Posted in 18+, Novel, True Love Stories

We Belong Together Bab 8

we-belong-together

 

 

 

 

 

 

Saat di tengah perjalanan pulang hujan kembali turun. Ini adalah musim hujan jadi hujan turun setiap hari di sana. Keyra mengeratkan pelukannya pada Ellen yang tengah terlelap di dalam pelukannya lalu mencium dahinya. Keyra masih memikirkan tentang Dennis yang pergi begitu saja setelah dia memohon agar Dennis meninggalkannya. Sekarang Keyra menyesal karena telah mengucapkan kata-kata itu. Dia tidak ingin Dennis pergi, dia ingin Dennis terus berjung untuk dirinya. Sekarang apa yang harus di lakukannya ? Apakah dia harus pergi mencari Dennis dan meminta maaf padanya ? Tapi bagaimana jika Dennis memintanya membunuh anak mereka jika dia datang meminta maaf karena telah mengusirnya ?

 

‘Oh Tuhan, kenapa semua ini menjadi sangat kacau,’ pikirnya.

 

Beberapa menit kemudian mereka tiba di rumah. Sheline terun dari mobil kemudian membuka pintu penumpang dan mengambil Ellen dari dekapan Keyra. Sheline lalu berlari keteras agar mereka tidak basah karena hujan. Keyra mengikuti mereka dan betapa terkejutnya dia saat melihat seorang pria tertidur di kursi yang ada di teras dengan pakaian basah.

 

Dennis tidak meninggalkannya, dia tidak menyerah untuk membuat Keyra mendapatkan kembali kepercayaannya yang telah hilang.

“Dia tampak kacau,” gumam Ken yang kini telah bergabung bersama mereka. “Kau harus membangunkannya dan ajak masuk kedalam sebelum dia sakit.”

“Terlambat, sepertinya dia demam,” ujar Sheline.

Keyra segera menghampirinya kemudian menyentuh dahinya dan benar saja Dennis demam. Keyra menguncang tubuh Dennis dengan lembut. Dennis membuka matanya dan mengerjab beberapa kali, dan tersenyum padanya.

“Bagun dan masuklah,” perintah Keyra.

Dennis berdiri dan hendak mengikuti Keyra masuk namun dia tampaknya terlalu lemah untuk berjalan. Keyra yang melihat itu membantunya berjalan dan mengajaknya kekamarnya.

 

Keyra mengambil handuk di dalam lemari kemudian menyerahkannya pada Dennis.

“Tunggu di sini, aku akan meminjam pakaian Ken untuk kau kenakan,” ujarnya kemudian melangkah keluar dari kamarnya. Saat ada di luar kamar dia melihat Sheline melangkah ketempatnya dengan pakaian bersih di tangannya.

“Aku membawa pakaian untuknya,” Sheline menyerahkan pakaian bersih itu pada Keyra lalu melihat kedalam kamar. “Penjaga gerbang mengatakan dia datang sejam yang lalu dengan berjalan kaki, dan dia menolak masuk kedalam rumah saat pelayan memintanya menunggu di dalam. Dia mengatakan tidak akan masuk sebelum kau datang.”

“Dia sudah gila,” sahutnya, “Sebaiknya dia menganti pakaiannya sebelum dia lebih sakit lagi.”

Sheline mengangguk lalu melangkah pergi meninggalkannya. Keyra kembali masuk kedalam kamar dan menyerahkan pakaian itu pada Dennis.

“Ken belum pernah mengenakan pakaian itu,” gumamnya.

Dennis mengangguk lalu mengambil pakaian itu dari tangannya kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk menganti pakaiannya. Sementara Dennis menganti pakaiannya Keyra pergi membuat teh dan meminta pelayan membuatkan sup untuk Dennis. Setelah membuat teh Keyra kembali kekamar dan menemukan Dennis telah menganti pakaiannya dengan pakaian Ken. Dennis kini tengah duduk di ranjang, dan wajahnya masih pucat.

 

Keyra melangkah mendekatinya lalu menyerahkan teh itu padanya, dan Dennis mengambil teh itu lalu meminumnya.

“Setelah itu istirahatlah,” ujar Keyra.

“Kita perlu bicara,” gumam Dennis dengan suara serak.

“Nanti saja, sekarang kau butuh istirahat agar keadaanmu lebih baik,” tolak Keyra dengan lembut. Dennis tampak ingin membantah namun entah mengapa dia lebih memilih mengikuti ucapan Keyra. Dia berbaring lalu Keyra menyelimutinya, setelah itu dia berbalik dan hendak melangkah pergi namun Dennis menahannya.

“Jangan pergi, tolong tinggal di sini bersamaku,” pinta Dennis.

Keyra kembali menolah padanya dan melihat permohonan di mata suaminya itu. Dia mengangguk dan duduk di samping Dennis.

“Berbaringlah bersamaku, aku butuh memelukmu.” Keyra lagi-lagi menurut permintaan Dennis.

 

Keyra naik keatas ranjang lalu berbaring di samping Dennis dan suaminya itu memeluknya erat, seakan Keyra akan menjauh jika dia tidak memeluknya dengan erat. Keyra memejamkan mata dan menikmati pelukan hangat suaminya itu. Dia merasakan Dennis mencium kepalanya.

“Dulu saat masih kecil ayah sangat membenciku,” gumam Dennis secara tiba-tiba. Keyra mengakat kepalanya dan menatap Dennis.

“Kau harus beristirahat,” ujarnya mengingatkan Dennis.

Dennis menggeleng. “Aku harus mengatakan semua ini padamu agar kau mengerti,” Dennis memejamkan mata, dan mengingat kejadian bertahun-tahun yang lalu. “Dia tidak pernah menyayangiku seperti yang seharusnya di lakukan seorang ayah pada anaknya. Setiap kali aku mencoba mengajaknya berbicara dia selalu membentakku dan mengatakan aku bencana dalam pernikahannya. Dia selalu pulang tengah malam dalam keadaan mabuk yang membuat ibu selalu menagis. Dia juga sering tidur dengan perempuan-perempuan murahan yang di temuinya.”

 

Keyra tertegun mendengar cerita Dennis. Dia tidak percaya tuan Wayne melakukan semua itu. Selama mengenal tuan Wayne, dia tidak pernah melihat kalau tuan Wayne adalah ayah dan suami yang buruk. Tuan Wayne tampak begitu memuja dan mencintai istri juga anaknya, dan tuan Wayne juga selalu bangga akan keahlian Dennis melakukan segala hal. Nyonya Wayne juga tampak begitu mencintai tuan Wayne dan melakukan segala cara untuk membahagiakan tuan Wayne yang membuatnya percaya dalam pernikahan mereka tidak pernah ada masalah besar yang terjadi.

“Aku tahu kau tidak percaya ayah adalah seorang yang brengsek karena selama ini dia tampak seperti suami dan ayah yang luar biasa,” ujar Dennis seakan tahu apa yang ada di dalam pikirannya.

“Kenapa kau menceritakan semua itu ?” tanya Keyra ingin tahu kenapa Dennis mengunkapkan semua itu pada dirinya.

“Karena aku ingin kau tahu bahwa aku bisa saja menjadi ayah seperti ayahku. Aku memiliki darahnya dalam tubuhku jadi aku bisa saja seperti dia,” erang Dennis.

Sekarang Keyra mengerti kenapa selama ini Dennis menolak untuk memiliki anak. Dennis takut akan menjadi ayah yang buruk untuk anak mereka. Keyra lalu menyentuh pipi Dennis.

“Kau mencintaiku ?”

“Sangat dan selalu. Kau adalah segalanya bagiku,” gumamnya lalu menggenggam tangan Keyra dan menciumnya.

“Jadi aku yakin kau tidak akan menjadi ayah seperti itu. Kau akan menjadi ayah yang luar biasa, Dennis. Kau akan menjadi ayah yang memiliki begitu banyak cinta untuk anak kita, dan diriku,” ujarnya yakin tanpa keraguan.

“Bagaimana kau bisa seyakin itu ? Ayah juga sangat mencintai ibu tapi dia melakukan semua itu hanya karena ibu lebih memperhatikanku. Bagaimana jika kau lebih memperhatikan anak kita dan aku menjadi seperti ayah ?”

“Kau mencintaiku dan aku yakin kau tidak ingin melukai ku, jadi kau tidak akan pernah melakukan hal bodoh itu karena itu akan melukaiku, ” sahutnya.

 

Dennis terdiam karena ucapannya dan Keyra yakin kalau Dennis menyadari kebenaran dalam ucapannya. Dennis lalu menatapnya dan mengangguk yang membuat Keyra tersenyum tulus untuk pertama kalinya setelah berminggu-minggu.

“Aku selalu ingin melindundungimu dari segala hal yang menyakitimu,” gumam Dennis.

Keyra mengecup bibirnya. “Aku percaya padamu jadi sekarang tidurlah.”

Dennis lagi-lagi mengangguk dan mengikuti perintah Keyra. Dia mengeratkan pelukannya di tubuh Keyra dan terlelap.

 

***

 

Ketika bangun dari tidurnya Keyra menemukan Dennis tengah menatapnya, membuat kedua pipinya memerah. Dennis terkekeh kemudian mencium dahinya dengan sayang.

“Aku tidak pernah melihatmu tertidur pulas seperti ini,” ujar Dennis.

“Jam berapa ini ?” tanyanya.

“Enam pagi,” sahut Dennis yang membuat Keyra terbelalak.

“Semalam aku meminta pelayan membuatkan sup untukmu. Astaga kenapa aku bisa ketiduran,” Keyra hendak bangun namun Dennis menahannya. “Dennis aku har….”

“Pelayan sudah mengantarkannya semalam, dan aku sudah memakannya jadi kau tidak perlu khawatir,” ujar Dennis menenagkannya.

 

Keyra menghela nafas kemudian kembali berbaring dengan nyaman dalam dekapan Dennis. Keyra menengelamkan wajahnya di dada bidang suaminya dan menghirup aroma tubuh Dennis. Ya Tuhan, dia sudah begitu lama merindukan berada dalam dekapan Dennis, dan aroma tubuh Dennis yang memabukkan. Keyra bahkan sudah lupa bagaimana rasanya berada dalam dekapan hangat Dennis. Rasanya begitu nyaman dan menenagkan.

Keyra lalu mengingat cerita Dennis semalam. Dia masih penasaran bagaimana tuan Wayne akhirnya bisa berubah setelah semua hal yang di lakukannya.

“Dennis, tentang semalam. Hmm maksudku tentang ayah. Bagaimana ayah bisa berubah menjadi lebih baik, dan ibu, bagaimana sikap ibu saat mengetahui semuanya ?” Keyra benar-benar ingin tahu tentang semua itu.

“Saat itu aku berusia delapan tahun. Ayah mengemudi dalam keadaan mabuk dan dia bersama seorang perempuan yang sudah di tidurinya. Entah apa yang mereka lakukan di dalam mobil hingga ayah menabrak seseorang pengemudi dan karena jalan saat itu tengah ramai tabrakan beruntun tidak bisa di hindari…”

“Tab… tabrakan beruntun ?” tanya Keyra terkejut dengan apa yang di dengarnya. Saat itu Dennis berusia delapan tahun dan itu berarti saat itu dia berusia satu tahun. Oh ya Tuhan, ini adalah takdir yang benar-benar tidak terduga. Dennis menganggu lalu Keyra melanjututkan. “Dennis, kecela… Kecelakaan itu menewaskan orang tuaku.”

Tubuh Dennis menegang dan wajahnya semakin pucat. Melihat reaksi Dennis, Keyra merasa tahu apa yang ada di dalam pikiran Dennis. Keyra memeluk Dennis kemudian meletakan kepalanya di dada Dennis.

“Ada apa ?” Keyra sudah tahu apa yang di pikirkannya, tapi dia tetap bertanya.

“Ayahku adalah penyebab kecelakaan yang menewaskan orang tuamu,” gumam Dennis.

“Lalu ?” Keyra mengakat kepalanya dan menatap Dennis.

“Kau tidak membenci ku ?”

“Kau tidak melakukan apapun jadi kenapa aku harus membenci mu ?”

“Tapi ayahku ad….” Keyra meletakan telunjuknya di bibir Dennis untuk menghentikannya berbicara.

“Mungkin memang benar ayahmu adalah penyebab tewasnya orang tua ku, tapi jika semua itu tidak terjadi mungkin kita tidak akan bertemu, dan tidak akan merasakan indahnya cinta ini. Aku benar-benar tidak peduli siapa penyebab dari kematian orang tua ku, karena meskipun aku mengetahuinya aku tidak bisa mengubah masa lalu,” ujar Keyra meyakinkannya.

 

Dennis memejamkan mata lalu mengeratkan pelukan di tubuh Keyra. Dia mencium dahi Keyra dan menghirup aroma rambutnya. Mereka terdiam selama beberapa saat untuk menikmati kebersamaan mereka. Keyra lalu meminta Dennis melanjutkan cerita tentang kedua orang tuanya yang sempat terpotong.

“Dalam kecelakaan itu ayah koma selama setahun dan perempuan yang bersamanya tewas,” lanjut Dennis. “Ibu dengan setia merawatnya meski ayah telah bersikap begitu buruk padanya. Saat itu ibu masih muda dan dia bisa menikah dengan pria manapun yang di inginkannya, tapi dia tidak melakukannya. Cintanya pada ayah terlalu besar hingga dia rela menanggung penderitaan atas segala yang di perbuat ayah. Aku pernah mengajak ibu meninggalkan ayah, tapi ibu mengatakan tidak akan pergi jika bukan ayah yang memintanya. Ibu benar-benar bodoh kare…”

“Ibu tidak bodoh Dennis,” bentak Keyra karena Dennis mengatakan nyonya Wayne bodoh. “Tidak ada seorang istri yang bodoh karena terlalu mencintai suaminya, meski suaminya adalah pria brengsek. Ibu tetap bertahan bukan kerena bodoh tapi karena ibu yakin ayah akan berubah, dan lihatlah ayah memang berubahkan.”

“Itulah yang di yakini ibu sampai dia rela menangung rasa sakit karena perbuatan ayah. Yeah, dia memang berubah, tapi dia berubah setelah dia tidak bisa melakukan apapun,” geram Dennis menahan amarah.

Keyra mengusap dada Dennis untuk menenagkannya. “Sudahlah sekarang kita mandi dan turun kebawa. Aku sudah lapar.”

 

Dennis mengangguk kemudian mereka bangun dan mandi bersama. Setelah selesai mandi mereka turun dan sarapan bersama. Ken dan Sheline tampak terkejut karena Dennis dan Keyra turun dengan bergandengan. Tetapi tidak ada satupun dari mereka yang bertanya, jadi Keyra tidak perlu repot-repot menjelaskan apapun pada mereka.

 

***

 

Setelah Dennis mengatakan segalanya, Keyra akhirnya memutuskan untuk kembali pulang bersamanya. Dennis juga mengatakan kejadian malam di mana dia pulang dalam keadaan mabuk. Malam itu tidak ada yang terjadi di antara Dennis dan perempuan itu. Dennis hanya meracau tak jelas waktu itu dan ketika dia mencium perempuan itu dia berpikir perempuan itu Keyra. Dennis mabuk saat itu dan tentu saja dia tidak bisa berpikri dengan baik. Keyra merasa lebih baik setelah mendengar penjelasan Dennis. Suaminya itu ternyata tidak pernah menghianatinya.

Tapi Keyra bersyukur atas kejadian itu, karena kejadian itu dia menemukan fakta bahwa dia masih memiliki seorang kakak, dan karena semua itu Dennis bisa menerima calon anak mereka dan Ellen. Sekarang Dennis sangat dekat dengan Ellen, dan begitu perhatian pada calon anak mereka. Dennis selalu menjaganya dan memastikan dia dan calon anak mereka baik-baik saja. Dennis juga melakukan segala hal yang di inginkan Keyra untuk membuat suasana hati Keyra tetap terjaga. Sekarang kandungan Keyra sudah menginjak bulan ke sembilan. Sebentar lagi Keyra akan melahirkan dan Dennis tampak tidak sabar menunggu kelahiran anak mereka.

 

 

“Papa, kapan adik Ellen keluar dari perut mama ?” tanya Ellen pada Dennis yang kini tengah sibuk menata kamar bayinya.

“Dua minggu lagi,” sahut Dennis tanpa menghentikan aktivitasnya. Dennis mengerjakan kamar bayi itu dari dua bulan yang lalu, dan dia mengerjakan semua itu seorang diri. Dia tidak mau seseorang membantunya mengerjakan semua itu.

“Dua minggu itu kapan ?” tanyanya lagi yang membuat Dennis mengerang.

Keyra yang dari tadi duduk di sofa mengamati Dennis yang tengah menata kamar anak mereka tertawa karena Ellen tidak pernah berhenti bertanya. Gadis kecil itu selalu menayakan segala hal yang ingin di ketahuinya. Seperti beberapa bulan yang lalu dia bertanya bagaimana adiknya ada di dalam perut Keyra dan bagaimana dia akan keluar dari perut Keyra. Wakti itu Dennis benar-benar frustasi karena pertanyaan itu.

 

“Evellen Wayne, mamamu di sampingmu tapi kenapa kau tidak bertanya saja padanya,” gerutunya.

“Paman Ken mengatakan Ellen tidak boleh bertanya pada mama karena adik Ellen akan pusing karena pertanyaan Ellen,” sahut Ellen dengan polosnya.

Keyra tertawa semakin keras karena jawaban yang di berikan Ellen. Dennis mendengus lalu menoleh pada Keyra dan memberikannya tatapan tajam.

“Tolong jangan biarkan kakakmu datang lagi atau aku akan mencekiknya,” gerutu Dennis.

“Paman Ken akan mati jika papa mencekiknya,” ujar Ellen sambil cemberut.

Keyra tidak bisa berhenti tertawa karena ayah dan anak itu. Dennis memelototinya karena menertawakannya. Keyra menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena tidak bisa berhenti tertawa. Keyra bangun kemudian menggenggam salah satu tangann Ellen.

“Evellen, ayo kita pergi makan es krim,” ajak Keyra sambil menahan tawanya.

Dia lalu membawa putrinya keluar dari kamar itu, dan setelah berada di luar dia kembali tertawa. Ellen menatapnya bingung, namun dia tidak bertanya karena ucapan Ken beberapa minggu yang lalu. Karena Ellen tertalu banyak bertanya Ken mengatakan apa yang di katakannya tadi agar dia berhenti bertanya pada Keyra dan Ken mengatakan pada Ellen untuk bertanya pada papanya saja. Sejak hari itu Ellen tidak pernah lagi bertanya padanya, dan selalu bertanya segala hal yang ingin di ketahuinya pada Dennis.

 

Saat tiba di ruang makan Ellen memanjat kursinya lalu duduk di sana sementara Keyra mengambil es krim untuk mereka. Keyra mengambil es krim di dalam kulkas lalu membawanya keruang makan. Ellen menjerit senang saat melihat Keyra membawa es krim itu. Keyra duduk di sampingnya kemudian meletakan es krim di hadapannya.

 

“Beberapa bulan lagi kau akan berulang tahun yang ketiga. Apa yang kau inginkan di hari ulang tahunmu nanti ?” tanya Keyra.

Gadis kecil itu tampak berpikir lalu kemudian mengatajan apa yang di inginkannya. “Ellen mau es krim yang banyak dan tidur bersama papa.”

“Tidak,” ujar Dennis yang kini tengah berjalan mendekati mereka. Dennis lalu duduk di samping Keyra. “Kau tidak boleh terlalu banyak makan es krim atau kau akan menjadi sebesar paus, dan papa tidak akan bisa tidur denganmu saat kau menjadi besar.”

Ellen melihat Dennis kemudian melihat Keyra. “Mama, Ellen tidak mau makan es krim terlalu banyak.”

“Kau memang tidak boleh terlalu banyak makan es krim,” sahut Keyra lalu tersenyum lembut padanya.

Ellen mengangguk kemudian memakan es krimnya. Keyra juga memakan es krimnya dan sesekali dia menyuapi suaminya. Setelah selesai makan es krim mereka pergi kerumah nyonya Wayne lalu kerumah Ken.

Ken dan Sheline kini telah resmi menjadi suami istri dan sekarang Sheline tengah hamil dua bulan. Sheline mendapatkan dirinya hamil setelah beberapa minggu pulang dari bulan madu romantic mereka. Sheline menceritakan betapa romantisnya Ken saat mereka berbulan madu di Swiss yang membuat Keyra merengek pada Dennis untuk membawanya ke negeri itu saat melahirkan nanti.

 

***

 

Dennis dan Keyra menikmati keindahan malam di balkon kamar mereka. Dennis memeluk Keyra dari belakang dan meletakan tangannya di perut Keyra. Bayi itu beberapa kali menendang tangan Dennis yang membuatnya kagum. Dennis tidak pernah berhenti kagum meski telah berkali-kali merasakan anaknya bergerak.

Keyra berbalik menghadapnya, membuatnya kehilangan kesenangannya untuk merasakan bayinya bergerak. Keyra memeluk pinggangnya dan menenggelamkan wajahanya di dadanya. Dennis mencium dahinya kemudian mengeratkan pelukannya di tubuh istrinya.

“Kau membuatku kehilangan kesenanganku,” gumam Dennis.

Keyra terkekeh. “Apa kau tidak bosan ? Kau sudah merasakannya bergerak berkali-kali.”

“Tentu saja tidak, merasakan putraku bergerak di dalam sana adalah hal yang paling menakjubkan,” sahutnya.

Keyra mengangkat kepalanya kemudian dia berjinjit dan menekan ciuman di bibir Dennis. Ketika Keyra akan menarik dirinya Dennis menahannya dan memperdalam ciumannya. Bayi itu bergerak sedikit lebih keras dari biasanya yang membuat Keyra meringis. Dennis bisa merasakan ketika bayinya itu bergerak, lalu dia segera menjauhkan dirinya dari istrinya. Dennis menatapnya khawatir.

 

“Kau baik-baik saja ?” tanyanya khawatir.

Keyra tersenyum lalu mengusap perutnya dengan lembut. “Aku baik-baik saja. Kyle sepertinya lebih bersemangat hari ini.”

Kyle adalah nama yang di pilih Dennis untuk calon anak laki-laki mereka. Dennis tersenyum kemudian berlutut di hadapan Keyra, dan menekan ciuman di perut buncit istrinya.

“Kau harus menjadi anak yang baik, kau tidak boleh membuat mama kesakitan,” ujar Dennis pada anaknya kemudian kembali mencium perut Keyra.

Dennis menatap Keyra dan melihatnya mengusap air mata di pipinya. Dennis bardiri dan menarik Keyra kedalam pelukannya.

“Maaf atas sifat burukku selama ini. Aku tidak seharusnya bersikap brengsek pada kalian. Aku seharusnya sadar kalau aku tidak akan menjadi seperti ayah ketika aku memiliki istri seperti dirimu,” gumam Dennis.

Keyra mengangguk lalu terisak dalam pelukannya. Dennis mencium kepalanya, dan mengusap punggung Keyra dengan lembut.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s