RSS

Journey of Love Bab 5

01 Nov

 

 

 

 

 

 

 

 

Aziela menunggu Axel di salah satu café yang tidak jauh dari rumahnya. Dia mengajak Axel untuk bertemu di sana setelah pria itu kembali dari mengantar putra mereka kesekolah. Axel tiba di sana dalam waktu tiga puluh menit.
“Jadi kau merindukan ku ?” goda Axel setelah duduk di kursi di hadapan Aziela.

“Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi ? Katakan kenapa ayah ku melakukan semua ini pada ku ?” ujar Aziela mengabaikan perkataan pria itu.

Axel menggeleng lalu memanggil pelayan dan memesan makanan untuk mereka, “Setelah kita meresmikan pernikahan kita sayang, aku tidak bisa mengingkari janji ku pada ayah mu.”

“Kenapa ayah ku memberi persyarata seperti itu ?” geram Aziela marah.

“Karena baginya aku adalah satu-satunya pria yang tepat untuk mu. Lagipula kita sudah menikah dan yang harus kita lakukan hanyalah meresmikannya. Jika kau mau kita bisa meresmikannya hari ini juga lalu kau akan mengetahui segalanya.” Axel berhenti berbicara ketika pelayan mengantarkan pesanannya dan melanjutkannya setelah mereka pergi, “Ayah mu tidak bisa mempercayai pria manapun untuk mendampingi mu selain Axel Alexander Williams.”

 

Aziela terdiam, tidak tahu apa yang harus di katakannya. Ayahnya memang sangat mempercayai Axel. Awalnya Aziela berpikir ayahnya sangat mempercayainya karena Axel adalah putra dari Alexander Williams, sahabat ayahnya, tapi ternyata apa yang di pikirkannya salah, ayahnya tidak memiliki kepercayaan sebesar itu kepada Devin meski dia juga putra tuan Williams. Ayahnya benar-benar mempercayai Axel, bukan karena dia putra dari sahabatnya.

Sekarang Aziela tahu kenapa ayahnya tidak marah kepada Axel ketika pria itu meninggalkannya dua hari sebelum pernikahan. Bahkan ketika mengetahui Aziela hamilpun ayahnya tidak marah pada Axel seperti yang di bayangkannya akan terjadi. Ayahnya hanya mengatakan menyesali perbuatannya yang melangar peraturan yang di buatnya karena saat itu ayahnya tidak tahu kalau Aziela telah menikah dengan Axel, mereka merahasiakan pernikahan itu dari semua orang karena ayahnya tidak mengijinkannya menikah di usia Aziela yang masih sangat muda.

 

“Aku tahu ini sangat sulit untuk mu, tapi aku yakin kau akan bisa melewatinya. Aku berjanji akan membebaskan mu jika kita meresmikan pernikahan kita,” ujar Axel ketika Aziela tidak juga berbicara.

Aziela menggeleng, “Menikah dengan mu demi mengetahui segala tentang ayah ku sama saja dengan memanfaatkan mu, aku tidak mau seperti itu, Axel.”

“Kita sudah menikah Aziela, hanya pernikahan itu tidak resmi dan kita hanya perlu meresmikannya,” Axel menatap Aziela lekat, “Kau tidak akan memanfaatkan ku Aziela, tidak akan ada yang di manfaatkan.”

“Tapi Axel…”

“Pikirkan tentang Azeel, suatu saat nanti dia pasti bertanya mengapa orang tuanya tidak tinggal dalam satu rumah yang sama, kemudian ketika dia telah dewasa dia pasti menanyakan seperti apa hubungan kedua orang tuanya sebelumnya. Orang tentu saja akan mengatakan yang tidak mereka ketahui tentang kita dan Azeel pasti akan terluka mengetahui kebohongan itu,” ujar Axel memotong ucapan Aziela.

 

Aziela tertegun mendengar ucapan Axel, dia tidak menyangka Axel akan berpikir sejauh itu tentang putra mereka. Benar apa yang di katakan Axel, Azeel tidak akan selamanya menjadi anak-anak, suatu saat nanti dia pasti bertanya mengapa kedua orang tuanya tidak tinggal bersama dan setelah dewasa dia pasti akan menayakan seperti apa sebenarnya hubungan dirinya dan Axel dulu. Orang-orang hanya mengetahui dirinya dan Axel adalah sepasang kekasih dan ketika mereka akan meresmikan pernikahan itu Axel meninggalkannya dalam keadaan hamil. Jika Azeel mendengar cerita itu dari orang lain dia pasti salah faham.

 

“Baiklah,” gumam Aziela kemudian.

Axel tersenyum lalu menggenggam tangan Aziela, “Kita akan melakukannya hari ini juga. Aku akan memberitahu mom dan menghubungi teman-teman dekat untuk memberitahukan semua ini.”

“Kita tidak perlu terburu-buru Axel,” ujar Aziela.

“Aku ingin segera meresmikan pernikahan kita agar kita bisa segera tinggal bersama,” sahut Axel kemudian bangun dan menarik tangan Aziela keluar dari café itu.

Aziela tidak bisa menolak ketika Axel membawanya keluar dari café itu.

 

❄❄

 

Benar saja pernikahan itu dilakukan sore itu juga, kini Axel telah resmi menjadi suami Aziela. Pernikahan itu berlangsung sederhana di villa mewah milik keluarga Williams dengan dihadiri keluarga dan teman-teman terdekat saja. Axel melakukan semua itu dengan dibantu oleh Devin, mereka mempersiapkan segalanya dengan cepat, meski begitu semua tampak sempurna. Aziela mengenakan gaun pengantin yang di kenakan nyonya Williams dulu. Gaun itu masih seperti baru dan tampak sangat indah.

 

Nyonya Williams tampak sangat bahagia dengan pernikahan itu. Senyum di bibir wanita itu tidak pernah memudar semenjak Axel memberitahukannya kalau mereka akan menikah hari itu juga.

“Jadi inilah alasan mu tidak mau memikirkan tentang pernikahan ?” ujar nyonya Williams setelah Aziela menyeselaikan ceritanya.

Aziela mengangguk, membuat nyonya Williams tersenyum kemudian mengusap lengannya dengan lembut. Pernikahannya dengan Axel sebelumnya tidak resmi namun Aziela merasa terikat dengannya.

 

“Mommy benar-benar senang Axel menikahi mu bukan perempuan itu,” lanjut nyonya Williams menolak menyebut nama Selly. Nyonya Williams tampak tidak menyukai perempuan itu.

Selly ? Aziela lupa tentang perempuan itu. Axel telah mengatakan semua tentang perempuan itu dan bagaimana mereka bisa bertunagan. Kakeknya mengetahui kepergian Axel kemudian menjebaknya agar mau tinggal bersamanya. Awalnya Axel tidak mau tinggal bersamanya namun karena lelaki tua itu mengancam akan menghancurkan ibu dan adiknya membuatnya mau tinggal bersamanya. Kakeknya lalu memaksanya bertunagan dengan perempuan itu meski dia mengatakan telah memiliki istri.

 

“Kau pasti lelah kan ?” tanya nyonya Williams.

Aziela mengangguk lalu kemudian menatap Axel yang kini tengah berbicara dengan teman-temannya sambil di temani putra kecil mereka. Azeel tidak mau jauh dari papanya dia terus saja menempel pada papanya. Putranya itu tampak sangat bahagia bersama papanya yang membuatnya berpikir keputusannya untuk menikah dengan Axel adalah keputusan terbaik.

“Kalau begitu istirahatlah,” ujarnya.

“Tapi mom masih banyak orang di sini.”

“Axel bisa menangani mereka, lagipula mereka pasti mengerti mengapa kau tidak ada di sini. Kau pasti sangat lelah setelah seharian mempersiapkan semua ini,” bujuk nyonya Williams, “Dan Axel, apa yang sebenanya ada di kepalanya sampai harus melakukan pernikahan hari ini juga  ? Pergilah beristirahat sayang.”

 

Aziela merasa ragu namun karena merasa sangat lelah dia mengangguk, dia bangun lalu melangkah masuk kedalam villa besar itu. Aziela masuk kedalam kamar pengantin yang sudah di sediakan nyonya Williams kemudian mengganti gaunnya lalu berbaring di atas ranjang.

 

❄❄

 

Selly yang mengetahui pernikahan itu langsung menghubungi tuan Arthur Williams untuk memberitahukannya apa yang Axel lakukan. Lelaki tua itu sangat marah mendengar penjelasan Selly. Lelaki tua itu merasa di khianati untuk kedua kalinya, dulu putranya menghianatinya dengan menikahi perempuan dari kalangan rendah dan sekarang cucunya. Alexander seharusnya menikah dengan perempuan pilihannya namun putranya itu meniggalkan rumah dan memilih hidup miskin bersama perempuan rendahan yang bekerja di salah satu pabrik miliknya. Alexander ikut bersama perempuan itu kenegaranya dan menikah di sana.

 

“Apa kau tahu di mana mereka berada ?” tanya lelaki tua itu.

“Aku tidak tahu kakek, aku sudah mendatanginya jika aku mengetahui di mana pernikahan itu berlangsung. Aku tidak mengenal Negara ini jadi aku tidak tahu harus mencarinya di mana,” jelas Selly.

“Aku akan meminta orang kepercayaanku untuk mencarinya dan memaksanya kembali kesini,” geram lelaki tua itu lalu memutuskan telepon.

Perempuan itu tersenyum membayangkan bagaimana Axel akan di paksa kembali oleh kakeknya lalu di paksa menikah dengannya. Dia pasti akan sangat bahagia menikah dengan Axel yang adalah pewaris dari semua harta Williams, selain itu pria itu juga sangat sempurna. Semua perempuan pasti iri padanya saat mereka menikah nanti.

 

“Kau milikku Axel Williams, tidak ada perempuan yang boleh memilikimu selain aku,” gumamnya.

Malam ini dia akan membiarkan perempuan itu bersenang-senang dengan Axelnya lalu setelah itu dia akan memastikan perempuan itu menderita karena telah merebut kekasihnya.

 

❄❄

 

Setelah semua tamu pulang Axel masuk kedalam kamar. Ketika melangkah masuk kedalam kamar, dia menemukan istrinya tengah terlelap. Axel mendekatinya kemudian duduk di dekatnya. Aziela tampak sangat kelelahan setelah seharian mempersiapkan pernikahan yang terburu-buru itu. Axel sengaja melakukan semua ini agar Aziela tidak memiliki kesempatan untuk merubah pikirannya. Dia sudah begitu lama tersiksa jauh dari Aziela, dan ketika tuan Fran memberitahukan semua syarat yang di berikan tuan Joseph Axel merencanakan semua itu, dia menggunakan kesempatan itu untuk mengikat Aziela dalam ikatan pernikahan yang sah. Berkat Azeel dia bisa membuat Aziela mau meresmikan pernikahan mereka, dia sangat berterima kasih pada putranya. Sekarang yang harus di lakukan hanyalah mengembalikan kepercayaan Aziela yang telah hilang.

 

Axel menatap wajah lelap istrinya kemudian mengusap pipinya. Axel menatap bibir Aziela yang sedikit terbuka lalu tiba-tiba saja keinginan untuk merasakan bibir itu muncul.  Sudah sangat lama dia tidak merasakan rasa manis dari bibir itu, Axel menunduk dan menempelkan bibirnya di bibir  Aziela.

 

Axel mendesah ketika merasakan rasa manis dan lembut bibir Aziela. Rasanya ternyata jauh lebih manis dari yang di bayangkannya. Awalnya Axel hanya ingin menempelkan bibirnya namun dia mengambil resiko dengan mengerakkan bibirnya, Aziela mungkin akan marah tapi Axel tidak peduli. Aziela adalah miliknya jadi dia berhak melakukan apapun padanya.

 

Ketika Axel tengah menikmati rasa manis dari bibir Aziela tiba-tiba saja mata indah itu terbuka, menatapnya terkejut, Axel mengabaikan tatapan terkejut Aziela, dia terus menikmati bibir itu lalu memperdalam ciumannya. Setelah tersadar dari keterkejutannya Aziela mendorong Axel menjauh darinya. Aziela bangun dan menatapnya marah.

 

“Apa yang kau lakukan ?” geram Aziela.

“Mencium istri ku, apa itu salah ?” balasnya tanpa mempedulikan tatapan kemarahan Aziela.

Aziela tampak sangat marah karena ucapan Axel, “Aku tidak suka kau melakukan itu tanpa seijin ku, Axel. Aku memang istri mu sekarang tapi bukan berarti kau boleh memperlakukan ku seperti yang kau suka.”

Aziela bangun lalu meninggalkan Axel sendiri di kamar itu. Aziela tidak hanya marah padanya, tapi dia sangat marah. Oh ya ampun apa yang di pikirkannya hingga melakukan semua itu ? Dia belum mendapatkan kepercayaan Aizela tapi dia sudah bersikap buruk padanya. Aziela memang miliknya sekarang tapi dia boleh memperlakukannya sesuka hatinya.

 

Axel merutuki kebodohannya kemudian melepas jas yang masih di kenakannya lalu menyusul Aziela keluar. Aziela tengah duduk di atas ayunan yang ada di taman belakang. Axel melangkah mendekatinya lalu duduk di sampinganya.

“Maafkan aku,” ujarnya, “Aku benar-benar tidak bisa berpikir jernih saat melihat mu tadi, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi.”

“Kau mengatakan akan menceritakan tentang ayah ku setelah kita menikah,” gumamnya mengabaikan permintaan maaf Axel.

 

Axel menghela nafas lalu kemudian mulai bercerita, “Ayah mu memiliki tiga hotel lain dan sebuah perusahaan anggur, itu adalah warisan dari kakek mu. Ayah mu memiliki saudara tiri, putra dari istri kakek mu. Dia membuat rencana untuk membuat kakek mu membenci ayah mu hingga terusir dari rumah, dia berpikir semua harta kakek mu akan jatuh ketangannya jika ayah mu pergi, tapi yang di pikirkannya salah,” Axel menatap Aziela, “Dia hanya mendapatkan sedikit dari seluruh harta kakek mu dan ayah mu mendapatkan seluruh hartanya. Dia sangat marah karena hanya mendapatkan sebuah perkebunan dan rumah hingga dia mencoba mencelakai ayah mu agar mendapatkan semua yang di miliki ayah mu. Ayah mu merahasiaan mu dari semua orang karena takut lelaki itu akan mencelakai mu.”

“Jadi itu sebabnya ayah ku merahasiakan ku dari semua orang ?” tanya Aziela yang di jawab anggukan oleh Axel, “Lalu apa yang terjadi ? Dan kenapa aku harus menikah dengan mu untuk mengetahui segalanya ?”

“Karena ayah mu tahu aku sangat mencintai mu dan akan menjaga mu dari lelaki itu. Lelaki itu akan melukai mu seperti dia menyakiti ayah mu jadi ayah mu melakukan semua ini untuk mu,” sahut Axel.

“Apa kau tahu siapa ibu ku ?”

 

Axel tertegun mendengar petanyaan Aziela. Untuk yang satu itu dia tidak bisa menceritakannya. Aziela akan kecewa pada ayahnya dan membenci dirinya sendiri jika mengetahui siapa ibunya. Axel tahu segala tentang keluarga Joseph, tapi dia tidak bisa mengatakan lebih dari itu pada Aziela. Istrinya itu akan sangat terluka jika mengetahui rahasia yang belum di ungkapkannya. Axel tidak ingin melihat Aziela terluka jadi lebih baik dia tetap merahasiakan sisa dari rahasia yang belum terungkap.

 

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 1 Nov 2016 in 18+, Novel

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: