RSS

Journey of Love Epilog

16 Dec

 

 

 

 

Axel menatap kagum putrinya yang baru beberapa menit yang lalu terlahir kedunia ini. Semua ini seperti mimpi baginya, dan semua yang terjadi hari ini membuatnya merasa menyesal tidak berada di sisi Aziela ketika istrinya itu mengandung dan melahirkan putra mereka.

“Anda ingin menggendongnya tuan ?” tanya perawat itu yang membuat Axel terkejut.

“Aku ?” Axel menujuk dirinya sendiri.

Dia lalu menatap istrinya yang masih tampak lelah setelah melahirkan Aleah. Istrinya itu tersenyum dan menganggu.

“Baiklah,” sahut Axel kemudian kembali menatap perawat yang tengah menggendong putrinya. “Tolong bantu aku melakukannya.”

Perawat itu mengangguk, dan membantu Axel mengatur tangannya kemudian dia meletakan Aleah di tangannya. Setelah putrinya berada dalam gendongannya, Axel tidak berani bergerak karena takut akan melukai putri kecilnya itu.

 

“Aku ingin melihatnya,” ujar Aziela dengan suara lemah.

Axel berdehem dan dengan sangat hati-hati dia melangkah ketempat di mana istrinya berada. Dia duduk di tepi ranjang kemudian memperlihatkan Aleah pada istrinya itu. Aziela tersenyum bahagia melihat putri mereka yang kini tengah menagis di dalam dekapan Axel. Dia menyentuh pipi montok Aleah dan mengusapnya air mata yang mengalir di pipinya.

“Dia cantik seperti dirimu,” gumam Axel lalu mencium dahi putrinya itu.

“Tapi dia lebih mirip denganmu,” Aziela menyentuh bibir mungil putrinya. “Dia memiliki bibirmu, dan mata biru indahmu,” Aziela menatap suaminya. “Berikan padaku, aku ingin menyusuinya.”

Axel menatap perawat yang masih berdiri di tempatnya. “Apakah istriku sudah boleh menyusuinya ?”

“Tentu saja tuan,” sahut perawat itu kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.

Aziela lalu mengambil putri mereka dari tangan Axel kemudian membuka gaun rumah sakit yang di kenakannya. Bayi mungil itu menghisap putingnya dengan kuat hingga menimbulkan bunyi. Axel dan Aziela tersenyum melihat putri kecil mereka yang tidak sabaran itu. Axel mengusap kepalanya dan sekali lagi mencium dahi putrinya itu.

 

“Kapan mommy akan membawa Azeel kesini ?” tanya Aziela.

“Sebentar lagi mereka pasti tiba di sini,” ujar Axel lalu menekan ciuman dahi istrinya. “Terima kasih dan maaf,” sambungnya yang membuat Aziela mengerutkan dahinya bingung.

“Kenapa kau meminta maaf ?”

“Karena aku tidak bersamamu saat kau mengandung dan melahirkan Azeel. Aku benar-benar sangat men….” Aziela meletakan telunjuknya di bibir Axel untuk menghentikan ucapannya.

“Sudahlah sayang, semua itu sudah berlalu. Tidak ada gunanya mengingat semua itu di saat kita tengah berbahagia karena kelahiran malaikat kecil kita ini,” ujar Aziela.

Axel hendak mengatakan sesuatu namun dia terhenti ketika Azeel menerobos masuk kedalam ruangan.

“Adik Ajeel,” serunya yang membuat Axel dan Aziela terkekeh.

Axel mengkatanya kemudian mendudukkannya di pangkuannya sehingga Azeel bisa melihat adiknya yang tengah menyusu. Beberapa saat kemudian nyonya Williams, Devin, Zavira dan Brian masuk kedalam ruangan itu dengan membawa hadiah untuk putri kecil mereka.

 

Nyonya Williams mengucapkan selamat pada mereka, dan langsung mengambil Aleah yang sudah terlelap dalam dekapan Aziela. Wanita paruh baya itu tersenyum senang melihat cucu perempuannya itu. Zavira melangkah mendekati nyonya Williams dan melihat gadis kecil itu.

“Dia sangat cantik,” ujar Zavira setelah melihat gadis kecil itu.

“Tidakkah kau dan Devin ingin menyusul mereka ?” goda Brian yang kini telah duduk di sofa dalam ruangan itu.

Kedua pipi Zavira memerah karena komentar kakaknya itu, tapi Devin tampak biasa saja.

“Aku setuju denganmu, jadi bagaimana kalau kita membicarakan tentang pernikahan mereka setelah Aziela keluar dari rumah sakit ?” Axel ikut menggoda mereka.

“Aku juga berencana begitu,” sahut Devin yang membuat Axel dan Brian saling menatap.

 

Devin tidak pernah bercanda dengan siapapun selain dengan Aziela dan ibu mereka. Adiknya itu selalu serius saat bersama orang lain. Bahkan Devin tidak tampak sedang bercanda saat mengatakan hal itu.

“Aku tidak suka kalian bercanda seperti ini,” gumam Zavira dengan wajah yang semakin memerah.

“Aku tidak sedang bercanda. Saat Aziela keluar dari rumah sakit aku akan melamarmu,” saut Devin dengan sungguh-sungguh.

Axel sangat terkejut dengan ucapan adiknya itu, tapi dia tidak mengatakan apapun. Tadi dia dan Brian hanya menggoda mereka karena mereka selalu bersama-sama sepanjang waktu, tapi ketika Devin membenarkannya apa yang bisa di lakukannya ? Dia hanya bisa mendukung adiknya itu dan berharap Devin tidak melakukan semua ini karena sesuatu.

 

***

 

“Aku selalu curiga sesuatu terjadi antara Devin dan Zavira, dan kecurigaanku sekarang terbukti,” ujar Aziela setelah semua orang meninggalkan tempat itu.

“Begitu juga denganku,” sahut Axel, namun sebenarnya dia tidak yakin dengan semua ini. Devin tidak seperti tengah jatuh cinta pada Zavira.

Aleah bergerak dalam dekapan Aziela kemudian menagis dengan keras. Aziela menggeleng kemudian melepas kancing gaun itu dan mendekatkan putinganya pada bayi cantiknya. Aleah langsung menghisap puting itu dengan tidak sabar.

 

“Kau tidak sabaran seperti papamu,” ujar Aziela lalu mencium dahi putri kecil mereka.

Axel terkekeh mendengar ucapan istrinya itu kemudian menggodanya. “Tapi kau menyukainyakan mama ?”

“Sangat,” balas Aziela lalu mereka tertawa bersama.

 

Axel memeluk Aziela dengan sebelah tangannya dan tangannya yang lain di gunakan untuk memeluk Azeel yang terlelap di dalam dekapannya. Bocah kecil itu menolak pulang bersama neneknya karena masih ingin bersama dengan adiknya. Axel benar-benar bahagia dengan semua ini, dan berharap kebahagiaan ini tidak pernah berakhir.

 

 

 

 

END

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 16 Dec 2016 in 18+, Novel

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: