RSS

Prince of Darkness Prolog

21 Feb

 

 

 

 

 

 

“Aku sangat mencintaimu Carline,” kata-kata itu sudah berkali-kali di ucapkan sahabatnya, Daniel. Awalnya Carline mengangap Daniel mengatakan kata-kata itu hanya untuk menggodanya karena dia tidak pernah sekalipun menjalin hubungan special dengan pria manapun. Carline selalu menangapi kata-kata itu dengan tawa, namun Carline menyadari kata-kata itu bukan hanya sebuah lelucon ketika Daniel mengucapkan kata-kata itu berkali-kali.

 

“Tolong berhentilah mengucapkan kata-kata sialan itu, Daniel. Kau menyiksa ku dengan terus mengucapkan kata-kata sialan itu,” geram Carline lalu meninggalkan sahabatnya itu yang tampak terkejut karena ucapannya.

Carline tengah melukis ketika Daniel datang dan mengajaknya untuk berjalan-jalan. Mereka menikmati siang itu dengan bercanda dan tertawa hingga Daniel mengucapkan kata-kata terkutuk itu dan merusak segalanya. Carline tidak bisa menghadapi Daniel jika dia terus seperti ini.  Dia tidak mau merusak persahabatan yang sudah begitu lama mereka bangun hanya karena pernyataan cinta bodoh Daniel. Carline ingin menjauh untuk beberapa saat darinya untuk menenagkan pikirannya yang kacau karena pernyataan cinta Daniel.

 

Carline menghentikan sebuah taxi dan memintaaya membawanya kerumah Claire, sahabatnya dan Daniel. Menemui Claire akan membuat perasaannya membaik, dan dia akan melupakan maslah Daniel dan pernyataan cintanya untuk beberapa waktu.

Beberapa menit kemudian dia tiba di rumah sahabatnya itu. Carline membayar  taxi lalu turun, dan masuk kedalam gerbang rumah besar miliki Claire. Claire adalah gadis kaya, namun gadis itu tidak pernah memilih siapa yang harus menjadi temannya. Claire mau bersahabat dengan dirinya yang hanya seorang putri dari pemilik sebuah rumah makan kecil.

 

“Carline,” jerit Claire dari teras rumahnya. Gadis itu lalu berlari mendekatinya, dan langsung memeluknya erat. “Aku akan menikah.”

“Apa ?” tanya Carline terkejut.

Claire melepaskan pelukannya dan menatap dirinya dengan tatapan bahagia namun ada kekecewaan di sana. Dia tahu penyebab dari tatapan itu. Claire akan menikah dengan pria yang selama ini di cintainya, namun pria itu tidak memiliki perasaan yang sama dengannya.

 

“Aku akan menikah, aku akan menikah dengan Nate Hamilton,” Claire memelankan suaranya agar penjaga gerbang tidak mendengar ucapannya.

“Kau pasti sangat bahagia,” ujarnya.

Senyum di bibir Claire tiba-tiba menghilang karena ucapannya. “Tentu saja, tapi Nate tidak mencintaiku. Dia mau menikahiku karena perjodohan yang di lakukan orang tua kami. Dan mungkin dia menerima perjodohan ini karena orang tuanya memaksanya.”

“Tidak apa-apa, yang terpenting dia menerima perjodohan itu dan setelah menikah kau bisa membuatnya mencintaimu,” Carline mencoba menyakinkannya meski dia sendiripun tidak yakin.

Claire melihat penjaga gerbang lalu mengenggam tangannya. “Lebih baik kita bicara di dalam saja.”

Claire menarik tangannya kedalam rumah dan mengajak Carline kedalam kamarnya. Claire menutup pintu dan menguncinya lalu mengajak Carline duduk di ranjangnya yang besar.

 

Mereka kemudian membicarakan perjodohan Claire dan rencana pernikahannya yang akan di lakukan lima bulan lagi. Carline hanya mendengarkan semua cerita sahabatnya itu yang membuatnya bisa melupakan masalahnya dengan Daniel. Setelah beberapa jam di sana Carline akhirnya berpamitan untuk pulang tanpa memberitahu sahabatnya itu tentang semua yang terjadi hari ini, dan Claire juga tidak menayakan alasan Carline datang kerumahnya.

 

Carline tidak pulang kerumahnya, tapi dia pergi kepantai. Dia duduk di sebuah batang pohon dan menatap matahari terbenam. Pikirannya kembali pada Daniel dan penyataan cintanya siang tadi. Daniel mencintainya dan dia tidak bisa membalas cintanya. Daniel adalah sahabatnya dan selamanya akan seperti itu, tidak akan ada yang bisa merubah semua itu.

 

“Seharusnya kau tahu bahwa aku tidak pantas untukmu,” gumam Carline lalu memeluk dirinya sendiri. Matahari sudah tidak terlihat lagi dan udara menjadi semakin dingin, tapi Carline masih tidak mau meninggalkan tempat itu.

Carline pulang kerumahnya saat jam sembilan malam. Sebenarnya dia masih ingin tinggal di pantai itu, tapi ayah dan adiknya akan sangat khawatir jika dia tidak pulang.

 

“Dari mana saja kau ? Ayah sangat menghawatirkanmu. Kau pergi dari pagi dan tidak memberitahu kami kemana kau pergi,” Raymond, adiknya menunggunya di depan pintu dan langsung mengajukan pertanyaan itu padanya.

“Maaf,” hanya itu kata yang keluar dari mulut Carline kemudian masuk kedalam rumah.

Dia melihat ayahnya di dalam kamarnya untuk memastikan keadaannya, setelah mengetahui ayahnya baik-baik saja dia pergi kemaranya. Dia tidak mau bertemu dengan Ray dan memberitahunya semua yang terjadi hari ini. Adiknya itu akan mendukung Daniel kemudian memaksanya menerima pria itu, yang akan membuatnya semakin merasa bersalah.

 

Carline mengunci kamarnya dan melempar tasnya ke atas meja kemudian berbaring di kasur. Dia benar-benar kelelahan setelah berjalan pulang dari pantai, membuatnya langsung terlelap.

 

❄❄

 

Karena terlalu lelah Carline terbangun jam depalan tepat. Dia mengambil handuknya kemudian keluar dari kamar, dan masuk kedalam kamar mandi. Carline mandi dengan cepat lalu mengenakan pakaiannya dan menemui ayahnya yang tengah memasak. Dia mendekatinya kemudian memeluk ayahnya dari belakang.

 

“Maaf semalam membuat ayah khawatir. Aku pergi kerumah Claire dan karena terlalu asik dengannya aku lupa waktu,” ujarnya berbohong. Kalaupun dia mengatakan kebenarannya, ayahanya tidak akan marah, tapi Carline benar-benar tidak siap untuk bercerita tentang kejadian kemarin pada ayahnya.

“Sudahlah, lupakan itu, sekarang makanlah,” sahut ayahnya.

Carline mencium pipi ayahnya lalu duduk di meja dan memakan masakan buatan ayahnya dengan lahap. Masakan ayahnya benar-benar lezat, itu sebabnya rumah makan milik ayahnya selalu ramai dengan pengunjung. Ayahnya adalah mantan koki di sebuah hotel ternama di kota itu, namun karena kesalahan yang tidak di perbuat, ayahnya di pecat, dan di permalukan sehingga tidak ada yang mau memperkerjakannya lagi. Ibunya meninggalkan mereka karena kejadian itu, tapi sebelum meninggalkan mereka ibunya memaki ayahnya dengan kata-kata kasar yang menyakitkan. Dan semenjak itu ibunya tidak pernah kembali untuk mencarinya ataupun Ray.

 

Semua itu terjadi sepuluh tahun yang lalu saat dia masih berusia sepuluh tahun dan adiknya masih berusia enam tahun. Kejadian itu sudah sangat lama, tapi Carline masih mengingat dengan jelas kata-kata kejam ibunya sebelum akhirnya meninggalkan mereka. Carline dan Ray hingga saat ini masih belum memaafkan ibu mereka, meski ayahnya mengatakan agar mereka memaafkannya.

 

“Semalam Daniel datang dan menceritakan semua yang terjadi pada ayah,” ujar ayahnya dengan hati-hati.

Carline memejamkan mata lalu menghela nafas. “Dia tidak menyerah.”

“Kenapa kau tidak mencoba membuka hatimu untuknya ? Daniel adalah pria yang baik, dan kalian bersama dari kecil.”

“Aku tidak pantas untuknya ayah. Daniel berhak mendapatkan yang lebih baik dariku,” sahutnya sedih.

Ayahnya meninggalkan pekerjaannya kemudian duduk di dekatnya. Ayahnya mengusap kepalanya dengan penuh kasih sayang.

“Kenapa kau berkata seperti itu ? Kau adalah gadis terbaik, dan kau pantas untuk seluruh pria di dunia ini,” ayahnya berkata dengan lembut.

 

‘Tidak, aku tidak sebaik seperti dalam pikiranmu ayah, dan aku tidak pantas untuk pria manapun,’ Carline mengucapkan semua itu di dalam hatinya.

Dia mendorong piring kemudian bangun. “Aku sangat merindukan kakek dan nenek jadi aku akan menemui mereka dan tinggal di sana untuk beberapa minggu. Tolong jarang memberi tahu Daniel kemana aku pergi, aku membutuhkan jarak darinya.”

Ayahnya menatapnya dengan bingung, tapi kemudian ayahnya itu mengangguk. Carline sekali lagi mencium pipi ayahnya dan kembali kekamarnya. Dia memasukkan beberapa pakaian kedalam tasnya kemudian setelah itu dia meninggalkan rumah.

 

Sebelum pergi kerumah kakek dan neneknya, Carline pergi kerumah Alena Wayne untuk memberitahunya kalau lukisan putranya belum selesai di kerjakan dan akan menyelesaikannya setelah dia kembali dari rumah neneknya.

Setelah menemui Alena, Carline pergi kehalte bus. Dia tidak perlu menunggu lama hingga bus yang akan membawanya kedesa kakek dan neneknya tiba. Carline memilih duduk di dekat jendela agar bisa menikmati pemandangan yang akan di laluinya.

 

❄❄

 

Setelah beberapa jam dalam perjalanan, bus berhenti untuk beristirahat sejenak. Carline mengunakan waktu itu untuk makan dan berjalan-jalan di tempta itu. Dia lalu bertemu dengan seroang anak perempuan penjual bunga. Gadis itu mendekat padanya kemudian menyerahkan sebuah mawar berwarna putih dengan beberapa kelopak mawar berawarna hitam.

 

“Aku tidak ingin membelinya,” ujar Carline pada gadis kecil itu namun gadis kecil itu terus menyodorkan mawar itu yang akhirnya membuatnya mengambil mawar itu.

Carline mengeluarkan selembar uang dari dalam dompetnya kemudian menyerahkan pada gadis kecil itu, namun gadis itu menggeleng kemudian berlari meninggalkan Carline yang kebingungan. Rintikan hujan mulai turun, membuat Carline berlari kembali kebus. Carline menyadari kalau dia membawa mawar yang di berikan gadis kecil tadi ketika dia duduk di kursinya. Bunga itu berwarna aneh, dia tidak pernah melihat bunga seperti itu sebelumnya.

 

Carline membuka tutup botol minumnya, dan meletakan mawar itu di sana agar tidak layu. Penumpang bus itu mulai penuh, dan lalu mereka melanjutkan perjalanan.

Ketika melewati jalanan dekat hutan tiba-tiba saja bus tergelincir, membuat semua penumpang bus menjadi panik. Bus oleng kemudian berguling masuk kedalam hutan, lalu selanjutnya Carline merasakan tubuhnya melayang, dan kepalanya terbentur sesuatu yang keras, kemudian semua menjadi gelap, dan dia tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 21 Feb 2017 in 18+, Novel, True Love Stories

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: