Posted in 18+, Novel, True Love Stories

We Belong Together Bab 11

we-belong-together

 

 

 

 

 

 

Sudah lima hari dan Helen masih belum bisa mendapatkan perhatian Dennis. Pria itu selalu menempel pada istrinya, membuat Helen menjadi sangat marah. Dia tidak bisa bersabar lagi untuk mendapatkan keinginannya jadi dia harus melakukan sesuatu untuk membuat perempuan itu jauh dari Dennis.

 

Helen telah meninggalkan calon suaminya demi Dennis jadi dia tidak mau rencananya gagal. Dulu dia membiarkan Dennis pergi karena berpikir pria itu tidak akan pernah bisa menerima seseorang di sisinya. Tapi ternyata dia salah, Dennis menikah dan tampak sangat mencintai istrinya. Menikah dan mencintai seseorang adalah sesuati yang di pikirnya tidak akan pernah terjadi dalam kehidupan Dennis, mengingat seperti apa pria itu di masa lalu.

Dennis hanya bersenang-senang dengan para perempuan dan akan membuangnya setelah dia selesai. Helen tahu bagaimana cara menyenagkan Dennis jadi dia tidak bernasip sama seperti perempuan-perempuan itu. Tapi karena kesalahan yang di perbuatnya Dennis membuangnya.

Helen lupa meminum obat pencegah kehamilannya malam itu yang menyebabkan dia hamil dan kehilangan Dennis. Dennis melemparkan begitu banyak uang padanya dan memerintahkannya untuk menggugurkan kandungannya, tapi Helen takut melakukannya jadi dia memilih melahirkan anak itu dan membuangnya pada ibunya setelah dia melahirkannya. Dia bahkan tidak memberikannya nama saat menyerahkannya pada ibunya. Ibunyalah yang memberikan nama padanya.

 

Saat ibunya meninggal calon suaminya menolak Ellen yang membuatnya menyerahkan Ellen pada Dennis. Helen mengetahui Dennis menikah saat menghubungi Dennis dan seorang perempuan mengakat teleponnya kemudian mengaku kalau dia adalah istri Dennis. Dia sempat tidak percaya waktu itu hingga dia berbicara dengan Dennis dan pria itu mengakuinya yang membuatnya sangat terkejut. Dia benar-benar tidak menyangka Dennis bisa mencintai dan menikahi seseorang.

 

Helen yakin perempuan itu tidak sehebat dirinya di atas ranjang, jadi dia akan menggunakan keahliannya yang dulu untuk mendapatkan Dennis.

‘Aku pasti bisa mendapatkan Dennis kembali,’ pikirnya, seulas senyum terbentuk di bibirnya.

 

***

 

“Selamat ulang tahun pernikahan yang kedua papa,” seru Keyra saat Dennis membuka matanya.

Keyra tersenyum lebar kemudian mendekatinya dan duduk di samping suaminya. Dia memotong kue buatannya dan menyuapinya. Dennis tersenyum kemudian duduk di atas ranjang, dia mengambil irisan kue itu dan menyuapinya. Keyra meletakan kue itu di atas nakas kemudian bangun dan mengambil sesuatu di dalam lemari, setelah itu dia kembali ketempat Dennis dan menyerahkan kado yang di belinya beberapa hari yang lalu ketika dia keluar bersama Ken, Ellen dan Helen. Dia dan Ken pergi ketoko aksesoris langanan Sheline dan membeli jam tangan untuk Dennis. Ellen tertidur karena kelelahan saat itu jadi dia tidak perlu khawatir putri kecilnya itu membocorkan tentang hadia itu pada papanya.

 

Dennis membuka kotak itu dan menarik jam tangan itu keluar dari tempatnya.

“Kau suka ?” tanya Keyra hati-hati.

“Suka,” sahutnya yang membuat Keyra jengkel.

“Hanya suka ?” Keyra menycibir.

Dennis tersenyum kemudian meletakkan kembali jam itu di tempatnya dan berdiri. Dia menarik Keyra kedalam pelukannya lalu mencium seluruh wajahnya, dan berlama-lama di bibirnya.

“Aku sangat menyukainya,” akunya.

Keyra tersenyum senang mendengar jawaban suaminya. Kemudian dia berkata. “Lalu hadiah untukku mana ?”

Dennis mengertukan dahinya , dan melepaskan Keyra. Dia mengaruk kepalanya yang Keyra yakin tidak gatal, dan pada saat itulah dia tahu kalau Dennis melupakan hari ini.

“Kau melupakannyakan ?” tuduh Keyra.

“Maaf.” jawaban Dennis membuatnya marah.

“Aku tidak menyangka kau akan melupakan hari penting ini. Sekarang aku benar-benar membencimu,” bentaknya kemudian kelar dari kamar.

 

Dia benar-benar tidak menyangka Dennis akan melupakan hari ini. Hari di mana mereka mengucapkan janji suci pernikahan mereka dua tahun yang lalu. Keyra benar-benar marah pada Dennis karena telah melupakan hari ini. Keyra pergi kekamar Ellen dan mengunci dirinya bersama Ellen di sana.

 

“Kau benar-benar keterlaluan Dennis, aku membencimu,” gerutunya.

Dennis tidak seharusnya melupakan hari ini, dan bahkan dia tidak mencoba mengejar dan membujuknya. Keyra semakin kesal karenanya, tapi lalu dia teringat Liana, pelayan yang selalu mencoba menggoda Dennis yang tidak pernah di sadarinya, dan beberapa pelayan baru yang menatap suaminya seolah-olah dia adalah mahluk maling menarik di dunia ini. Mereka pasti akan menggunakan kesempatan ini untuk mendekati suaminya, dan bagaimana jika Dennis tergoda pada mereka ?

Tidak, Keyra tidak bisa membiarkan semua ini terjadi. Dia tidak boleh marah pada Dennis atau suaminya itu akan berbuat macam-macam. Keyra membuka pintu kemudian segera kembali kekamarnya.

Ketik masuk kedalam kamar dia menemukan Dennis melanjutkan tidurnya. Dennis lebih memilih kembali tidur dari pada mengejarnya dan mencoba membujuknya.

 

“Dennis Wayne, kau benar-benar keterlaluan,” teriak Keyra, membuat Dennis menutup telinganya dengan kedua tangannya. “Kau tidak mengingat ulang tahun pernikahan kita karena kau memiliki perempuan lainkan ?”

Dennis mengerang kemudian duduk. “Oh Tuhan, berhentilah menuduhku seperti itu atau aku akan benar-benar melakukan semua yang kau tuduhkan padaku.”

Keyra tertegun karena ucapan suaminya. Bibirnya bergetar dan air matanya mengalir di pipi. Dia lalu berbalik dan kembali kekamar Ellen. Keyra mengunci pintu kamar itu dan mulai menagis di sana.

 

Kata-kata yang di ucapkan Dennis benar-benar kejam. Selama ini dia tidak pernah berbicara seperti itu padanya, tapi semenjak dua hari ini Dennis berubah. Suaminya itu terlambat pulang dan sering mematikan ponselnya.

Dennis mungkin sudah bosan dengannya dan mencari perempuan lain yang lebih cantik dan menggoda. Sekarang Keyra sudah tidak cantik lagi, dan tubuhnya juga menjadi besar karena kehamilannya. Keyra menghapus air matanya kemudian melangkah menuju putrinya yang masih tertidur. Dia duduk di tepi ranjang kekmudian menguncang tubuh Ellen dengan lembut untuk membangunkannya.

 

“Sayang, ayo bangun. Kita akan pergi kerumah paman Ken,” ujarnya mencoba membangunkan gadis kecil itu.

Ellen membuka matanya dan menatap Keyra dengan bingung. Keyra lalu memakainakknya baju hangatnya dan membantunya turun dari ranjang. Dia kembali masuk kedalam kamar dan mengambil mantelnya sendiri.

 

“Kau akan pergi kemana sepagi ini ?” Dennis bertanya dengan lembut kali ini, namun Keyra sudah terlanjur sakit hati karena kata-kata kasarnya jadi dia tidak menjawabnya. Dia segera keluar dari kamar dan menutup pintu sedikit keras.

 

“Sayang, kau mau kemana ?” Dennis bertanya lagi.

Pria itu ternyata mengejarnya. Keyra pikir dia akan membiarkannya pergi begitu saja seperti tadi, tapi lagi-lagi dia mengabaikannya dan berbicara pada supir yang tengah membersihkan mobil.

“Antarkan kami kerumah Ken.”

“Baik nyonya,” sahut pria itu.

“Untuk apa kau pergi kerumah Ken sepagi ini ?” Dennis terus bertanya.

“Karena memang di sanalah tempatku. Seharusnya waktu itu aku tidak kembali kerumah ini bersamamu, seharusnya waktu itu aku tidak mempercayaimu bisa memperbaiki hubungan kita. Sekarang aku tidak ingin lagi melihatmu selamanya,” bentaknya dan hendak masuk kedalam mobil, namun langakahnya terhenti karena Dennis menahannya.

“Ya Tuhan, Keyra, jangan bersikap kekanakan. Aku melupakan hari ini karena aku benar-benar sibuk, bukan karena perempuan seperti yang kau tuduhkan. Kau tahu aku tidak akan melakukan semua itu.”

“Aku tidak percaya lagi padamu.”

“Apa yang harus ku lakukan agar kau percaya padaku ?” Dennis meremas rambutnya denga frustasi. “Aku akan memberikanmu nomor Nate Hamilton, kau bisa menghubunginya dan bertanya apa yang ku lakukan selama ini. Nate adalah rekan bisnisku dan selama ini aku bersamanya membicarakan proyek yang sedang kami rencanakan.”

Keyra akhirnya menolah pada Dennis. “Benarkah ?”

“Oh Tuhan, ya,” erangnya.

“Baiklah aku percaya padamu,” Keyra lalu menatap gadis kecil yang dari tadi hanya melihat perdebatannya dan Dennis. “Ayo sayang kita masuk kedalam.”

Keyra kembali masuk kedalam rumah dengan santai seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa di antara dia dan Dennis. Keyra mengajak Ellen kekamar dan memberikannya kue yang di buat untuk Dennis tadi. Dia juga ikut memakan kue itu.

 

***

 

Menghadapi Keyra yang sedang hamil membuat Dennis menjadi gila. Istrinya itu menjadi semakin menyebalkan seiring bertambahnya usia kandungannya. Keyra selalu menuduhnya melakukan hal yang tidak akan pernah mungkin di lakukannya yang kadang membuatnya menjadi sangat kesal, seperti hari ini. Tapi kekesalannya itu berakibat buruk untuk dirinya.

 

“Ya, aku juga akan membuat pesta kejutan untukmu nanti. Sekarang katakan padanya untuk bersiap-siap dan segera bawa dia kesini sebelum suaminya membunuhku karena kesal. Keyra tidak boleh tahu kemana kau akan membawanya, katakan saja kau akan mengajaknya makan malam di luar dan kita akan bertemu di sana,” Ken berheti dan mendengarkan istrinya berbicara. “Oh ya Tuhan, ya sayang aku akan melakukan apa yang Dennis lakukan untuk Keyra. Sekarang cepatlah,” Ken langsung memutuskan telepon itu. “Ada apa dengan para perempuan hamil dan permintaan gilanya ?” gerutunya yang membuat Dennis terhibur. Dennis tertawa melihat Ken yang tampak kesal karena istrinya.

Dulu Ken selalu mengejeknya karena permintaan gila Keyra dan sekarang dia merasakan apa yang di rasakannya. Dennis benar-benar puas melihat Ken menderita seperti saat ini. Ken menoleh padanya dan memberikannya tatapan tajam.

“Kau harus menjadi suami yang baik Zackbrunch,” ejeknya lalu melangkah meninggalkan Ken di sana.

Ken pernah mengatakan itu padanya beberapa bulan yang lalu saat Keyra meminta begitu banyak permintaan aneh. Sekarang Ken merasakan apa yang di rasakannya dan dia yakin saat perut Sheline semakin membesar dia akan menjadi gila seperti dirinya.

 

Dennis kemudian melihat-lihat lukisan Keyra yang terpasang di dinding. Dia tersenyum melihat salah satu lukisan Keyra yang tengah hamil enam bulan. Di dalam lukisan itu Keyra tengah berjalan di sebuah taman bunga tulip dan dia mengenakan sebuah gaun putih yang sangat indah. Keyra tersenyum tipis di sana dan istrinya itu tampak sangat cantik dalam lukisan itu. Ada juga lukisan Keyra tengah bersama dirinya juga Ellen. Lukisan-lukisan itu benar-benar indah.

 

Lukisan itu di buat oleh seorang gadis yang di temuinya beberapa bulan yang lalu di sebuah taman. Saat itu, gadis itu tengah membutuhkan uang jadi dia menjual lukisannya pada orang-orang yang menyukai lukisan buatannya. Lukisan-lukisan yang di buatnya sangat indah dan tampak hidup. Melihat lukisannya Dennis memintanya melukis untuk dirnya dan membayarnya dengan harga yang sesuai dengan hasil lukisannya.

 

Beberapa tamu mulai berdatangan kerumah barunya itu. Dennis membeli rumah itu beberapa bulan yang lalu dan meperbaiki bagian yang menurutnya perlu di perbaiki. Rumah itu sekarang menjadi jauh lebih indah dari sebelumnya, dan membeli rumah itu sebagai hadiah ulang tahun pernikahan mereka yang kedua. Rumah itu selesai di perbaiki dua minggu yang lalu sehingga dia bisa langsung mengajak istri dan putrinya tinggal di sana malam ini.

 

“Selamat tuan Wayne,” ujar seorang gadis cantik yang tampaknya baru tiba di sana.

“Terima kasih Carline. Istriku pasti sangat senang melihat lukisan yang kau buat,” sahut Dennis.

Gadis itu tersenyum kemudian bergabung bersama gadis yang di ketahuinya adalah putri dari teman ibunya. Kemudian kakek, neneknya dan ibunya tiba di sana. Mereka mendekati Dennis dan memberinya selamat. Dan beberapa saat kemudian Keyra tiba di sana bersama Sheline dan Ellen. Istrinya itu tampak terkejut saat melangkah masuk kedalam ruangan.

 

Dennis tersenyum kemudian melangkah mendekatinya. Keyra benar-benar sangat cantik dengan gaun biru lembut yang di kenakannya. Gaun itu adalah gaun favorit Keyra. Dennis menarik Keyra kedalam pelukannya kemudian mencium ujung hidungnya.

“Selamat ulang tahun pernikahan yang kedua, sayang,” ujar Dennis. Keyra tidak mengatakan apapun, dia masih tampak terkejut dengan semua ini. Dan ketika Keyra tidak mengatakan apapun Dennis melanjutkan.”Katakan sesuatu tentang semua ini.”

Keyra mengerjap, tersadar dari keterkejutannya. “Dennis, ini semua… kau tidak melupakannya ?” gumamnya tak jelas. Dennis tersenyum kemudian mencium dahinya dan mengangguk. “Tapi kau mengatakan… tadi pagi kau hanya berpura-pura ?”

 

Dennis ingin tertawa karena kata-kata Keyra yang tak jelas, tapi dia menahannya. Ini bukan saat yang tepat untuk menertawakannya. Keyra akan marah dan malam indah ini akan menjadi malam yang mengerikan jika dia menertawakannya.

“Ya dan kau sangat marah karena berpikir aku benar-benar melupakannya,” sahutnya yang membuat kedua pipi Keyra memerah. Dennis mengecup bibir Keyra yang membuat Ken berteriak karena dia mencium adiknya di depannya. “Mana mungkin aku melupakan hari ini, hari yang paling membahagiakan untukku.”

“Dennis,” desah Keyra lalu menguburkan wajahnya didalam pelukan Dennis dan terisak di sana.

Dennis tersenyum kemudian mendekapnya erat dan mencium kepalanya. Cukup lama mereka dalam posisi itu hingga suara Ken mengingatkan mereka kalau mereka tidak hanya berdua di sana. Keyra melepaskan pelukkannya dan melihat orang-orang yang ada di ruangan itu. Istrinya itu tampak terkejut saat melihat kakek dan neneknya di sana.

 

Keyra melangkah mendekati mereka dan memeluk mereka bergantian. Neneknya mengatakan sesuatu pada Keyra kemudian mengusap perut buncitnya. Dennis ikut bergabung bersama mereka kemudian memperkenalkan Keyra pada beberapa orang yang ada di sana.

“Ini Carline, gadis yang melukis semua lukisan ini untukku, dan lukisan yang Sheline bawa untukmu waktu itu,” ujar Dennis memperkenalkannya pada gadis itu.

Untuk pertama kalinya Keyra tersenyum tulus saat Dennis memperkenalkannya pada seorang gadis. Biasanya Keyra akan cemberut ketika dia memperkenalkannya pada seorang gadis. Keyra mengulurkan tangannya dan langsung di jabat oleh gadis itu.

“Senang bertemu dengan anda nyonya Wayne. Anda ternyata jauh lebih cantik dari pada di foto, pantas saja tuan Wayne tidak tahan berpisah lama-lama dengan anda,” ujar gadis itu.

“Keyra saja,” sahut Keyra dengan senyum malu-malunya. Oh ya Tuhan, istrinya itu benar-benar menggoda dengan senyum itu. “Aku juga senang bertemu denganmu, Carline. Hmm… maukah kau melukis bayiku setelah dia lahir nanti ?”

“Tentu saja nyo… hmm Keyra,” balas Carline.

 

Dennis kemudian memulai pesta itu setelah dia memperkenalkan istrinya kepada rekan binisnya.

 

***

 

Di tengah pesta Keyra tiba-tiba merasa sesak dan mual. Tanpa memberitahu Dennis dia keluar dari rumah itu untuk mencari udara segar. Dia masih belum terbiasa dengan keramaian dan pesta seperti ini meskipun telah begitu lama menjadi istri Dennis.

Dia lalu melihat kesekeliling tempat itu. Keyra baru menyadari tempat itu sangat indah. Halamanya sangat luas dan ada kolam air mancur di sana, juga bunga tulip dengan berbagai macam warna. Dennis sepertinya memang membeli dan mendisain rumah itu untuk dirinya. Dada Keyra menghangat menyadari Dennis melakukan semua ini untuk dirinya.

 

Ketika tengah asik menikmati pemandangan rumah itu dia tiba-tiba melihat banyangan seseorang di dekat pohon cemara. Lalu seseorang berjaan kearahnya. Saat orang itu berada di tempat yang terang Keyra bisa melihat dengan jelas siapa dia. Orang itu adalah Helen. ‘Tapi untuk apa perempuan itu di sini ? Apakah Dennis mengundangnya ?’ pikir Keyra.

 

“Kau pasti terkejut melihatku di sini,” gumanya kemudian melangkah ketempat Keyra berada dan berhenti beberapa langkah darinya. Helen lalu tersenyum, senyum yang tampak mengerikan. “Kau melakukan sebuah kesalahan besar keluar dari dalam sana seorang diri.”

“Apa yang kau lakukan di sini dan apa yang kau inginkan ?” tanya Keyra sedikit takut melihat kilatan kejam di mata perempuan itu.

“Mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku.” Helen kembali berjalan dan berhenti tepat di hadapannya. “Ku harap kau cukup bersenang-senang di dalam karena ini akan menjadi hari terakhrikmu.” Helen lalu mendorong Keyra hingga terjatuh dengan sangat keras di lantai. Keyra meringis kesakitan saat terjatuh di lantai, dia memegang perutnya yang terasa menyakitkan.

Helen tersenyum jahat kemudian menampar Keyra dengan sangat keras hingga pipinya memerah akibat tamparanya. “Itu adalah balasan untukmu karena telah merebut Dennisku.” Sekali lagi dia menampar Keyra kemudian mencengkram rahangnya. “Kau perempuan miskin tidak pantas menjadi pendamping Dennis.”

Helen kembali mendorong Keyra dan menamparnya. Helen lalu tersenyum puas ketika melihat kebawah. “Dennis bersenang-senang di dalam sedangkan kau tengah meregang nyawa di sini.” Helen mengeluarkan sebuah pisau lipat dari dalam saku mantel yang di kenakannya. Dia memain-mainkan piasu itu di depan waja Keyra. “Tadinya aku ingin mengunakan pisau ini untuk membunuhmu, tapi sepertinya itu tidak perlu karena sebentar lagi kau akan mati kehabisan darah. Tapi kau harus bersyukur karena tidak mati sendiri.”

 

Keyra ingin berteriak meminta tolong tapi rasanya begitu sulit untuk mengeluarkan suara. Dia melihat hanya berdiri di sana sambil melipat kedua tangannya di dada. Perempuan itu tengah menontonnya meregang nyawa.

‘Oh Tuhan, aku tidak ingin mati seperti ini,’ gumamnya dalam hati lalu dia mendengar suara teriakan yang membuat Helen menjadi panik. Helen segera meninggalkan tempat itu kemudian seorang perempuan yang Keyra yakini adalah memipik sura teriakan datang menghampirinya. Pandangan Keyra menjadi kabur sehingga dia tidak bisa melihat dengan jelas lalu kemudian semua menjadi gelap.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s