Posted in 18+, Novel, True Love Stories

We Belong Together Bab 15 End

we-belong-together

 

 

 

 

 

 

“Dokter bagaimana keadaan suami saya ?” tanya Keyra saat dokter itu keluar dari ruangan di mana Dennis berada.

“Tuan Wayne baik-baik saja nyonya. Tuan Wayne hanya mendapatka beberapa jahitan karena lukanya sedikit dalam,” jelas dokter itu.

“Bisakah saya menemuinya ?”

“Tentu saja nyonya Wayne, masuklah,” sahut dokter itu.

Keyra segera masuk kedalam ruangan itu, dan mendapatkan suaminya tengah duduk di atas ranjang rumah sakit dengan perban di perutnya. Keyra melangkah mendekatinya kemudian memeluknya yang langsung dibalas oleh Dennis. Keyra menagis di dalam pelukan suaminya.

 

“Hai, kenapa kau menagis ?” ujar Dennis.

“Aku benar-benar takut Dennis, aku takut sesuatu yang buruk terjadi padamu. Kenapa kau tidak membiarkan saja dia melukaiku ?” isak Keyra di dalam pelukannya.

Dennis mengusap kepalanya dengan lembut kemudian mencium kepalanya. “Melihatmu terluka jauh lebih menyakitkan dari pada luka yang ku dapatkan. Aku pernah merasakannya sekali dan tidak ingin merasakannya lagi. Lagipula aku tidak apa-apa, pisau itu tidak akan bisa melukaiku lebih dari ini.”

Keyra semakin terisak karena ucapan suaminya. Dia masih teringat bagaimana Dennis berlari kearahnya dan menghalangi pisau itu mengenai dirinya. Helen, entah bagaimana dia bisa melarikan diri dari penjara. Seharian ini perempuan itu mengikuti mereka dan mencari kesempatan untuk melukainya.

Helen tampaknya tidak mau menyerah  hingga dia dapat melukai Keyra, tapi kali ini sepertinya Helen tidak akan bisa melakukannya lagi. Perempuan itu berlari ketika orang-orang akan menagkapnya tapi saat hendak menyebrangi jalan Helen tertabrak dan kepalanya terbentur cukup keras di trotoar. Dokter bahkan tidak yakin perempuan itu bisa hidup sampai besok.

 

Keyra melepaskan pelukannya dan menatap Dennis yang kini tengah tersenyum seolah-olah kekacauan itu tidak pernah terjadi. Suaminya itu mengusap air mata di pipinya kemudian mencium dahinya.

“Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakitimu,” janji Dennis kemudian menempelkan bibirnya di bibir Keyra.

Dennis menciumnya dengan sangat lembut dan penuh perasaan. Keyra memejamkan mata dan membalas ciuman itu. Dia mengeram ketika Dennis menggigit bibir bawahnya.

“Oh sial, kau sedang terluka tapi masih saja bisa melecehkan adikku.”

Keyra sontak menjauh dari Dennis ketika mendengar suara Ken. Wajah Keyra memerah karena tertangkap basah tengah berciuman.

Dennis meringis karena ucapan Ken. Dia menarik Keyra kedalam dekapannya. “Dia istriku jadi tidak bisa di bilang aku melecehkannya. Apa yang kau lakukan di sini ? Kau mengganggu moment mesera kami.”

Ken terkekeh kemudian masuk kedalam ruangan itu. Dia lalu menyerahkan kemeja bersih untuk Dennis pada Keyra, kemudian duduk di ranjang kosong yang ada di sana. Ken menatap Keyra dengan tatapan tajam, yang membuatnya semakin merona.

 

“Jangan menatapnya seperti itu atau wajahnya akan semakin memerah,” goda Dennis.

Ken tertawa terbahak karena ucapan Dennis. Keyra memelototi Dennis, tapi suaminya itu hanya tersenyum tanpa dosa, membuat Keyra ingin mencakar wajah tampannya.

Ken menggeleng lalu berdiri. “Kau sudah selesai di sini jadi kita pulang.”

Keyra membantu Dennis berdiri kemudian menyerahkan kemeja bersih yang di bawa Ken untuknya. Dennis mengambil kemeja itu tapi tidak mengenakannya.

“Kenapa kau tidak memakainya ?” tanya Keyra bingung karena Dennis hanya memegangi kemeja itu.

“Aku tidak mau memakainya,” sahut Dennis yang memmbuat Keyra marah.

“Kau ingin para perempuan melihatmu seperti itu hmm ? Cepat pakai atau aku akan membuatmu memakainya,” bentak Keyra.

Dennis terkekeh, dan pada saat itu dia tahu kalau suaminya itu tengah menggodanya. Dennis lalu memakai kemeja itu dan mereka meninggalkan rumah sakit itu.

 

***

 

Pagi itu setelah mereka selesai sarapan Carline datang untuk memberitahukan mereka kalau dia akan pergi untuk beberapa waktu, dan lukisan yang mereka minta Carline buat akan di selesaikannya setelah dia kembali.

“Kau bisa mengerjakannya kapanpun kau mau Carline,” ujar Keyra pada gadis itu.

Beberapa minggu setelah Kyle lahir Keyra memintanya untuk membuat lukisan Kyle. Dia sudah memiliki lukisan Evellen jadi dia hanya meminta Carline membuat lukisan Kyle.

“Terima kasih, Alena,” Carline melihat jam di tangannya. “Kalau begitu aku pergi dulu, sebentar lagi busku akan berangkat.”

Carline kemudian meninggalkan rumahnya, dan Keyra kembali keatas di mana suami dan kedua anaknya berada. Dennis mengajak anak-anak mereka bermain di kamar dan sekarang kamar mereka benar-benar berantakan karena Dennis dan Evellen tentunya. Kyle masih terlalu kecil untuk bisa membuat kamar berantakan.

 

“Papa, Evellen, apa yang kalian lakukan ?” gumam Keyra pada suami dan putraya itu.

“Mama, papa membuat kamar berantakan,” jerit Evellen kemudia berlari memeluk Keyra.

“Hai kau juga melakukannya,” ujar Dennis.

“Kalian harus merapikan semua ini,” geram Kerya lalu masuk kedalam kamar dan mengakat Kyle yang tengah berbaring di atas ranjang. Bocah kecil itu menagis saat melihat Keyra. “Kamar ini harus sudah rapi saat mama kembali.”

Keyra lalu membawa Kyle kekamarnya dan menyusuinya di sana sementara Dennis dan Evellen merapikan kamar yang telah mereka buat berantakan. Setelah Kyle selesai menyusu Keyra memandikannya.

 

Bayi kecil itu begitu senang saat Keyra menurunkannya kedalam air. Kyle megerak-gerakan kaki dan tangannya hingga air terciprat membasahi Keyra.  Dia juga tersenyum lebar yang membuatnya semakin mirip dengan ayahnya. Keyra mencium pipi montoknya kemudian menyabuninya.

 

“Mama,” Evellen berteriak kemudian naik di atas kursi dan berdiri di sana untuk melihat adiknya yang tengah mandi. “Mama, Ellen sudah membereskan kamar.”

“Gadis pintar, setelah ini kau mandi bersama mama hmm…” ujar Keyra yang di jawab anggukan oleh gadis kecil itu.

Evellen lalu focus melihat adiknya yang tengah di mandikan. Dia menyentuh tangan Kyle dengan telunjuknya yang langsung di genggam oleh Kyle. Evellen tersenyum seneng lalu mencium tangan adiknya itu.

Dada Keyra menghangat melihat semua itu. “Kyle sudah bersih, dan setelah Kyle berpakaian Evellen dan mama yang akan mandi.”

Keyra mengakat Kyle kemudian mengeringkan tubuh putranya itu dengan handuk. Keyra memakaikannya minyak kayu telon dan bedak, lalu setelah itu dia mengenakan putranya pakaian. Evellen tersenyum senang kemudian mencium pipi montok adiknya.

 

“Ayo sekarang giliran kita yang mandi,” ujar Keyra lalu mengakat putranya dan mengajaknya kekamarnya yang kini telah rapi. Keyra mendekati ranjang kemudian hendak menyerahkan Kyle pada suaminya.

“Mama, papa belum mandi,” seru Evellen saat akan menyerahkan Kyle pada suaminya.

“Luka papa masih basah sayang, jadi papa belum boleh mandi,” jelas Keyra kemudian menyerahkan Kyle padanya.

Keyra mencium pipi montok Kyle lalu bemberikan kecupan di bibir suaminya, dan mengajak Evellen mandi bersamanya.

 

***

 

Setelah lelah bermain bersama papanya Evellen akhirnya tertidur bersama Kyle di kamar orang tuanya. Dennis dan Keyra menatap keudua anak mereka yang tengah tertidur dengan tatapan kebahagiaan.

“Sekarang tidak ada lagi yang akan menganggu kita,” ujar Dennis pelan agar tidak mengganggu tidur kedua anak mereka.

“Aku tidak menyangka kehidupan Helen berakhir seperti ini,” sahut Keyra.

Dia benar-benar merasa kasian pada Helen karena harus mati dengan cara seperti itu. Dokter yang merawat Helen benar, perempuan itu tidak bisa bertahan sampai hari ini. Helen meninggal semalam, Keyra merasa sedih karena Helen tidak akan bisa melihat perkembangan putrinya. Waktu itu Helen hanya menggunakan Evellen untuk medekati mereka, namun dalam hatinya Keyra yakin Helen akan bisa mencintai putrinya. Dia mengijinkan Helen mendekat dengan Evellen karena dia berpikir Helen akan bisa mencintainya. Tapi obsesinya pada Dennis membuatnya tidak bisa merasakan cinta untuk putrinya sediri.

 

“Ini adalah balasan yang setimpal setelah apa yang di lakukannya padamu,” geram Dennis.

Keyra mengusap lengan suaminya. “Sudahlah, lupakan dia. Bagaimana dengan Romeo ? Apa kau sudah memberitahu tante Mia ?” Keyra mengalihkan pembicaraan agar tidak membuat suaminya kesal karena membicarakan Helen.

“Tidak, mereka berpikir Romeo sudah mati, dan aku melakukan pencarian tanpa sepengetahuan mereka. Beberapa tahun ini keadaan mereka sudah membaik, dan aku tidak ingin membuat mereka kembali khawatir padanya. Biarkan saja Romeo sendiri yang muncul di hadapan mereka,” jelas Dennis.

“Kenapa kau mencaritahu tentangnya jika kau tidak memberitahu mereka ?”

“Untuk membuat diriku tenang. Aku dan Romeo sangat dekat, dan mungkin aku adalah orang yang paling terpukul ketika dia menghilang begitu saja.” Keyra mendengar kesedihan dalam nada suara Dennis.

Keyra mengulurkan tangannya dan mengusap pipi suaminya dengan punggung tangannya. “Bagaimana perasaanmu saat dia menghubungimu ?”

“Aku benar-benar merasa lega setelah mengetahui dia baik-baik saja. Romeo bukan anak kecil lagi, tapi aku tetap saja menghawatirkannya,” gumamnya kemudian menggenggam tangan Keyra dan menciumnya,

“Baiklah, sekarang saatnya kau menganti perbanmu,” Keyra bangun kemudian turun dari ranjang. Dia lalu pergi mengambil kotak obat.

 

Keyra duduk di tepi ranjang dan membuka perban di perut suaminya itu kemudian membersihkannya. Setelah itu dia kembali menutup luka Dennis dengan perban.

Keyra melakukukan pekerjaannya tanpa melakukan kesalahan sedikitpun. Dulu saat dipanti asuhan dia sering membantu merawat anak-anak yang teluka karena terjatuh sehingga mereka harus mendapatkan luka jahitan atau semacamnya. Keyra belajar banyak hal dipanti ashuhan sehingga dia tidak perlu belajar untuk melakukan tugasnya sebagai seorang istri dan ibu.

“Sepertinya, kau belajar banyak hal dipanti asuhan,” ujar Dennis setelah Keyra selesai menutup lukanya dengan perban.

Keyra bangun lalu membuang bekas perban itu di dalam tempat sampah kemudian kembali duduk di samping suaminya.

“Selain membantu memasak dan mengurus bayi aku juga menjadi perawat untuk anak-anak yang terluka,” sahut Keyra lalu merapikan kotak obat itu dan kembali meletakannya pada tempatnya.

“Kau melakukan begitu bayak pekerjaan. Apa itu tidak membuatmu lelah ?”

“Aku menikmati semua pekerjaan yang ku lakukan. Lagipula saat itu aku tidak memiliki teman jadi untuk mengisi hari aku melakukan semua pekerjaan itu, dan keahlian yang ku dapatkan dari sana ternyata bergitu bermanfaat sekarang.”

“Ya, pelajaran itu sangat berguna. Aku merasa sangat beruntung memiliki istri seperti dirimu. Kau bisa melakukan segalahal, jadi aku tidak perlu mencari yang lain,” Dennis jelas menggodanya tapi Keyra benar-benar tidak suka di goda seperti itu.

“Jadi kau pernah berniat mencari yang lain hmm ?” gumamnya tak senang.

Dennis tersenyum lalu menairknya kedalam pelukannya. “Aku hanya menggodamu.”

“Aku tidak suka kau menggodaku seperti itu. Kau hanya akan menjadi milikku dan anak-anak, tidak orang lain,” gerutu Keyra.

Dennis terkekeh kemudian mencium dahinya. Keyra membalas pelukan itu dan menegelamkan wajahnya di leher Dennis dan menghirup aroma tubuh suamiya itu. Tempat itu adalah tempat yang paling di sukainya.

 

“Terima kasih saat itu kau mau mendengarkanku dan memberikanku kesempatan kedua,” gumam Dennis kemudian mengeratkan pelukannya.

Keyra mengakat wajahnya dan menatap kedalam mata suaminya. “Aku tidak memberikanmu kesempatan kedua, Dennis.Tuhan menciptakan kita untuk bersama dan memang seharusnya kita bersama.”

Dennis tersenyum kemudian memegang kedua pipi Keyra dan mencium bibirnya. Keyra memejamkan mata kemudian membalas ciuman suaminya. Dulu Keyra berpikir akan hidup sendiri selamanya, namun kehdiran Dennis merubah segalanya. Dennis memberikannya cinta dan kehidupan yang sempurna.

 

Dennis Wayne cinta sejatinya, pangeran tampan yang menyempurnakan kehidupnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s