RSS

We Belong Together Bab 13

18 Sep

we-belong-together

 

 

 

 

 

Saat di parkiran Dennis tiba-tiba mengingat istrinya. Alasannya ketempat itu adalah karena Keyra menginginkan buah. Dennis meringis karena kebodohannya. Tidak seharusnya dia melupakan hal itu, tapi kenapa dia bisa lupa ? Apakah itu karena Alexa ?

 

“Alexa maaf, aku tidak bisa pergi bersamamu sekarang. Aku lupa istriku menginginkan buah jadi aku harus segera kerumah sakit,” ujar Dennis tiba-tiba.

Perempuan itu mengerutkan dahi tampak terlihat bingung. “Kau sudah menikah ?”

“Ya,” Dennis lalu menujukkan cincin pernikahannya yang di yakini cukup jelas untuk di lihat oleh siapapun. “Mungkin kita bisa pergi lain kali, tapi bisakah kau memberikanku nomor ponselmu ? Aku akan menghubungimu nanti, mungkin kau juga mau bertemu dengan istriku.”

Alexa tersenyum dan mengangguk, dia lalu mengerahkan nomor teleponnya pada Dennis. Setelah menyimpan nomor Alexa ponselnya berdering. Dennis tersenyum saat melihat nama panggilan untuk istrinya di dalam ponsel itu.

 

“Dia menghubungiku. Aku pasti terlalu lama,” ujarnya lalu mengakat telepon itu. “Sayang,” Dennis terdiam menunggu istrinya berbicara. “Tadi aku bertemu dengan seorang teman dan aku berbicara dengannya. Ya, aku akan segera kembali.” Dennis lalu mematikan telepon itu dan kembali berbicara pada Alexa.” Aku harus kembali sebelum dia marah padaku.”

“Jadi kau takut pada istrimu ?” gurau Alexa yang membuat Dennis tersenyum lebar.

Dennis menggeleng. “Aku hanya terlalu mencintainya untuk membuatnya marah. Baiklah sampai jumap lagi Alexa.”

 

Dennis segera meninggalkan tempat itu dan kembali kerumah sakit. Saat tiba di ruangan tempat Keyra berada dia menemukan istrinya itu tengah menunggunya. Melihat semua itu membuat Dennis merasa bersalah karena hampir saja melupakannya dan pergi bersama Alexa. Dennis melangkah masuk kedalam ruangan itu membuat senyum ceria tersungging di bibir istrinya itu. Melihat Keyra tersenyum seperti itu membuatnya merasa semakin bersalah.

Dennis meletakan buah itu di atas nakas kemudian mengambil jeruk dari dalam pelastik dan mengupasnya. Setelah mengupas semua kulit jeruk itu, Dennis menyuapinya.

 

“Aku bisa melakukannya sendiri,” gumam Keyra.

Dennis tersenyum kemudian mencium dahinya. “Aku tahu kau bisa, tapi aku ingin melakukannya untukmu.”

Keyra mengangguk kemudian memeluk Dennis. Dia membalas palukan itu lalu menekan ciuman di kepala istrinya itu.

“Sheline sudah menceritakan semuanya. Terima kasih Dennis, terima kasih kau telah menungguku dengan setia,” ujar Keyra dalam pelukannya.

“Seorang suami yang mencintai istrinya akan melakukan apa yang ku lakukan,” Dennis mengeratkan pelukannya dan memejamkan matanya. “Aku sangat mencintaimu Alena Wayne, aku mencintaimu hingga terasa menyakitkan.”

“Kau memanggilku apa ? Katakan sekali lagi,” Keyra berkata dengan terkejut. Dennis membuka matanya dan menekan ciuman di dahinya. Keyra pernah memintanya memanggil nama aslinya namun Dennis menolaknya, membuat Keyra memohon tapi tetap saja dia menolak memanggilnya dengan nama aslinya.

 

“Alena Wayne, cinta dalam hid….” Sebelum Dennis menyelesaikan ucapannya Keyra mencium bibirnya dengan rasa cinta dan terima masih. Dan ciuman itu membuat Dennis menginginkannya. Dia mengakhiri ciuman itu kemudian menggeleng. “Jangan membangunkan singa yang sedang tertidur. Singa itu akan menjadi sangat mengerikan jika kau membangunkannya dan tidak mendapatkan mangsanya.”

Keyra mencubit perut keras Dennis dan tertawa lepas karena ucapannya. Keyra berhenti tertawa dan meringis kesakitan.

“Kau baik-baik saja, sayang ?” tanya Dennis khawatir.

Keyra menggeleng dan tersenyum dan menjawab. “Perutku sakit karena tertawa terlalu keras.”

“Kau belum pulih jadi jangan macam-macam,” desisnya.

Keyra terkekeh kemudian menyandarkan kepalanya di dada bidang Dennis.

 

***

Setelah beberapa hari di rumah sakit dokter akhirnya mengijinkan Keyra pulang. Mereka pulang kerumah indah yang Dennis berikan untuk ulang tahun pernikahan kedua mereka. Dennis mengajaknya kekamar yang telah dia persiapkan untuk putra mereka. Kamar itu lebih indah di bandingkan kamar yang di siapkan Dennis di rumah lama mereka.

 

“Apa kau juga yang melakukan ini semua ?” tanyanya setelah menidurkan Kyle di boks bayinya.

Dennis melangkah mendekatinya kemudian memeluknya dari belakang. “Ya, itulah penyebab aku sering pulang malam yang membuatmu berpikir aku menghianatimu.”

“Maafkan aku,” ujarnya menyesal. “Tapi kenapa kau menyiapkan kamar untuk Kyle di rumah lama kita sementara kau juga menyiapkannya di sini ?”

“Karena saat itu aku berpikir rumah ini tidak akan selesai di kerjakan saat Kyle lahir,” Dennis menekan ciuman di kepalanya. “Aku ingin memperkenalkanmu dengan seseorang.” Dennis terdengar sedikit ragu mengatakan hal itu.

Keyra berbalik dalam dekapan Dennis dan menatapnya. Dia merasa bingung karena Dennis terdengar ragu mengucapkan kata-katanya.

”Siapa ?”

“Seorang perempuan di masa laluku,” ucapnya dengan hati-hati. Dennis sepertinya takut dia akan marah.” Tapi dia tidak seperti Helen. Dia adalah perempuan yang baik, aku yakin kau akan menyukainya.”

“Dan kau juga menyukainya ?”

“Ya, tapi itu tidak seperti apa yang ada di dalam pik….” Keyra meletakan jarinya di bibir Dennis dan tersenyum.

“Aku tahu, dan aku tidak berpikir seperti itu. Aku percaya padamu sayang,” ujar Keyra dengan lembut. “Aku juga ingin bertemu dengan perempuan dari masa lalu suaminya. Mungkin nanti aku bisa mengatakan kalau kau adalah milikku dan dia tidak bisa merebutmu dariku,” candanya yang membuat Dennis tampak lega.

 

Dennis memiliki begitu banyak perempuan di masa lalunya, dan dia pasti akan bertemu satu persatu dengan perempuan itu, jadi mulai sekarang dia harus belajar untuk menghadapi mereka. Dennis menunduk dan mencium bibirnya.

“Aku akan menghubunginya dan mengundangnya makan malam di sini malam ini, jiak kau tidak keberatan.”

“Tentu saja tidak. Hubungi dia, aku ingin segera bertemu dengannya,” sahutnya.

Dennis tersenyum dan sekali lagi mencium bibirnya sebelum meninggalkannya di sana. Keyra kembali menoleh pada putranya yang terlelap di dalam boks bayinya. Dia mengusap pipi montok Kyle kemudian menyelimutinya dan menyusul Dennis di kamar yang akan mereka tempati.

 

***

 

Alexa datang memenuhi undangan Dennis. Perempuan itu sangat cantik dan baik, benar-benar berbeda dengan Helen, tidak heran mengapa dulu Dennis pernah mencintainya. Mereka makan malam sambil mengenal, dan setelah selesai mereka mengobrol di ruang tamu. Alexa bercerita banyak hal tentang masa lalu suaminya itu.

 

“Aku benar-benar tidak percaya Dennis menikah. Dulu saat kami bersama, dan aku mulai berbicara tentang sebuah pernikahan romantic dia selalu marah. Dennis mengatakan tidak akan pernah menikah,” ujar Alexa yang membuat Dennis tampak kesal.

“Dulu tidak ada Keyra jadi aku mengatakan sesuatu yang tidak ku pikirkan. Jika aku bertemu dengannya lebih awal mungkin aku tidak akan mengatakan semua itu, dan mungkin aku akan langsung menyeretnya untuk menikahiku,” sahut Dennis membela diri.

“Saat itu aku masih tiga belas tahun taun Wayne, kau akan di penjara karena memaska anak di bawah umur menikahmu,” Keyra mencemooh.

Alexa tersenyum karena ucapan Keyra. Perempuan itu kembali melanjutkan ceritanya tentang masa lalunya dan Dennis. Dari cerita Alexa, Keyra tahu bahwa Dennis dulu sangat mencintainya. Dennis dan Alexa memiliki kisah cinta yang manis sebelum akhirnya mereka harus berpisah karena kepindahan Alexa dan keluarganya.

 

Keyra tiba-tiba saja merasa semua kenakalan yang di lakukan Dennis di masa lalu hanya agar bisa melupakan Alexa. Entah mengapa Keyra merasa cemburu mengetahui suaminya pernah mencintai perempuan lain.

“Oh ya, bagaimana dengan Romeo ? Apa dia masih seperti dulu ?” taya Alexa.

Dennis menggeleng. “Akupun tidak tahu bagaimana keadaannya saat ini. Romeo tiba-tiba saja menghilang dan tidak pernah kembali lagi. Aku sudah menyewa detektif untuk mencarinya, tapi tidak ada satupun dari mereka yang menemukan setidaknya jejaknya. Romeo menghilang bagai di telan bumi.”

Romeo Evenston adalah sepupu Dennis yang menghilang beberapa tahun yang lalu. Romeo adalah putra dari adik perempuan ayah Dennis yang kini tinggal di Jerman. Orang tua Romeo sangat terpukul karena kehilangan putra mereka, dan untuk menyembuhkan luka itu mereka pindah ke sana. Mereka hanya kembali dua kali setelah mereka pergi empat tahun yang lalu.

 

“Alena,” seru Sheline yang baru saja tiba di sana bersama suaminya.

“Sheline, Ken,” ujar Keyra terkejut karena kakaknya tiba-tiba datang kerumahnya jam seperti ini.

“Hmm… maaf aku tidak tahu kalau ada tamu. Kami ingin bertemu Kyle,” Sheline tampak benar-benar menyesal.
“Tidak apa-apa,” Keyra lalu menoleh pada Alexa. “Alexa kenalkan ini kakakku Ken dan ini istrinya Sheline.”

Alexa tersenyum kemudian berdiri dan berkenalan kepada kedua orang itu. Reaksi Ken saat berkenalan dengan perempuan itu sungguh tak terbaca. Keyra tidak yakin Ken senang dengan perkenalan ini.

“Kyle di kamarnya dia tertidur. Mungkin Evellen mau menemani kalian kesana,” ujar Keyra lalu meliaht putrinya yang dari tadi menempel pada ayahnya.

“Ellen mau bersama papa,” tolak gadis kecil itu yang membuat Keyra tersenyum.

“Kalau begitu aku saja yang menemani kalian,” Keyra lalu berpamitan pada Alexa dan membawa kedua orang itu kekamar bayinya.

 

***

 

“Tadi Sheline menyebut Alena, siapa itu Alena ?” tanya Alexa saat istrinya dan Ken naik kelantai atas di mana putra mereka tengah tertidur.

“Mama Ellen,” celoteh gadis kecil itu. “Papa bilang itu karena paman Ken yang gila mau nama mama dan paman Ken mirip.”

“Hai jangan berkata seperti itu atau mama akan mencekik papa,” gerutu Dennis.

“Apa maksud perkataannya ?” Alexa tampak bingung dengan celotehan Ellen.

“Alena nama asli Keyra. Kakaknya, Ken yang memberinya nama panggilan seperti itu,” jelas Dennis yang langsung di mengerti Alexa.

 

Alexa tertawa karena celotehan Ellen yang menurutnya begitu menggemaskan. Terkadang gadis kecil itu memang menggemaskan, tapi terkadang dia begitu menjengkelkan, membuat Dennis kesal.

“Dia adalah gadis kecil yang sangat menggemaskan,” ujar Alexa.

Dennis menggeleng tidak setuju. “Dia sangat menyebalkan, membuatku pusing menghadapinya.”

“Papa,” perotes Ellen.

Dennis terkekeh kemudian memeluknya erat. Dia sangat menyayangi putrinya itu meski Ellen sangat menyebalkan. Terkadang rasa bersalah karena pernah menolaknya sering kali di rasakannya. Mulai sekarang dia akan menjadi ayah terbaik untuk kedua anaknya dan suami yang baik untuk istrinya.

 

 

Beberapa saat kemudian Keyra ikut bergabung bersama mereka. Dia meninggalkan Ken dan Sheline di dalam kamar bayi mereka.

“Kau tahu Ken bisa saja menculik Kyle,” canda Dennis yang membuat Ellen berdiri dan berlari menuju kamar adiknya.

Dennis, Kyera dan Alexa tertawa melihat tingah gadis kecil itu. Ken pernah mengatakan akan membawa adiknya pulang kerumahna yang membuat Ellen marah pada Ken. Semenjak saat itu Ellen tidak pernah mau dekat lagi dengan Ken.

Keyra duduk di samping Dennis, dan sontak dia melingkarkan sebelah tangannya di pinggang istrinya. Dennis terbiasa melakukan semua itu saat Keyra berada di dekatnya. Mereka kembali melanjutkan obrolan mereka, dan ketika jam sembilan tepat Alexa berpamitan untuk pulang karena malam ini dia harus kembali ke Italia.

 

Dennis dan Keyra mengantar Alexa hingga depan pintu dan ketika mobil perempuan itu menjauh mereka masuk kedalam rumah. Ketika Keyra berbalik dan hendak masuk kedalam rumah Dennis menariknya kedalam pelukannya.

“Sekarang kau tidak bisa kemana-mana,” bisik Dennis di telinga istrinya.

Keyra menyikut perutnya. “Kau tidak mendengar putramu menagis hmm ?” gerutunya kemudian melepaskan diri dari pelukan Dennis dan masuk kedalam rumah.

Dennis mengikuti istrinya masuk kedalam rumah. Dia pergi kekamar putra mereka, dan ketika hendak masuk kedalam kamar dia mendengar Ken tengah menggoda Ellen yang membuat putri kecilnya itu marah. Dennis masuk kedalam kamar dan bergabung bersama mereka.

 

Dennis duduk di samping istrinya yang tengah menyusui putra mereka. Dia mengintip Kyle yang tengah menyusu di balik kain yang Keyra kenakan untuk menutupi dadanya.

“Hai pria mesum apa yang kau lakukan ?” ujar Ken pada Dennis yang tengah mengintip putranya yang tenga menyusu.

“Aku ingin memastikan apakah Kyle menyisakanku atau tidak,” geram Dennis dengan jengkel.

Keyra dan Sheline tertawa karena jawabban Dennis, tapi tidak dengan Ken. Kedua pria itu selalu saja meributkan sesuatu yang tidak penting.

“Kalian adalah keluarga jadi cobalah untuk akur,” bentak Keyra pada kedua pria itu.

“Mereka hanya akan akur jika tengah merencanakan sesuatu atau kejadian seperti beberapa hari yang lalu,” gumam Sheline.

Keyra memutar matanya kemudian mengancing bajunya dan menyingkirkan selimut yang menutup dadanya. Dia lalu membaringkan Kyle yang telah kembali tertidur di dalam boks bayinya. Dia mengajak mereka semua keluar dari kamar Kyle.

 

***

 

Keyra membuat kopi untuk Dennis yang tengah mengerjakan pekerjaannya di dalam ruang kerjanya. Keyra mengetuk pintu lalu masuk kedalam dengan secangkir kopi dan kue untuk suaminya itu. Saat Keyra tinggal di rumah sakit Dennis tidak pernah menyentuh pekerjaannya, jadi sekarang dia harus berkutat dengan pekerjaan yang di abaikan selama beberapa hari ini.

Keyra meletakan kopi dan kue itu di atas meja kemudian duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Dia menonton suaminya yang tengah sibuk dengan pekerjaannya. Keyra merasa khawatir melihat cara Dennis bekerja. Suaminya itu bekerja tampa mempedulikan sekitarnya, bahakan dia tidak yakin Dennis menyadari kehadirannya.

 

“Jadi dia adalah cinta pertamamu ?” pertanyaan Keyra menyadarkan Dennis kalau dia tidak sendiri di ruangan itu.

Pria itu mengalihkan perhatiannya dari pekerjaannya dan menatapnya. “Siapa ?”

“Alexa.”

“Aku tidak yakin dengan semua itu. Dia memang pernah menjadi kekasihku tapi aku tidak yakin benar-benar mencintainya. Bagiku kau adalah cinta satu-satunya dalam hidupku. Saat dia pergi aku memang sedikit terpukul, tapi apa yang kurasakan saat itu bukan karena aku mencintainya. Aku menyayanginya, tentu saja, Alexa adalah perempuan yang manis dan bisa membuat orang-orang merasa nyaman didekatnya. Aku merasa terpukul karena kehilangan seseorang yang bisa membuatku nyaman berada di sekitarnya.”

“Bagaimana perasaanmu saat bertemu lagi dengannya ?” entah mengapa Keyra merasa takut mendengar jawaban yang akan di berikan Dennis.

Dennis mengerutkan dahinya kemudian bersadar sandaran kursi. “Tentu saja senang, dia adalah temanku.”

“Tidakkah kau masih memiliki sediki rasa untuknya ?” Keyra bergumam pelan.

Dennis memejamkan matanya kemudian berdiri dan melangkah mendekatinya. Dennis duduk di samping Keyra. “Kenapa aku merasa kau sedang mencari tahu apakah aku masih mencintainya ?” Dennis tampak menunggunya untuk mengatakan sesuatu namun Keyra tidak juga mengatakan apapun. Lidahnya terasa kaku untuk berbicara, dan ketika yakin Keyra tidak akan mengatakan sesuatu Dennis berkata, “Nyonya Wayne, dengarkan aku baik-baik. Segala rasa yang ku miliki ada pada dirimu.”

“Maaf,” bisik Keyra tidak yakin Dennis mendengarnya, tapi sepertinya suaminya itu mendegarnya karena dia menarik Keyra kedalam pelukannya.

“Aku menerima permintaan maafmu. Tapi tolong jangan meragukanku lagi, rasanya benar-benar menyakitkan kau meragukanku seperti itu.”

“Aku tidak meragukanmu Dennis,” ujar Keyra cepat. “Aku hanya penasaran karena sikapmu pada Alexa benar-benar berbeda dengan Helen.”

“Alexa adalah perempuan yang sangat baik, sedangkan Helen,” Dennis menggeleng. “Dia adalah perempuan yang mengerikan. Dia hanya memikirkan kesenangannya sendiri, tapi Alexa, dia memikirkan semua orang di sekitarnya.”

“Lalu bagaimana denganku ? Aku tidak pernah memikirkan siapapun sebelum bertemu denganmu. Saat itu aku hanya berpikir bagaimana aku bisa tetap bertahan hidup.”

“Kau memang tidak memikirkan siapapun tapi kau begitu mudah mencintai segala hal yang kau pikir benar,” sahut Dennis.

 

Dennis memegang kedua pipi Keyra kemudian mencium bibirnya dengan sangat lembut. Ciuman itu adalah ciuman pemujaan dan cinta yang begitu besar.

 

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 18 Sep 2016 in 18+, Novel, True Love Stories

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: