Posted in 18+, Novel, True Love Stories

We Belong Together Bab 10

we-belong-together

 

 

 

 

 

 

 

Setelah selesai berbicara dengan orang kepercayaannya Dennis kembali ke ruang tamu. Dia mengerutkan dahi ketika tidak menemukan Helen di sana. Dia hanya menemukan istri dan putrinya yang sedang menyanyikan sebuah lagu anak-anak yang sering Keyra nyanyikan untuknya. Setelah Ellen menyelesaikan lagunya Keyra bertepuk tangan untuknya.

 

“Kau gadis kecil yang sangat pintar,” puji Dennis.

“Papa,” pekik Ellen saat melihat Dennis berjalan mendekati mereka.

Dennis terkekeh lalu duduk di samping Keyra. Dia lalu mengankat Ellen dan mendudukkannya di atas panguannya. Ellen melingkarkan tangan kecilnya di leher Dennis lalu tertawa senang.

“Kalian sangat manis saat sedang tidak berdebat,” cemooh Keyra.

Dennis tersenyum padanya kemudian mencium pipi Keyra yang merona karena hemilannya. Nafsu makan Keyra bertambah semenjak hamil membuat pipinya lebih berisi, dan itu membuatnya terlihat semakin menggoda. Dennis tidak menyangka perempuan hamil bisa terlihat sangat menggoda seperti istrinya.

“Sudah waktunya dia tidur, jadi sekarang kau harus menidurkannya,” perintah Keyra.

“Kita lakukan sama-sama,” sahut Dennis kemudian mengajak Ellen bangun. Dia juga membantu keyra yang sedikit kesusahan bangun karena perut buncitnya.

Mereka berjalan kelantai atas dan langsung masuk kedalam kamar Ellen yang ada di sebelah kamar mereka. Dennis membaringkan Ellen di ranjangan lalu ikut berbaring di sampingnya, dan ketika berbaring di sampingnya Ellen langsung memeluk Keyra.

 

“Apa gunanya papa di sini jika kau lebih memilih mama,” gerutu Dennis berpura-pura kesal. Tapi lalu dia mengusap punggug putrinya itu, dan Keyra bernyanyi untuknya hingga gadis kecil itu terlelap. Dennis tidak bisa berhenti menatap istrinya yang tengah bernyanyi untuk putri mereka.

“Kenapa kau menatapku seperti itu ?” gumam Keyra yang tampaknya baru sadar Dennis menatapnya.

Dennis tersenyum kemudian mengusap pipi Keyra dengan punggung tangannya. “Kau menjadi semakin cantik, membuatku tidak bisa berhenti menatapmu.”

“Pembohong,” ujarnya dengan pipi semakin merona karena ucapan Dennis.

“Untuk apa aku berbohong jika pada kenyataannya seperti itu. Kau memang semakin cantik,” ujar Dennis bersungguh-sungguh. Tapi dia memang tidak pernah berbohong dengan ucapannya. Keyra selalu cantik di matanya hanya semenjak hamil dia menjadi jauh lebih cantik.

 

Keyra tersenyum dengan malu-malu. Dia tidak pernah melihat Keyra tersenyum dengan malu-malu seperti ini. Oh ya ampun Dennis sangat menyukai senyum malu-malu Keyra.

“Pernahkah kau tersenyum seperti itu pada seorang pria ?” tanya Dennis yang membuat Keyra tampak bingung. “Maksudku tersenyum malu-malu seperti itu, jika ya aku akan mencari pria itu dan membunuhnya.”

“Dennis,” rengek Keyra dengan wajah yang sekarang benar-benar memerah.

Dennis terkekeh karena berhasil membuat seluruh wajah Keyra memerah. Keyra memelototinya kemudian bagun dengan hati-hati agar tak membangun Ellen. Dia lalu berjalan keluar dari kamar putrinya itu.

“Mau kemana kau ?” tanya Dennis saat Keyra melangkah pergi.

“Aku belum meminum susuku,” sahutnya. Tapi tentu saja itu bukan alasan Keyra pergi. Dennis tahu betul kenapa istrinya itu pergi, dan tiba-tiba mengingat untuk meminum susu kehamilannya. Keyra selalu melupakan meminum susunya, dan akan meminumnya jika Dennis memaksanya.

Keyra tidak pernah menyukai susu, dan jika dia pernah sangat ingin meminumnya itu karena kehamilannya. Keyra tidak akan pernah mau meminum susu jika bukan karena kehamilannya.

Dennis bangun kemudian mengecup dahi putrinya, dan menyusul Keyra kedapur.

 

***

 

Saat bangun dari tidur Dennis tidak menemukan Keyra di sampingnya. Dennis mengumpulkan kesadarannya kemudian turun dari ranjang. Dia lalu melangkah mencari di mana istrinya berada. Dennis mencarinya di kamar Ellen dan ketika dia tidak menemukannya di sana dia pergi kedapur.

Liana, pelayan di rumahnya tampak terkejut melihatnya saat dia masuk kedalam dapur. Perempuan itu menatapnya seperti kebanyakan perempuan menatapnya, tapi Dennis mengabaikan hal itu. Perempuan yang tengah sibuk dengan pekerjaannya lebih menarik perhatian Dennis. Dia melangkah mendekati perempuan itu lalu memeluknya dari belakang.

 

“Pagi sayang, aku merindukanmu pagi ini,” gumam Dennis dan mencium kepalanya.

“Hmm…” hanya itu jawaban yang di berikan Keyra.

Dennis meringis mendengar jawaban istrinya itu lalu membalik Keyra menghadapnya. Keyra tampak terkejut saat melihatnya. Istrinya itu tampak melihat dibelakang punggungnya, tempat di mana Liana berdiri saat dia masuk.

“Apa yang kau lakukan ?” bentaknya.

Hai, bukankah seharusnya dia yang bertanya kenapa Keyra memberikan jawaban seperti itu ? Tapi kenapa jadi Keyra yang bertanya padanya ?

Dennis menggeleng kemudian melipat kedua tangannya di dada. “Seharusnya aku yang bertanya. Kenapa kau menjawabku seperti itu ?”

“Jika ingin turun seharusnya kau kenakan bajumu terlebih dahulu,” bentak Keyra mengabaikan pertanyaannya.

 

Dennis tertegun beberapa saat kerena ucapan istrinya itu kemudian dia tersadar kalau ternyata dia tidak mengenakan baju. Keyra tidak suka ketika dirinya keluar dari kamar dengan bertelanjang dada. Istrinya itu mengatakan pelayan menatapnya sambil meneteskan air liur ketika dia keluar dengan keadaan seperti itu, terlebih lagi dia baru menambah beberapa pelayan agar Keyra tidak terlalu sibuk . Dennis merasa Keyra benar-benar konyol tapi istrinya itu sedang hamil jadi dia tidak berani membantah atau Keyra akan mengusirnya dari ranjang. Dennis tidak akan bisa tidur dengan nyenyak jika tidak memeluk Keyra jadi dengan terpaksa dia menuruti semua keinginannya.

 

Dennis menoleh pada Liana yang masih berdiri mematung di tempatnya. “Tolong ambilkan kemejaku di dalam kamar.”

“Tidak, kau ambil sendiri. Tidak ada yang boleh masuk kedalam kamar kita tanpa seijinku, kecuali kau dan Ellen,” ujar Keyra sebelum Liana mengatakan apapun.

Dennis memutar matanya lalu kembali kekamarnya untuk mengambil kemejanya. Dennis mengenakan kemejanya kemudian kembali kedapur. Kali ini dia duduk di kursi menonton Keyra yang tengah melakukan rutinitas paginya.

 

Keyra yang tampaknya baru menyadari kehadiriannya kembali menoleh padanya dan menatapnya tajam. Tatapan itu memberitahukannya kalau dia melakukan kesalahan lagi. Tapi kali ini apa ?

“Kau belum menciumku,” geram Keyra seakan tahu pertanyaan yang ada di dalam pikirannya.

Dennis meringis lalu berdiri dan melangkah mendekati istrinya itu. Dia menagkup kedua pipi Keyra dengan tangannya lalu mencium bibirnya. Dennis menciumnya dengan lembut dan penuh pemujaan. Keyra melingkarkan tangannya di leher Dennis lalu berjinjit dan memperdalam ciuman mereka.

 

“Mmm… maaf tuan, nyonya, nona Helen ada di sini.”

Keyra melepaskan ciuman mereka kemudian menatap pelayan yang tengah berdiri gugup di amang pintu.

“Sepagi ini ?” tanya Keyra dengan terkejut.

Dennis juga terkejut dengan apa yang di dengarnya. Helen datang sepagi ini sementara Ellen belum bangun di jam seperti ini.

“Ayo kita temui dia,” ujar Dennis kemudian menggenggam tangan Keyra dan mengajaknya keruang tamu di mana Helen tengah duduk di sana. “Apa yang kau lakukan di sini sepagi ini ?” Dennis tidak suka berbasa basi.

“Aku ingin membiasakan Ellen melihatku saat dia bangun tidur. Sekarang di mana dia ?” tanyanya tanpa tahu malu.

Dennis merasakan Keyra menegang karena ucapan Helen. Dia melepaskan genggaman tangannya lalu melingkarkan tangannya di pinggang Keyra. Helen melihat apa yang di lakukannya dan perempuan itu tampak tidak senang dengan apa yang di lihatnya.

 

Dennis lalu mengajak Keyra duduk di sofa. Keyra kemudian berbicara. “Tapi ini masih terlalu pagi Helen. Kau tidak bisa selalu datang sepagi ini.”

“Saat aku meminta ijin untuk datang di setiap kesempatan kau mengijinkannya. Ini adalah kesempatanku untuk datang jadi bukan salahku jika aku harus datang sepagi ini,” jawab Helen dengan nada yang sangat menjengkelkan.

“Berhenti berbicara pada istriku dengan nada seperti itu,” Dennis menggeram marah. Dia benar-benar tidak suka seseorang berbicara seperti itu pada istrinya.” Aku sudah mengatakan padamu untuk sopan di rumah kami. Dan apa yang di katakan Keyra memang benar. Kau menganggu pagi kami.”

“Dennis ak…”

“Mulai sekarang aku akan membuat jadwal kapan kau bisa bertemu dengan Ellen. Dan karena sekarang kau telah berada di sini kau bisa menunggunya bangun di kamarnya tapi jangan membangunkannya,” sela Dennis lalu berdiri. Dia menatap istrinya dan mengulurkan tangannya. “Ayo, aku akan memandikanmu, sudah saatnya kau mandi,” ujarnya pada Keyra yang membuat kedua pipi Keyra merona merah.

Keyra tampak melirik Helen yang entah sekarang terlihat seperti apa. Dennis benar-benar tidak peduli dengan penganggu itu. Keyra menyambut uluran tangannya dan dengan susah payah istrinya itu bangun. Dennis mencium kepala Keyra sebelum akhirnya meninggalkan Helen di sana.

 

***

 

Setelah air di dalam bathup penuh Dennis melepas pakaian Keyra dan pakaiannya. Dia lalu mengangkat Keyra dan menurunkannya di dalam bathup. Dennis juga ikut masuk kedalam batahu kemudian membasuh tubuh Keyra dengan air hangat.

 

“Aku sangat malu pada Helen saat kau mengatakan akan memandikanku di depannya,” ujar Keyra saat dia mulai menyabuninya.

“Kau tidak perlu malu pada seseorang yang tidak memiliki rasa malu seperti dia,” sahutnya kemudian menyabuni dada Keyra dan sesekali meremas payudaranya yang mengakibatkan erangan lolos dari mulut Keyra.

“Dennis kita tidak bisa melakukannya sekarang,” erang Keyra saat dia mencium lehernya dan meninggalkan jejak panas di sana.

“Kita memang tidak akan melakukannya meskipun aku sangat menginginkannya. Sebentar lagi Evellen bangun dan Helen ada di sini jadi sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk itu,” bisiknya di telinga Keyra kemudian menekan ciuman di sana.

 

Dengan bersusah payah menahan gairahnya Dennis memandikan Keyra hingga bersih dan dia mandi hingga bersih. Setelah selesai mandi Dennis mengeringkan tubuh Keyra dengan handuk dan membantunya berpakaian. Melayani Keyra adalah rutinitas yang paling di sukainya akhir-akhir ini.

 

“Kau tidak perlu menyiapkan pakaianku sekarang. Aku memiliki pertemuan jam sebelas jadi aku akan pergi kekantor jam sepuluh,” ujar Dennis saat Keyra akan menyiapkan pakaian yang akan di kenakan hari ini.

Keyra mengangguk kemudian mengambil kaos dan celan untuknya. “Apa kau benar-benar serius akan membuatkan jadwal kunjungan untuk Helen ?”

“Tentu saja, jika tidak dia akan menganggu kita setiap pagi. Aku akan memastikan dia datang saat aku ada di rumah,” sahutnya yang langsung mendapatkan tatapan curiga dari Keyra.

“Aku harap itu bukan alasan agar kau bisa selalu bertemu dengannya,” geram Keyra sambil memelototinya.

Dennis terkekeh lalu menarik Keyra kedalam pelukkannya. Dia mencium ujung hidung istrinya itu. “Tentu saja tidak, aku hanya takut dia melakukan sesuatu padamu. Helen adalah perempuan yang berbahaya, dia bisa berbuat kasar untuk mendapatkan keinginannya.”

“Dia tidak akan pernah bisa mendapatkan milikku karena aku akan mempertahankanmu dengan nyawaku.” Keyra berkata masam.

Dennis menggeleng. “Dia tidak menginginkanku, dia menginginkan Evellen, bukan aku.”

“Tidak, dia menginginkanmu Dennis. Awalnya aku memang tidak menyadarinya tapi tadi malam saat kau pergi menerima telepon dia pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun. Dia bahkan tidak melirik Evellen sedikitpun,” lirih Keyra.

“Jika memang itu benar kau tidak harus mempertahankanku dengan nyawamu. Kau sudah memilikiku sepenuhnya nyonya Wayne. Aku telah menyerahkan jiwa dan ragaku padamu jadi tidak akan ada orang yang bisa merebutku darimu.”

 

Setelah Dennis menyelesaikan ucapannya air mata tiba-tiba mengalir di pipi Keyra. Akhir-akhir ini, ketika dia mengucapkan kata-kata manis Keyra pasti akan menagis. Tapi Dennis tidak menyangka akan bisa mengucapkan kata-kata manis seperti itu.

Dia tersenyum lalu mengusap air mata di pipi istrinya, dan mengecup dahinya. Dia lalu mengajak Keyra kekamar Ellen. Saat berada depan pintu kamar Ellen mereka mendengar Helen memohon pada Ellen agar bekerja sama dengannya. Entah kenapa Dennis merasa kata-kata Helen memiliki sebuah arti yang tidak di mengerti.

 

Dennis membuka pintu kamar dan melihat Ellen meringkuk di dalam selimutnya. Helen langsung menoleh padanya saat dia membuka pintu.

“Aku tidak tahu bagaimana harus membujuknya lagi,” ujar Helen terdengar frustasi.

Keyra masuk kedalam kamar kemudian duduk di tepi ranjang dan menyentuh selimut yang di gunakan Ellen untuk menutupi tubuhnya.

“Sayang.” mendengar suara Keyra Ellen keluar dari selimutnya kemudian memeluk lehernya. Keyra tersenyum dan mengusap punggungnya dengan lembut. “Mama Helen ingin mengajakmu bermain jadi kau tidak boleh mengabaikannya.”

“Ellen tidak mau bermain,” jawabnya.

“Mama Helen akan mengajakmu kekebun binatang. Kau bisa melihat jerapah dan panda di sana. Bukankah kau sangat ingin melihat jerapah dan panda ?” Keyra berhasil membujuknya. Ellen melepaskan pelukannya dan menatap Helen.

“Tante akan mengajak Ellen kekebun binatang ?” tanyanya pada Helen.

Helen tersenyum, senyum penuh kemenangan, dan kembali duduk di tepi ranjang. “Tentu saja, mama juga akan membelikanmu mainan yang kau mau.”

Ellen kembali menatap Keyra dan tiba-tiba saja gadis kecil itu mencium pipinya, dan berseru. “Ellen menyayangi mama.”

“Mama juga menyayangimu. Ayo sekarang mandilah lalu kau akan pergi kekebun binatang barsama mama Helen.”

“Ellen juga mau pergi bersama papa dan mama,” rengek Ellen.

“Tentu saja papa dan mama akan ikut. Paman Ken dan tante Sheline juga akan ikut bersama kita,” sahut Dennis.

 

Gadis kecil itu tersenyum senang. Dia lalu meminta Keyra untuk memandikannya. Keyra tersenyum padanya kemudian mengikutinya masuk kedalam kamar mandi. Sementara itu Dennis pergi untuk bersiap-siap dan menghubungi Ken untuk mengajaknya ikut bersama mereka Dennis hanya akan menemani mereka sampai jam sepuluh setelah itu dia akan pergi kekantor. Dia tidak bisa meninggalkan Keyra dan Ellen bersama Helen jadi dia meminta Ken untuk menemani mereka.

 

***

 

Saat jam telah menujukan jam sepuluh Dennis meninggalkan mereka di kebun binatang. Dia memiliki pertemuan dengan rekan bisnisnya jadi dia harus meninggalkan mereka di sana. Ken ikut bersama mereka tapi Sheline tidak karena banyak yang harus di kerjakan di rumah sakit. Setelah Dennis meninggalkan merekan Helen tampak ingin segera menjauh dari mereka, tapi mungkin karena Ken dia tetap bertahan di sana.

 

Selama Dennis bersama mereka Helen bersikap sangat manis pada Ellen, membuat gadis kecil itu mulai dekat dengannya. Entah mengapa Keyra merasa cemburu milihat Ellen yang mulai deka dengan ibu kandungnya. Tapi bagaimanapun Helen adalah ibu kandung Ellen dan dia tidak bisa melarang seorang ibu yang ingin dekat dengan putrinya. Meskipun Keyra yakin Helen mendekati Ellen karena sebuah alasan.

 

Setelah lelah berkeliling melihat binatang, mereka akhirnya pergi ke café untuk makan siang. Ken memesan banyak makanan untuk mereka berempat. Helen tidak banyak bicara setelah Dennis pergi.

“Paman Ken, Ellen mau minum,” seru Ellen.

Ken mengambilkannya air dan membantunya minum. Ken belum tahu siapa Helen karena Keyra belum menceritakan tentang Helen pada kakaknya itu. Saat tiba tadi Ken bertanya siapa Helen dan Keyra mengatakan akan menceritakan siapa dia setelah pulang. Keyra tidak mungkin mengatakan siapa Helen di sini karena dia yakin Ken pasti ingin mengetahui semua tentang Dennis dan perempuan itu di masa lalu.

 

“Aku harus pergi kekantor. Tadi aku meminta ijin pergi setengah hari,” pamit Helen.

Keyra mengangguk meskipun dia tahu Helen tidak berbicara dengannya. Helen berpamitan pada Ken, tapi kakaknya itu sepertinya tidak menyadarinya karena dia tengah sibuk menyuapi Ellen. Helen pergi meninggalkan mereka bertiga di sana.

Saat tengah sibuk menyuapi Ellen ponsel Ken berdering. Dia menarik keluar ponselnya dari dalam sakunya kemudian meringis.

“Siapa ?” tanya Keyra lalu Ken menujukan ponsel itu padanya sehingga Keyra bisa melihat siapa yang menghubungi kakaknya itu.

 

Keyra terkekeh saat tahu siapa yang menghubungi Ken. Sheline sudah hampir sepuluh kali menghubunginya dan menayakan di mana dia berada. Tiba-tiba Keyra merasa Sheline seperti dirinya.

“Aku masih bersama Keyra dan Ellen, kami sedang makan di café,” gerutu Ken pada istrinya yang tampaknya menayakan keberadaannya. “Oh Tuhan, nyonya Zackbrunch aku tidak akan berani berbuat macam-macam.”

Keyra hanya tersenyum melihat kakaknya yang tampak frustasi karena istrinya menjadi pencemburu semenjak dia hamil. Dia lalu mengambil sedong dari tangan Ken dan mengantikannya penyuapi Ellen.

“Mama Ellen mau es krim,” ujar Ellen saat Keyra menyuapinya.

“Tentu saja itu Ellen, kau pikir siapa lagi bocah kecil yang menginginkan es krim setiap saat.” Ken memutar matanya atas apapun yang Sheline katakan. Ken lalu mengambil kentang goreng di piring dan memakannya. “Bailkah sayang, aku mencintaimu.” Ken memutuskan telepon itu dan memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya. “Sekarang aku tahu rasanya menjadi Dennis,” gerutunya sambil memasukkan kentang goreng kedalam mulutnya.

“Belum, kau belum tahu rasanya menjadi seperti Dennis. Tunggu sampai perut Sheline membuncit dan kau akan merasakan apa yang Dennis rasakan,” Keyra mencibir.

Ken mengerutkan dahinya dan kembali melakukan tugasnya, menyuapi Ellen.

 

***

 

Setelah menemukan alasan untuk pergi Helen pulang kerumahnya. Dia sudah di pecat dari pekerjaannya, jadi dia tidak perlu datang keperusahaan itu lagi. Sekarang dia harus memikirkan bagaimana caranya mendapatkan Dennis kembali. Dia telah mendapatkan perhatian Ellen dan sekarang yang harus di lakukannya adalah mendapatkan kepercayaan Dennis. Dia harus membuat Dennis percaya kalau dia benar-benar menyesali perbuatannya pada bocah kecil itu.

Setelah dia mendapatkan kepercayaan Dennis dia akan membuat Dennis membuang perempuan itu lalu setelah itu dia akan memiliki Dennis sepenuhnya. Helen harus bersabar hingga semua itu terwujud.

 

“Kau akan segera menjadi milikku Dennis,” gumamnya lalu menarik keluar sebatang rokok dari tempatnya kemudian menyalakannya dan menghisapnya.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s