meninggalkannya sendiri di sana. Keyra kemudian kembali ketempat tidur dan berbaring di samping Ellen. Dia mencoba memejamkan matanya, namun dia tidak bisa terlelap. Dia terus memikirkan Dennis yang menunggunya di bawah sana, dia bahkan belum makan atau minum apapun dari pagi. Di masa lalu Dennis pernah berjuang demi mendapatkan dirinya, dan dia tidak pernah menyerah hingga dia bisa mendapatkan dirinya. Dan apa yang di lakukan Dennis kali ini lebih dari yang di lakukannya di masa lalu.

 

‘Oh ya Tuhan, apakah pria itu sudah gila sampai melakukan semua ini demi dirinya ?’ pikirnya.

Keyra benar-benar tidak menyangka Dennis akan melakukan hal gila seperti ini demi mendapatkan maaf darinya. Sebenarnya Keyra sudah memaafkannya hanya saja dia takut Dennis akan mengulanginya kembali. Setelah Dennis menghancurkan kepercayaannya Keyra sulit untuk memberikan Dennis kepercayaan lagi.

 

***

 

Jam di dinding sudah menunjukan pukul empat, dan Keyra masih belum bisa memejamkan mata. Dia tidak bisa berhenti memikirkan Dennis yang masih ada di luar. Hujan masih belum reda dari semalam, dan Dennis belum makan atau minum dari kemarin. Bagaimana jika Dennis sakit ? Benar apa yang di katakan Sheline. Dia akan menyesal jika Dennis sakit terlebih lagi dialah alasan Dennis tetap berada di luar.

 

Keyra bangun dari ranjang kemudian melangkah keluar dari kamarnya. Keyra mengambil makanan dan membuat teh untuk Dennis, dia meletakan makanan dan teh itu di atas meja, dan setelah itu dia mengambil payung dan keluar untuk menemui Dennis.

 

Keyra mengetuk kaca mobil beberapa kali hingga Dennis membuka pintu mobilnya. Keyra meringis melihat betapa kacaunya Dennis.

“Masuklah kedalam,” ujar Keyra.

Dennis tidak mengatakan apapun, dia hanya mengangguk lalu turun dari mobil dan mengikuti Keyra masuk kedalam rumah. Keyra mengajaknya keruang makan.

“Makanlah, aku akan menyiapkan kamar untukmu,” Keyra berbalik dan hendak melangkah pergi namun Dennis menahannya.

“Aku suamimu dan aku akan tidur denganmu, tidak di kamarlain,” ujar Dennis dengan suara serak.

“Kita tida….”

“Jika kau tidak mau aku akan kembali kemobil dan tidur di sana,” ancamnya.

Keyra tertegun mendengar ancaman itu. Dennis tampaknya tahu apa yang akan di lakukan untuk membuat Keyra tidak bisa membantahnya.

“Baiklah, tapi kau harus menghabiskan makananmu. Aku tidak ingin kau sakit dan menulari putriku,” sahut Keyra yang membuat Dennis tersenyum penuh kemenagan. “Dan kau tidak boleh berbuat macam-macam.”

“Aku tidak bisa berjanji untuk itu, kau tahu saat bersamamu aku tidak bisa menjauhkan tanganku darimu, jadi biarkan aku sedikit macam-macam padamu, mungkin hanya sebuah pelukan untuk membuat kita lebih hangat, dan dengan begitu kita bisa tidur nyenyak,” gumam Dennis sambil memakan makanannya.

Kata-kata Dennis membuat Keyra ingin mencakar wajah tampannya itu. Tapi dia tidak ingin seluruh orang di rumah ini bangun sepagi ini jadi dia menahan keinginannya.

Dennis memberinya isyarat untuk duduk di bangku kosong yang ada di sampingnya. Keyra menuruti keinginannya karena tidak ingin berdebat dengannya. Keyra menunggu Dennis makan dan setelah selesai mereka naik kelantai atas di mana kamar Keyra berada.

 

Keyra naik keatas ranjang kemudian berbaring di smaping Ellen. Dennis menyusulnya beberapa saat kemudian. Dennis berbaring di sampingnya lalu memeluknya.

“Dennis, apa yang kau la….”

“Aku sudah mengatakan, aku tidak berjanji untuk tidak memelukmu. Tolong jangan menolak pelukkanku, aku membutuhkannya,” ujar Dennis memotong ucapannya lalu menghirup aroma Keyra.

Keyra membiarkan Dennis memeluknya karena sebenarnya dia juga membutuhkan pelukan dari Dennis. Keyra tidak hanya membutuhkan pelukan Dennis, dia juga membutuhkan Dennis dalam kehidupannya dan kehidupan bayi mereka, tapi Dennis tidak menginginkan bayi yang ada di dalam kandungannya, dan Keyra tidak bisa menerima hal itu.

 

“Pulanglah bersamaku,” gumam Dennis.

“Tidak,” tolaknya.

“Kenapa ? Kenapa kau tidak mau pulang bersamaku ?“ suara Dennis terdengar begitu terluka.

Keyra memejamkan mata lalu berbalik untuk menatap Dennis. “Kau menghianatiku Dennis, kau menghianatiku ketika aku memberikan kepercayaan padamu,“ suara Keyra bergetar menahan tangisnya. “Saat itu aku sangat yakin kau tidak akan melakukannya, tapi ternyata aku salah.”

“Maafkan aku. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan akan memperbaiki semuanya.”

“Aku tidak yakin bisa mengembalikan kepercayaan yang telah kau hancurkan,” ujar Keyra lalu memejamkan matanya untuk menenagkan dirinya. Keyra menyentuh perutnya kemudian membuka matanya. “Dan aku tidak bisa hidup denganmu yang tidak bisa menerima anakku”

Keyra merasakan tubuh Dennis menegang. Dia tamapak ingin mengatakan sesuatu tapi tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Keyra menunggunya untuk berbicara tapi ketika Dennis tidak berbicara Keyra melanjutkan.

“Setelah ini kumohon jangan datang lagi. Kau hanya akan membuang-buang waktumu datang kemari. Maaf aku mengecewakanmu,” lirih Keyra lalu kembali memunggunginya.

Air mata yang dari tadi di tahanya akhirnya mengalir. Keyra sudah berusaha menahan untuk tidak menagis tapi pembicaraan ini telah menguras emosinya.

 

***

 

Sore itu Ken mengajak Keyra, Sheline dan Ellen bersenang-senang di luar. Ken mengajak mereka kesemua tempat hiburan, dan setelah lelah mereka makan di sebuah café. Ken memesan banyak makanan kesukaan Ellen, dan gadis kecil itu memakan makananya dengan lahap. Sedangkan Keyra, dia memikirkan Dennis yang entah sejak kapan dia meninggalkan rumah itu. Saat bangun Keyra tidak menemukan Dennis di sisinya, membuatnya merasa kehilangan.

 

“Kenapa kau memberikan Keyra nama seperti itu ? Aku rasa itu terdengar sedikit aneh,” ujar Sheline penasaran ketika Ken mengatakan dialah yang memberi Keyra nama itu.

“Keyra terdengar seperti Keyla. Aku menyukai nama Keyla tapi tetangga kami memiliki nama itu jadi aku memanggil adikku Keyra. Nama Keyra sebenarnya adalah Alena Zackbrunch, tapi aku tidak mau memanggilnya Alena karena itu tidak mirip dengan nama ku. Kenzo dan Keyra, bukankah itu mirip ?” jelas Ken mengungkapkan kebenaran itu.

Sheline tertawa mendengar penjelasan Ken. “Sepertinya kau sangat menyayangi adikmu hingga menganti namanya agar mirip denganmu, tapi sungguh nama itu tidak begitu mirip. Ya Tuhan, kau benar-benar konyol.”

Ken meringis mendengar kata-kata yang di ucapan kekasihnya. Keyra memaksakan dirinya tersenyum untuk menyembunyikan apa yang terjadi pada dirinya. Dia tidak mau sepasang kekasih itu mengetahui apa yang kini tengah di rasakannya.

“Tidak begitu mirip bukan berarti tidak miripkan. Bagiku nama itu adalah nama terindah setelah namamu,” gumam Ken, membuat Sheline tidak bisa berhenti tertawa.

 

Ken adalah pria yang selalu serius, dan sering kali menunjukan wajah dinginnya pada setiap orang, hingga mereka berpikir dia tidak akan bisa bercanda seperti saat ini. Ken tampaknya menujukkan sisi santainya hanya pada orang-orang yang di sayanginya.

“Berhentilah tertawa, kau seperti penyihir menjengkelkan,” gerutu Ken karena Sheline tidak juga berhenti menertawakannya.

Sheline menghentikan tawanya lalu memukul lengannya. Ken tersenyum lalu memakan makanannya.

“Mulai sekarang aku akan memanggilmu Alena. Aku tidak mau mengikuti si bodoh ini memanggilmu seperti itu,” ujar Sheline pada Keyra.

Keyra tersenyum padanya. “Aku suka nama Keyra, lagipula semua orang mengenalku dengan nama ku sekarang, dan nama itu sangat indah.”

“Ah kalian kakak dan adik yang sangat manis,” komentar Sheline yang membuat Ken tersenyum, senyum yang membuatnya semakin tampan.

Sheline mengatakan setelah Keyra mengetahui siapa Ken sebenarnya, dia menjadi lebih sering tersenyum. Sebelumnya Ken tidak pernah benar-benar bisa tersenyum, dan dia selalu merutuki siapapun yang membuat kesalahan. Tapi karena dirinya Ken tidak lagi seperti itu. Keyra tidak menyangka pengaruh dirinya pada Ken ternyata begitu besar.

 

Mereka menghabiskan makanannya kecuali Keyra. Dia tidak menghabiskan makananya karena tidak bisa berhenti memikirkan Dennis. Dennis pergi karena keinginannya tapi kenapa dia merasa tidak senang tentang hal itu ? Apakah dia ingin Dennis terus berjuang untuk dirinya ? Tapi dia sudah mengusir Dennis, dan memintanya untuk tidak kembali lagi. Mungkin sekarang Dennis tidak akan kembali lagi, dan anaknya tidak akan pernah mendapatkan cinta dari ayahnya.

Pemikiran itu membuat dadanya terasa sakit. Kenapa dia harus merasakan sakit ini jika dialah orang yang ingin Dennis pergi ?

Setitik air mata mengalir di pipinya lalu dia buru-buru menghapusnya sebelum Ken dan Sheline menyadarinya. Dia tidak ingin siapapun melihat kerapuhannya saat ini.

 

 

 

 

(kalau mau baca bab berikutnya tanpa harus menunggu di update baca aja di akun wattpad KeynaChoi )

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 6 Sep 2016 in 18+, Novel, True Love Stories

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: