Posted in 18+, Novel, True Love Stories

We Belong Together Bab 14

we-belong-together

 

 

 

 

 

Dennis mendengar suara rengekan Kyle ketika dia baru saja terlelap. Dia melihat istrinya tertidur pulas karena kelelahan setelah seharian mengurus anak-anak mereka dan dirinya. Dengan hati-hati dia turun dari ranjang, dan pergi ke kamar Kyle. Dennis mengangkat Kyle sebelum rengekannya menjadi tangisan yang bisa membuat seisi rumah terbangun. Dia meletakan Kyle di bahunya dan mengusap punggungnya dengan lembut.

 

“Kau tidak boleh menagis atau mama akan terbangun. Mama kelelahan karena mengurus kita jadi biarkan mama beristirahat,” bisik Dennis di telinga putra kecilnya yang kini telah berusia dua bulan.

Dennis sudah mulai cekatan mengurus Kyle. Dia bahkan sering membantu Keyra menganti popok Kyle. Tidak mudah baginya menjadi seorang ayah, mengingat bagaimana perlakuan ayahnya saat masih kecil, tapi dia terus berusaha menjadi ayah yang baik untuk anak-anaknya.

“Besok ulang tahun Evellen, apa yang akan kita berikan pada kakakmu itu hmm ?” ujarnya pada putranya itu. Dennis membawanya duduk di kursi goyang. “Kita akan memberi hadiah special untuk Evellen, dan mama. Mama sudah bekerja keras mengurus kita jadi kita juga akan memberi hadiah special untuknya. Menurutmu apa yang harus kita berikan untuk mama hmm ?” Dennis menunduk untuk melihat putranya yang kini tengah mengisap tangannya. Kyle tampak mulai mengantuk.

Dennis tersenyum dan mencium kepala putranya. Dia menepuk punggungnya dengan lembut, membuat Kyle akhirnya terlelap. Dennis lalu membaringkannya di boks bayinya dan menyelimutinya, setelah itu dia kembali kekamarnya.

 

Dennis berbaring di samping istrinya kemudian menariknya kedalam pelukkannya. Keyra tertidur dengan sangat pulas sehingga dia tidak akan menyadari jika ada bahaya yang akan datang menghampirirnya. Dennis tersenyum kemudian menyingkirkan helaian rambut  di wajah istrinya. Alena Wayne, Dennis harus mulai terbiasa memanggilnya dengan nama itu.

 

Dia lalu mengusap pipi istrinya itu dengan lembut. Jika bukan karena Alena dia tidak akan memiliki hidup yang sempurna seperti ini. Hingga saat ini mungkin Dennis masih menjadi pria brengsek jika dia tidak bertemu dengan Alena. Alena adalah malaikat penyelamat hidupnya. Dennis mencium dahi istrinya kemudian menyusulnya masuk kedalam mimpi.

 

***

 

Dennis dan Keyra bangun lebih pagi dari biasanya. Mereka menyiapkan pesta kejutan untuk ulang tahun Evellen yang ketiga. Keyra membuat kue untuk Evellen dengan di bantu oleh Sheline sementara Dennis dan Ken menghias ruangan. Ken dan Sheline datang pagi-pagi sekali untuk membantu mereka menyiapkan kejutan untuk putri mereka. Mereka hanya akan membuat pesta kecil karena Keyra masih tidak menyukai keramaian. Setelah Evellen mendapatkan hadiahnya mereka akan mengajaknya piknik dan kekebun binatang.

 

Saat tengah sibuk dengan pekerjaan masing-masing Kyle tiba-tiba menagis. Keyra hendak pergi kekamar bayinya namun Dennis menahannya.

“Aku saja,” ujarnya kemudian segera naik ke atas.

“Dia adalah suami yang sangat baik,” gumam Sheline sambil melirik suaminya yang tengah sibuk menghiasi ruangan.

“Dia tidak lebih baik dariku” gerutu Ken yang membuat Keyra tersenyum.

Beberapa menit kemudian Dennis turun dengan membawa Kyle yang tengah menagis. Keyra mencuci tangannya lalu mengambil Kyle dari Dennis. Dia masuk kekamar tamu dan menyusui putranya di sana. Keyra lalu teringat kalau semalam Kyle tidak menagis, putranya itu biasanya akan menagis di malam hari tapi semalam dia tidak menagsi.

 

“Apa semalam kau tidur nyenyak hmm ?” gumam Keyra kemudia mengusap kepalanya dan menekan ciuman di dahinya.

“Semalam dia terbangun, tapi aku mengatakan agar tidak menagis karena kau sangat kelelahan setelah seharian mengurusnya, lalu dia diam dan kami berbicara,” ujar Dennis kemudian masuk kedalam kamar itu dan menutup kembali pintu di belakangnya.

Dennis melangkah mendekatinya dan duduk di sampingnya. Suaminya itu mencium dahinya dan mencium pipi montok putranya yang tengah menyusu. Kyle melepaskan puting Keyra dan menatap Dennis dengan mata hijaunya., mata ayahnya. Kyle mengerakan-gerakan tangan dan kakinya meminta Dennis untuk menggedongnya. Dennis tersenyum kemudian mengambil Kyle dari dekapan Keyra.

 

Keyra mengusap kepala putranya. “Terima kasih semalam kau mengantikanku mengurusnya.”

“Tidak, akulah yang seharusnya berterima kasih padamu. Kau telah memberikanku kehidupan yang sempurna ini, terima kasih sayang,” Dennis kembali mencium dahinya.

Keyra tersenyum dan mengangguk. Dia lalu memeluk lengan suaminya dan meletakan kepalanya di pundak Dennis. Keyra benar-benar beruntung memiliki suami seperti Dennis.

“Sekarang lebih baik kita selesaikan pekerjaan kita sebelum gadis kecil yang berulang tahun bangun,” ujar Keyra mengingatkannya.

Dennis mengangguk kemudian mereka keluar dari kamar itu dan kembali menyelesekan pekerjaan mereka yang tertunda karena tangis Kyle. Karena perut Sheline semakin membesar Keyra memintanya untuk menemani Kyle yang berbaring di karpet tebal di ruang keluarga.

Dennis dan Ken menyelesaikan pekerjaan mereka dan Keyra telah selesai menghiasi kue buatanya ketika Evellen terbangun. Saat turun kebawah Evellen tampak masih mengantuk sehingga dia tidak menyadari apa yang terjadi di sana. Gadis kecil itu segera berjalan kedapur dan memeluk Keyra yang tengah membuat susu untuknya. Keyra berjongkok di hadapannya kemudian memeluknya.

 

“Mama,” rengeknya sambil mengusap-usap wajahnya di bahu Keyra. Dia tersenyum dan mencium kepala putri kecilnya itu.

“Ohhh putri kesayangan mama. Ayo minum susumu dulu sayang,” Keyra sekali lagi mencium kepalanya dan mengambilkannya susu di atas meja lalu menyerahkannya. Evellen melepaskan pelukannya kemudian mengambil susu di tangan Keyra dan meminumnya hingga habis.

Evellen memberikan gelas itu pada Keyra dan hendak kembali memeluknya namun gerakannya terhenti ketika mendengar Kyle merengek. Gadis kecil itu menjerit menyebut nama adiknya kemudian berlari menuju tempat di mana adiknya berada. Keyra mengeluarkan kue yang baru saja di buatnya di dalam kulkas kemudian membawanya ke ruang keluarga di mana mereka berkumpul.

 

Semua orang yang ada di dalam ruang keluarga bertepuk tangan dan bernyanyi untuk Evellen. Keyra berlutut di hadapannya dan memintanya meniup lilin. Evellen meniup lilin itu kemudian memeluk Keyra erat. Ken mengambil kue yang di pegang Keyra dan meletakannya di atas meja. Dennis, Ken dan Sheline mengeluarkan kemudian memberikan Evellen kado mereka.

 

Evellen berteriak senang kemudian mengambil kado itu dan duduk di atas karpet dan membukanya dengan gembira. Dennis mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam saku kemejanya kemudian mendekatinya.

“Dan ini untukmu mama,” ujar Dennis kemudian membuka kotak itu.

Keyra melihat sebuah gelang cantik di dalam kotak itu. Dia lalu menarik keluar gelang itu dan melihat inisial nama anak-anaknya dan Dennis di sana.

“Dennis, gelang ini benar-benar indah,” gumam Keyra.

Dennis mengambil gelang itu dari tangannya kemudian membantu Keyra mengenakannya di pergelangan tangannya, di dekat gelang yang Ken berikan beberapa bulan yang lalu.

“Sekarang kau bisa membuka gelang jelek pemberian Ken,” ujar Dennis setelah memakaikan gelang itu di tangannya.

Ken hendak membuka mulutnya untuk memprotes ucapan Dennis namun teriakan senang Evellen membuatnya kembali menutup mulutnya.

“Mama, Ellen mendapatkan tas sekolah dari paman Ken,” jeritnya senang.

Keyra tersenyum kemudian mendekatinya dan duduk di samping putrinya itu. Dia mengusap kepala putrinya dengan lembut dan memberinya ciuman di pipi montoknya.

“Sebentar lagi kau akan masuk sekolah jadi paman Ken memberikan tas untukmu,” sahut Keyra.

Evellen mengangguk dengan bersemangat kemudian membuka kadonya yang lain. Semua kado yang di dapatkannya adalah peralatan sekolah, karena sebentar lagi dia akan masuk sekolah. Lalu setelah itu mereka mandi dan bersiap-siap untuk pergi piknik dan kebun binatang.

 

***

 

Mereka tadinya akan pergi piknik terlebih dahulu, namun Evellen merengek ingin kekebun binatang jadi mereka pergi kekebun binatang terlebih dahulu. Ken tidak ikut bersama mereka karena harus menghadiri sebuah pertemuan penting dengan rekan bisnisnya.

 

“Papa, angkat Ellen,” jerit Evellen.

Dennis mengakat Evellen di punggungnya sehingga gadis kecil itu bisa melihat panda yang tengah makan. Dia menjerit senang dan memberitahu Kyle nama hewan yang tengah di lihatnya. Kyle mulai merengek saat melihat kakaknya itu bersama ayahnya. Kyle baru berusia dua bulan, tapi dia sudah bisa cemburu saat Evellen bersama ayah mereka. Bayi tampan itu mengerakan tangan dan kakinya meminta Dennis untuk menggendongnya.

“Oh ya Tuhan dia bahkan baru berusia dua bulan tapi dia sudah bisa cemburu pada kakaknya,” gerutu Keyra yang membuat Sheline terkekeh geli.

Sebelum Kyle menagis Dennis menurunkan Evellen dan mengambil putranya dari dekapan ibunya. Evellen cemberut kemudian memeluk ibunya.

Keyra mengusap kepala Evellen dengan sayang kemudian berkata. “Ayo kita lihat hewan lain.”

 

Setelah Evellen puas melihat-lihat binatang mereka pergi ke café untuk makan siang. Ken datang beberapa menit setelah mereka tiba di café. Pria itu duduk di dekat istrinya dan memesan makanan untuk dirinya sendiri. Ketika pelayan membawa pesanan mereka Dennis teringat ponselnya tertinggal di mobil.

“Ponselku tertinggal di mobil, aku akan pergi mengambilnya,” ujar Dennis kemudian berdiri dan hendak melangkah pergi.

“Aku ikut, aku mau membeli tissue di supermarket depan,” Keyra memberikan Kyle yang tengah tertidur pada Ken kemudian mereka keluar dari café itu.

 

“Aku akan menemanimu kesana, tapi aku akan mengambil ponselku terlebih dahulu,” Dennis bekata saat mereka berada di luar. Keyra mengangguk dan mengikuti Dennis ketempat mobil mereka terparkir. Dennis mengambil ponselnya di dalam mobil dan melihat beberapa panggilan tak terjawab dari nomor yang tidak di kenalnya dan beberapa dari asistennya.

 

Dennis menghubungi asistennya, dan perempuan itu langsung menjawabnya. Dia memberitahukannya beberapa pekerjaan penting yang harus di tanda tanganinya. Setelah membicarakan semua itu dia mengakhiri teleponnya.

Dennis menyelipkan jemarinya di antara jemari Keyra dan menggenggam tangan itu. Ketika akan menyebrangi jalan ponsel Dennis kembali berdering. Dia melihat ponselnya dan melihat nomor yang tadi menghubunginya lagi.

“Siapa ?” tanya Keyra saat Dennis tidak juga mengakat telepon itu.

“Aku tidak mengenal nomornya,” Dennis menujukan nomor itu pada istrinya.

“Angkat saja, mungkin itu penting,” ujar Keyra.

Dennis sedikit ragu tapi karena berpikir apa yang istrinya katakan benar dia mengakat telepon itu, dan menempelkannya di telinganya.

 

“Dennis, aku membutuhkan bantuanmu,” ujar suara berat yang di kenalnya.

“Romeo, brengsek, dimana kau ?” seru Dennis.

“Aku tidak bisa memberitahumu, tolong kirimkan aku uang secepatnya. Kau tahu kemana harus mengirimnya,” sahut Romoe.

“Kau harus kembali Romeo, ibumu sakit dan dia membutuhkanmu,” Dennis mengeram.

“Belum saatnya, Dennis. Aku akan kembali saat waktunya tiba. Tolong kirimkan uangnya sekarang, ini penting,” Romeo lalu mengakhiri telepon itu.

Dennis tersadar dari lamunannya saat merasakan istrinya meremas tangannya dengan lembut. Dia membalas meremas tangan Keyra kemudian menyebrangi jalan.

 

Mereka masuk kedalam supermarket kemudian membeli beberapa makanan kesukaan Evellen. Setelah itu mereka membayar dan keluar dari supermarket itu. Keyra tersada kalau dia lupa membeli tissue yang adalah tujuannya datang kesana ketika di depan seupermarket.

“Aku lupa membeli tissue, aku akan pergi membelinya, tunggu sebentar” ujar Keyra kemudian kembali masuk kedalam supermarket.

Dennis mengangguk kemudian Keyra kembali masuk kedalam supermarket itu. Saat istrinya itu masuk kedalam seorang perempuan dengan penampilan aneh masuk kedalam supermarket. Entah mengapa Dennis merasa mengenal siapa perempuan itu, tapi Dennis tidak yakin itu dia karena saat ini perempuan itu ada di penjara.

 

Dia merasa tidak tenang di sana jadi dia menitipkan barang-barang belanjaan Keyra di tempat penitipan kemudian menyusul istrinya di dalam. Dennis mencari-mencari di mana istrinya berada dan menemukannya tengah mengambil tissue. Perempuan tadi berdiri beberapa langkah di belakang istrinya, kemudian dia melihat perempuan itu mengeluarkan sesuatu yang berkilau dari dalam saku hoodie yang di kenakannya. Perempuan itu juga membuka penutup hoodie yang di kenakannya. Dennis terkejut saat melihat siapa perempuan itu.

 

“Sial,” umpatnya saat mengetahui siapa perempuan itu dan apa yang akan di lakukannya. Dennis berlari medekati Keyra. “Alena…”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s