RSS

Journey of Love Prolog

24 Oct

 

 

 

 

 

 

Aziela tersenyum menatap bayangan dirinya yang mengenakan gaun pengantin di cermin. Gaun itu sangat indah dan dia akan mengenakan gaun itu dalam beberapa hari. Aziela merapikan gaun itu kemudian keluar dari dalam ruangan ganti untuk memperlihatkannya pada calon suaminya.

 

“Axel,” ujarnya pada calon suaminya yang tengah membenarkan tuxedo yang tengah di cobanya.

Pria itu menoleh dan tampak tertegun melihat Aziela. Dia mengerjap lalu kemudian tersenyum dan melangkah mendekatinya.

“Wow, kau benar-benar indah,” puji Axel yang membuat sudut bibir Aziela tertarik membetuk sebuah senyum.  Axel mengusap pipinya lalu kemudian menekan ciuman di bibirnya, “Aku tidak sabar untuk menjadikan mu milik ku.”

Aziela melingkarkang tangannya di leher Axel, “Aku juga tidak sabar untuk menjadi nyonya Williams,” ujarnya bersemangat, kemudian dia teringat sesuatu, “Aku punya kejutan untuk mu, tapi aku akan memberitahu mu setelah pernikahan kita.”

“Apa itu ? Katakan sekarang.” Axel menatapnya curiga, membuat Aziela terkekeh geli.

“Aku tidak bisa mengatakannya sekarang, itu tidak akan jadi kejutan jika aku mengatakannya sekarang. Aku akan menganti gaun ini lalu kita pulang.”  Aziela melepaskan pelukkannya kemudian berbalik dan hendak melangkah meninggalkan Axel namun kekasihnya itu menahannya.

Axel memeluknya dari belakang, “Aku masih ingin melihat mu mengenakan gaun ini,” gumamnya, “Ayo kita berfoto.”

 

 

Aziela tersenyum kemudian kembali berbalik menghadap Axel, dia mengangguk lalu kekasihnya itu meminta pegawai butik itu untuk mengambil gambar mereka. Aziela tersenyum bahagia ketika pegawai perempuan itu mengambil gambar mereka.

 

❄❄

 

Karena pesta pernikahan itu akan di adakan dua hari lagi, Aziela menjadi lebih sibuk hari ini. Dia mempersiapkan segala hal agar terlihat sempurna, Aziela ingin pernikahannya menjadi pernikahan yang sempurna. Seluruh perempuan pasti menginginkan pernikahan yang sempurna bukan ?

 

“Aziela, Devin mencari mu,” ujar seorang temannya yang tengah membantunya mempersiapkan pernikahannya.

Aziela bingung karena adik dari calon suaminya tiba-tiba saja ada di sini. Bukankah seharusnya Devin membantu Axel mempersiapkan pernikahannya dan Axel ? Ah mungkin saja Axel mengirimnya ke sini untuk melihat keadaannya.

Aziela tersenyum kemudian bangun dan segera berlari menghampiri Devin. Pria itu tengah duduk di ruang tamu sambil memainkan ponselnya, Devin.

 

“Dev, kenapa kau kemari ?” tanya Aziela saat tiba di sana.

Pria itu bangun lalu berbalik menghadapnya, Devin tampak cemas. Aziela mengerutkan dahinya lalu melangkah mendekatinya dan duduk di sofa hadapan Devin.

“Ada apa Dev ? Apa Axel mengirim mu ke sini ?” tanyanya riang.

Devin menghela nafas kemudian kembali duduk, dia menggeleng, “Axel tidak mengirim ku kemari tapi aku kemari karena Axel.”

“Kau kemari karena Axel…” ujarnya mengulangi ucapan Devin.

Devin mengangguk dan lagi-lagi dia menghela nafas, yang membuat Aziela cemas. Devin tidak pernah bersikap seperti ini jika tidak terjadi sesuatu.

 

“Axel pergi…” ucapnya, membuat Aziela tertawa karena berpikir Devin tengah bercanda, “Aku tidak bercanda, Aziela. Axel pergi semalam, dia meninggalkan surat untuk mu,” Devin meletakan surat itu di atas meja. Tawa Aziela lenyap mendengar ucapan Devin, “Axel mengatakan tidak akan kembali lagi.”

“Jangan bercanda seperti ini Dev, aku tidak menyukainya. Pergilah dan bantu Axel mempersiapkan segalanya,” bentak Aziela.

 

Devin selalu menganggu dan mengerjainya jadi kali ini dia juga pasti tengah mengerjai Aziela, namun Aziela tidak melihat kalau Devin tengah mengerajainya. Dia tidak melihat Devin menahan senyum atau kilatan geli di matanya seperti yang selalu di lihatnya ketika dia menjahili Aziela.

“Devin kau tidak bercanda,” gumam lirih Aziela.

“Maaf,” ujar Devin menyesal atas apa yang terjadi.

“Axel tidak bisa melakukan semua ini pada ku, pada calon anak kami,” bisiknya pelan namun masih bisa terdengar oleh Devin.

 

Pria itu benar-benar sangat terkejut mendengar pengakuan Aziela. Dia berdiri lalu duduk di samping Aziela.

“Ka… kau hamil Aziela ?” tanya Devin.

Aziela memejamkan mata lalu mengangguk. Inilah kejutan yang ingin di berikannya pada Axel, tapi sekarang semua ini tidak ada gunanya. Axel meninggalkannya begitu saja ketika pernikahan itu akan terjadi hanya dalam dua hari.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 24 Oct 2016 in 18+, Novel

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: