Posted in 18+, Novel

Agreement of Heart Prolog

 

 

 

 

Seorang pria duduk di hadapan Sierra kemudian menyerahkan sebuah amplom coklat berukuran besar padanya. Dia mengambil amplop itu kemudian membukanya, dan menarik keluar kertas yang ada di dalam amplop itu. Sierra membaca apa yang tertulis di dalam kertas-kertas itu.

 

“Jika kau keberatan dengan salah satu dari peraturan itu, kau bisa mengatakannya padaku,” gumam pria itu ketika Sierra mulai membaca isi dari kertas itu.

Sierra mengangguk tanpa mengalihkan tatapannya dari huruf-huruf yang tercetak di dalam kertas. Sebenarnya Sierra tidak peduli dengan isi dari kertas itu, karena dia tetap akan menanda tanganinya meski apapun yang tertulis di dalam sana. Nyawa ayahnya berada di dalam kertas itu, dan tanda tangannya jadi dia tidak peduli dengan apapun isi dari kertas itu. Jika di dalam kertas itu tertulis untuk mengakhiri nyawanyapun dia akan tetap menanda tanganinya. Sierra akan melakukan apapun demi kesembuhan ayahnya termasuk mengorbankan nyawanya.

 

“Anda menginginkan anak. Tapi saya tidak mengerti kenapa anda harus menikahi saya ?” tanya Sierra bingung saat membaca tentang pernikahan dalam surat perjanjian itu.

“Tolong berhentilah berbicara terlalu formal padaku, itu membuatku merasa sedang berbicara dengan pegawaiku. Jika kau menyetujui semua peraturan yang ku tulis di dalam perjanjian itu, dan menanda tanganinya maka kau akan menjadi istriku, jadi berhenti berbicara seperti itu padaku,” sahut pria itu yang di jawab Sierra dengan anggukan. Pria itu berdehem kemudian melanjutkan perkataannya. “Aku membuat pernikahan dalam perjanjian itu, karena aku ingin anakku terlahir dalam pernikahan yang sah.”

Meski masih merasa bingung Sierra tetap mengangguk. Sierra tidak mengerti kenapa pria di hadapannya itu mau menikahinya sementara dia bisa mendapatkan ribuan gadis yang dengan senang hati menikah dengannya, dan memberikannya banyak anak tanpa harus mengeluarkan uang seperti ini. Pria ini sangat tampan, dan hanya dengan sebuah isyarat saja para perempuan akan datang padanya. Tapi ketika seseorang memiliki banyak uang tidak ada hal yang lebih menyenangkan untuk di lakukan selain membuang uang mereka dengan cara yang tidak wajar.

 

Sierra mengambil pulpen kemudian menada tanganni perjanjian itu tanpa harus membaca seluruh isi dari penjanjian itu. Dia akan menerima semua peraturan dalam surat perjanjian itu.

“Kau belum membaca semuanya,” gumam pria itu.

“Sa…aku tidak perlu membaca semuanya untuk menanda tanganinya,” sahutnya kemudian memasukkan kembali kertas-kertas itu kedalam ampolp coklat itu, dan menyerahkannya pada pria itu.

Pria itu meringis karena jawabannnya. “Kau seharusnya membaca semua isi dari surat perjanjian ini sebelum menanda tanganinya,” pria itu menatap Sierra tajam. “Bagaimana jika aku menulis sesuatu yang mungkin kau benci dalam perjanjian itu ?”

“Maka aku siap untuk menaggungnya,” ujarnya benar-benar tidak peduli dengan apapun isi dalam perjanjian itu.

Pria itu mengangguk kemudian berdiri yang sontak membuat Sierra ikut berdiri. Pria itu mengeluarkan sebuah cek dari dalam saku jasnya lalu menyerahkannya pada Sierra.

“Ayahmu pasti bagga memiliki putri seperti dirimu,“  gumam pria itu kemudian meninggalkan Sierra sendiri di dalam ruangan itu.

 

Sierra menatap kepergian pria itu, dan setelah pria itu menghilang di balik pintu dia menatap cek yang ada di tanganya. Pria itu, Kyle Greener, memberikan uang lebih dari yang Sierra inginkan. Sierra, tidak membutuhkan uang lebih dari seratus juta. Dia hanya membutuhkan seratus juta untuk biaya operasi ayahnya, dan sekarang dia telah mendapatkan uang itu dengan cara yang mungkin tidak benar.

Tidak ada yang bisa di lakukan seorang gadis berusia delapan belas tahun seperti dirinya untuk mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat.  Ayahnya mungkin akan kecewa dengan yang di lakukannya, tapi ayahnya pasti akan mengerti. Sierra memejamkan mata dan menghela nafas, kemudian pergi dari tempat itu.

 

***

 

Setelah mengurus pembayaran untuk biaya operas ayahnya, Sierra pergi menemui ayahnya, dan memberitahunya kapan operasinya akan di lakukan. Ayahnya sangat terkejut karena Sierra mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat. Sierra sudah menduga ayahnya akan bereaksi seperti ini. Lagipula siapa yang tidak akan terkejut ketika seorang gadis berusia delapan belas tahun yang tidak memiliki kemampuan seperti dirinya mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu sesingkat ini ?

 

“Dari mana kau mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu sesingkat ini ? Tolong jangan katakan kau melakukan sesuatu yang tidak benar untuk mendapatkan uang itu,” ujar ayahnya.

“Tidak ayah, aku mendapatkan uang itu dari Kyle Greener, dan membuat perjanjian dengannya,” Sierra tidak bisa berbohong pada ayahnya. Ayahnya akan tahu ketika dia berbohong jadi lebih baik dia berkata jujur.

Wajah ayahnya memucat karena ucapannya. “Kenapa kau melakukan semua ini Sierra ? Kau tidak perlu melakukan semua ini untuk ayah. Kau tidak bisa melakukan semua itu untuk ayah.”

“Aku menyayangimu dan aku ingin kau sembuh. Aku akan melakukan apapun untuk kesembuhanmu, ayah, meski harus mengorbankan nyawaku,”Sierra duduk di samping ayahnya kemudian menggenggam tangannya erat. “Aku tidak memiliki siapapun selain dirimu, ayah. Kau adalah satu-satunya orang yang ku miliki di dunia ini, dan tanpamu aku tidak akan bisa melakukan apapun, jadi biarkan aku melakukan semua ini untukmu.”

 

Ayahnya adalah satu-satunya orang yang di milikinya di dunia ini setelah ibunya meninggal karena kanker lima belas tahun yang lalu. Selama ini ayahnya bekerja keras untuk dirinya, dan bahkan ayahnya tidak menikah lagi demi dirinya. Ayahnya telah melakukan banyak hal untuk dirinya jadi ini saatnya dia memberikan sesuatu untuk ayahnya.

“Ayah, kumohon jangan menangis,” pintanya saat air mata mengalir di pipi ayahnya. Sierra menghapus air mata di pipi ayahnya.

“Ayah benar-benar tidak berguna,” erang ayahnya.

“Tidak, bagiku ayah adalah ayah terbaik di dunia ini,” ujarnya membantah ucapan ayahnya.

Ayahnya menggeleng, dan menatapnya. “Apa yang membuatmu berpikir untuk meminjam uang pada tuan Greener, dan membuat perjanjian itu ?”

“Tuan Greener adalah satu-satunya orang yang ku tahu yang bisa meminjamkan uang padaku, dan ayah bekerja untuknya,” sahutnya.

“Apa isi dari perjanjian itu ?”

“Melahirkan seorang pewaris untuknya,” lagi-lagi Sierra mengatakan kejujuran itu.

Ayahnya memejamkan mata dan menghela nafas. “Kau tidak bisa melahirkan anak tuan Greener tanpa adanya pernikahan.”

“Aku tidak akan melahirkan anak tuan Greener tanpa pernikahan, ayah. Tuan Greener menulis pernikahan dalam surat perjanjian itu. Tuan Greener tidak mau anaknya terlahir di luar pernikahan. Jadi untuk mendapatkan anak itu aku harus menikahinya,” jelasnya yang membuat ayahnya menghela nafas lega, namun ada penyesalan dalam nada suara ayahnya.

 

Sierra lalu mengalihkan pembicaraan mereka untuk menghilangkan penyesalan yang di rasakan ayahnya. Sierra tidak yakin itu akan berhasil, tapi setidaknya ayahnya tidak terlalu memikirkan semua itu. Dia ingin ayahnya hanya focus pada kesehatannya saja.

 

***

 

Sierra berdiri di depan cermin menatap banyangan dirinya yang tengah mengenakan gaun pengantin yang sangat indah. Gaun itu sangat indah, dan begitu pas di tubuhnya. Saat masih kecil dia selalu ingin mengenakan gaun seindah itu dalam pernikahannya, dan sekarang keinginannya tercapai, meski bukan pernikahan yang seperti ini yang di inginkannya. Sierra ingin menikah dengan pria yang di cintai dan mencintainya, dan tentunya di usia yang lebih dewasa dari usianya saat ini. Tapi tidak semua keinginan bisa dia dapatkan. Sierra bukan Tuhan yang bisa mengatur segala sesuatu sesuai keinginanya.

Apa yang terjadi saat ini adalah takdir yang telah di tulis Tuhan untuk dirinya, dan Sierra harus mengikuti jalan takdir yang telah Tuhan tentukan untuk dirinya.  Dia percaya suatu saat nanti Tuhan akan memberikannya kebahagiaan setelah semua rasa sakit yang di laluinya.

 

“Kau sangat cantik,” ujar suara dari seorang pria mengejutkan Sierra.

Sierra berbalik dan menemukan George, sahabatnya, melangkah masuk kedalam ruangan itu. George mengenakan pakaian resmi yang membuatnya terlihat lebih tampan.

“Aku tidak tahu kau bisa terlihat sangat cantik,” canda George yang membuat Sierra tersenyum. George berdiri tepat di hadapannya.

“Senang melihatmu berada di sini,” ujar Sierra.

“Bagaimana perasaanmu Sierra ? Apa kau bahagia ?” tanya George.

“Aku tidak tahu, George,” sahutnya karena memang dia tidak tahu apa yang di rasakannya saat ini.

Jawaban Sierra membuat senyum di bibir George menghilang. Pria itu menatapnya serius, kemudian memegang kedua tangannya.

 

“Pria itu tidak pantas untukmu, Sierra. Pria itu terlalu tua untukmu, kau pantas mendapatkan pria yang lebih baik darinya, dan kau tidak bisa menikah karena terpaksa seperti ini,” ujar George.

Sierra tidak memberitahu George tentang perjanjian itu, sehingga mungkin George berpikir pernikahannya karena terpaksa.

Sierra menggeleng kemudian menarik tangannya dari genggaman George. “Aku tidak tahu pria seperti apa yang pantas untukku, mengingat seperti apa kehidupanku selama ini, dan aku yakin Kyle Greener adalah yang terbaik untukku.”

George menggeleng kemudian mencengkram kedua lengan Sierra yang membuatnya meringis kesakitan. George tampak sangat marah karena ucapannya.

“Tidak, akulah satu-satunya pria terbaik untukmu, bukan pria itu. Aku mencintaimu Sierra, aku sangat mencintaimu. Ikutlah bersamaku, dan aku akan membuatmu bahagia,” ujar George dengan penuh keyakinan. George mundur beberapa langkah kemudian mengulurkan tangannya.

 

Sierra benar-benar terkejut mendengar pengakuan George. Pria ini sangat suka bercanda, tapi saat ini dia tidak mungkin bercandakan ? Dia mengenal George dari kecil jadi dia mengetahui saat di mana George tengah bercanda.

Sierra menatap mata George yang tengah menunggunya menerima uluran tangannya. Dia melihat tekat di mata sahabatnya itu yang membuat Sierra percaya kalau semua ini bukanlah lelucon. Sierra menatap tangan George kemudian menggeleng.

“Aku juga mencintaimu George, tapi bukan cinta seperti seorang perempuan pada seorang pria. Aku mencintaimu sebagai sahabat, dan sebagai saudara, tidak lebih. Aku tidak bisa pergi bersamamu, maafkan aku,” gumamnya kemudian melangkah meninggalkan George yang terpaku mendengar ucapannya.

 

Ketika akan berjalan melewati pintu ayahnya datang untuk menjemputnya karena pernikahan itu akan segera di mulai. Ayahnya sudah pulih setelah menjalani operasi tiga bulan yang lalu jadi ayahnyalah yang mendampinginya. Sierra benar-benar senang ayahnya bisa hadir dalam pernikahannya dan mendampinginya, meski pernikahan ini tidak sesuai dengan yang di inginkannya.

Sierra tidak menoleh untuk melihat seperti apa George terlihat saat ini. Dia tidak ingin menyakiti sahabatnya itu, tapi dia tidak tahu harus melakukan apa untuk membuatnya mengerti tentang semua ini.

 

“Apa kau siap sayang ?” tanya ayahnya saat mereka akan berjalan meninggalkan tempat itu. Ayahnya tampaknya tidak menyadari kehadiran George sehingga dia tidak mengatakan apapun.

Sierra memejamkan matanya dan menghela nafa. “Siap ayah.”

Advertisements

One thought on “Agreement of Heart Prolog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s