RSS

Agreement of Heart Bab 2

24 Mar

 

 

 

 

“Kyle bekerja terlalu keras sehingga dia tidak memiliki waktu untuk dirinya sendiri. Waktunya hanya untuk pekerjaan dan pekerjaan. Bahkan setelah menikahpun dia masih sibuk mengurus pekerjaannya,” Marie menggenggam tangan. “Tolong buat suamimu itu beristirahat. Ibu takut dia akan sakit jika terus seperti itu.”

Marie mungkin tidak tahu pernikahannya dan Kyle hanyalah sebuah perjanjian. Kyle mungkin tidak mengatakan pada Marie tentang perjanjian itu. Tapi meski pernikahan mereka hanya karena perjanjian, Kyle tetaplah suami sahnya.

“Aku akan mencoba membuatnya untuk beristirahat,” sahut Sierra.

Kyle selalu bekerja dan bekerja, bahkan di malam haripun dia masih berkutat dengan pekerjaannya. Kyle hanya beristirahat selama beberapa menit kemudian dia akan menenggelamkan dirinya dalam pekerjaannya. Saat terbangun di tengah malam Sierra selalu menemukan Kyle bangun dan tenggelam dalam pekerjaannya. Kyle telah memiliki segalanya, lalu untuk apa dia bekerja sekeras itu jika dia telah memiliki segalanya ? Uang Kyle bahkan tidak akan habis meski dia hanya duduk bersantai di rumah.

 

Marie mengusap punggungnya dengan lembut. “Kau pasti bisa melakukannya, sayang. Kyle pasti mendengar apapun yang akan kau katakan.”

“Semoga saja,” gumamnya tidak yakin.

Siapa dirinya yang akan di dengar Kyle ? Dia mungkin istri Kyle, tapi apakah Kyle mengangapnya sebagai istri selain sebagai ibu dari calon anaknya ? Sierra bahkan tidak yakin Kyle pernah sedikit saja mengangapnya sebagai seorang istri. Tapi meski begitu Sierra akan mencoba membuat Kyle mendengarnya.

 

***

 

Sierra terbangun di tengah malam, dan menemukan suaminya tengah tenggelam dalam pekerjaannya. Sierra menarik selimut untuk menutupi dadanya lalu duduk dan bersandar di kepala ranjang. Kyle tampaknya tidak menyadari Sierra bangun karena dia masih fokus dengan pekerjaannya.

 

“Kyle,” Sierra memanggilnya pelan, namun berhasil membuat perhatian Kyle teralihkan.

“Kenapa kau bangun ? Apa aku mengganggumu ?” tanyanya.

Sierra menggeleng. “Kau masih bekerja ?”

“Seperti yang kau lihat,” sahutnya.

“Kau sudah bekerja seharian, dan sekarang kau bekerja hingga selarut ini. Apa kau tidak lelah bekerja terus ?”

“Aku sudah terbiasa melakukannya,” suara Kyle tiba-tiba menjadi dingin.

“Mungkin kau telah terbiasa melakukannya, tapi Kyle, kau akan sakit jika terus seperti ini. Kumohon Kyle, beristirahatlah dan kurangi sedikit saja pekerjaanmu,” Sierra tidak seharusnya memohon seperti itu. Tapi sungguh dia khawatir dengan kesehatan Kyle, meski suaminya itu terbiasa melakukan semua pekerjaan itu.

 

Tadinya Sierra memang terpaksa menikah dengan Kyle, tapi meski begitu Kyle tetaplah suaminya, dan Sierra ingin menjadi istri yang baik seperti ibunya. Dia ingin menjadi istri yang baik untuk Kyle meski pernikahan itu mungkin akan berakhir ketika anak mereka lahir.

Kyle menatapnya tajam. “Kenapa kau peduli padaku ?”

“Kau suamiku jadi tentu saja aku peduli padamu, meskipun kau tidak menganggapku sebagai istrimu,” Sierra bergumam pelan.

Kyle tampak ingin mengatakan sesuatu, namun entah mengapa dia tidak mengatakan apapun. Pria itu mematikan laptonya kemudian meletakannya di atas nakas.

“Baiklah, ayo tidur,” ujar Kyle lalu berbaring.

Sierra tersenyum, dan ikut berbaring di samping suaminya. “Dan Kyle, tolong jangan bekerja terlalu keras. Kau sudah memiliki segalanya, jadi apa lagi yang kau cari dengan bekerja seperti itu ?”

Kyle menatap Sierra dalam, kemudian menyentuh pipi Sierra dan mengusap pipinya dengan ibu jarinya. Sierra memejamkan mata, menikmati sentuhan tangan Kyle di pipinya. Entah mengapa Sierra merasa terbiasa dengan sentuhan Kyle. Bukan hanya kali ini dia merasa seperti ini, ketika Kyle menyentuhnya untuk pertama kalinyapun dia merasakan hal yang sama.

 

“Berapa usiamu ?” tanya Kyle.

Sierra membuka matanya sehingga tatapannya bertemu dengan mata abu milik Kyle. “Delapan belas, tapi lima bulan lagi aku berusia sembilan belas.”

“Kau memang masih sangat muda.”

“Memang, tapi aku sudah menikah,” sahutnya polos yang membuat Kyle tersenyum, tersenyum untuk pertama kalinya.

Jantung Sierra berdegup kencang melihat senyum Kyle yang tidak pernah di lihatnya. Ini adalah pertama kalinya dia melihat Kyle tersenyum. Di pesta pernikahan merekapun Kyle tidak pernah sedikitpun menunjukkan senyumnya pada tamu yang hadir, bahkan untuk berpura-purapun dia tidak mau repot-repot melakukannya. Tapi sekarang Kyle tersenyum, dan senyumnya itu membuat Sierra kesulitan untuk bernafas. Oh ya ampun, bagaimana bisa Kyle begitu mempesona dengan senyum itu ?

 

“Sepertinya kau tidak senang dengan pernikahan ini,” Kyle lalu menarik Sierra lebih dekat dengannya.

“Pada awalnya ya, tapi sekarang aku menikmatinya, meski kau tidak pernah peduli padaku,” Sierra terkejut dengan ucapannya. Dia tidak menyangka akan mengatakan semua itu pada Kyle. Sebelumnya dia memang selalu seperti ini, mengatakan semua yang ada di dalam otaknya, namun ketika bersama Kyle dia berusaha untuk merubah kebiasaannya itu. Tapi apa yang sekarang di lakukannya ?. “Maaf, aku tidak bermaksud mengatakan semua itu,” gumamnya cepat takut Kyle akan marah karena ucapannya itu.

Kyle seharusnya marah karena ucapannya, namun entah kenapa bukannya marah, Kyle malah tersenyum. “Aku selalu menyukai kau yang seperti ini, kau yang berterus terang,” senyum di bibir Kyle tiba-tiba menghilang. Pria itu berubah menjadi dingin. Kyle melepaskan pelukannya kemudian menatap langit-langit kamarnya. “Jadi kau ingin aku peduli padamu ?”

Pipi Sierra memerah karena ucapan terakhir Kyle. “Ya, aku membutuhkan sedikit saja kepedulianmu.”

“Aku peduli padamu, tidakkah kau merasakannya ?” ujar Kyle kembali menjadi pria dingin.

Sierra bergeser lebih dekat pada Kyle, kemudian memeluknya. Kyle pernah mengatakkan agar dia tidak malu pada Kyle karena sekarang pria itu adalah suaminya, jadi sekarang dia tengah melawan rasa itu untuk membuat dirinya merasa nyaman saat bersama Kyle.

“Aku juga membutuhkan kedekatan ini,” gumam Sierra kemudian memejamkan matanya.

 

***

 

Sierra bagun terlambat pagi ini, dan ketika membuka mata dia menemukan Kyle masih tertidur pulas yang membuatnya sangat terkejut. Selama beberapa hari tinggal bersama Kyle, dia tidak pernah menemukan Kyle bangun terlambat, dan yang membuatnya lebih terkejut lagi Kyle memeluknya. Kyle tidak pernah memeluknya saat tidur.

Dengan sangat hati-hati Sierra menyingkirkan tangan Kyle di tubuhnya, dan dengan perlahan dia turun dari ranjang. Sierra mengambil kemeja Kyle yang di lantai kemudian mengenakannya, dan setelah itu dia masuk kedalam kamar mandi.

 

Sierra membersihkan tubuhnya, dan setelah selesai dia keluar dari kamar mandi. Sierra berpakaian kemudian keluar dari kamar. Dan untuk pertama kalinya dia membuat kopi untuk Kyle. Sierra tidak perlu melakukan semua itu, tapi dia butuh melakukannya.

“Apa Kyle belum bangun ?” tanya Marie yang tiba-tiba berada di dapur.

Sierra menoleh pada wanita itu dan tersenyum padanya. “Ya.”

“Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Apa dia sakit ?” Marie tampak khawatir.

“Tidak ibu, dia baik-baik saja. Mungkin dia kelelahan,” Sierra juga menyiapkan sarapan untuk suaminya yang telah di buat pelayan di nampan. Sebenarnya Sierra ingin memasak sendiri untuk Kyle, tapi dia takut suaminya itu tidak akan menyukai masakannya. Ayahnya mengatakan masakannya tidak terlalu buruk, tapi yang mengatakn semua itu ayahnya, dan dia tahu betul ayahnya tidak akan pernah mengecewakannya. “Setelah Kyle pergi kekantor aku ingin berbicara sesuatu dengan ibu.”

“Baiklah sayang,” sahut Marie, dan Sierra kembali kemara dengan membawakan sarapan untuk Kyle.

 

Ketika kembali kekamar Sierra menemukan suaminya masih tertidur. Dia meletakan nampan di atas nakas kemudian duduk di dekat Kyle. Sierra mengguncang lengan Kyle dengan lembut, dan tak butuh waktu lama suaminya itu membuka matanya.

“Sudah jam setengah sembilan,” ujar Sierra.

Kyle tampak terkejut. Pria itu segera bangun, dan tanpa mengatakan apapun dia berlari kedalam kamar mandi. Sierra menyiapkan pakaian yang akan Kyle kenakkan, dan merapikan tempat tidur mereka yang berantakan akibat percintaan mereka semalam.

Beberapa saat kemudian Kyle keluar dari kamar mandi. Pria itu tampak segar sehabis mandi. “Kenapa kau tidak membangunkanku lebih awal ?”

“Aku juga terlambat bangun, dan aku membawakan makanan untukmu agar kau makan di sini,” sahut Sierra.

Kyle mengambil pakaiannya dan dengan terburu-buru dia mengenakan pakaiannya. “Aku tidak memiliki waktu untuk sarapan. Setengah jam lagi aku harus menghadiri rapat penting.”

“Tapi Kyle, bagaimanapun kau har…”

“Aku akan makan di luar,” Kyle mengeram.

“Baiklah, tapi kumohon pulanglah lebih awal,” dia tidak ingin Kyle marah jadi dia lebih memilih untuk mengalah.

 

Kyle tidak mengatakan apapun. Pria itu pergi begitu saja setelah mengenakan pakaiannya. Dia bahkan tidak menatap Sierra sedikitpun ketika melangkah meninggalkan kamar itu. Reaksi Kyle membuat Sierra merasa bersalah, tidak, dia memang bersalah. Jika saja dia membangunkan Kyle lebih awal sehingga suaminya itu tidak harus terburu-buru mungkin semua tidak akan menjadi seperti ini. Dia akan meminta maaf pada Kyle untuk kekacauan pagi ini, dan untuk itu dia akan meminta Marie membantunya.

 

***

 

“Semenjak orang tuanya meninggal Kyle menjadi pemurung. Dia tidak berbicara dan tersenyum selama bertahun-tahun hingga seorang gadis kecil muncul dalam kehidupannya,” sahut Marie menjawab pertanyaan Sierra.

Sierra merasa sedih mendengar semua itu. Seseorang bisa berubah ketika kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidup. Seperti ayahnya, ayahnya begitu terpuruk ketika ibunya meninggal. Tapi untuk dirinya, ayahnya berusaha tetap kuat menghadapi kepergian wanita yang paling di cintainya. Dan Kyle, dia tidak memiliki siapa-siapa selain paman yang tampak tidak peduli pada dirinya. Marco Greener menatap Kyle seperti musuhnya bukan sebagai seorang paman pada keponakannya. Lalu Marie, Marie memiliki putri yang masih memerlukan perhatian saat itu jadi dia tidak bisa selalu mengurus Kyle. Orang tua Kyle memilih Marie menjadi pengasuh Kyle karena hanya Marie satu-satunya orang yang Kyle inginkan selain kedua orang tuanya. Namun sayangnya Marie tidak mampu membuat Kyle keluar dari keterpurukannya.

 

“Gadis kecil ?” tanya Sierra ingin tahu siapa gadis kecil yang muncul dalam kehidupan Kyle.

Marie mengangguk. “Gadis kecil yang Kyle temukan dalam keadaan menyedihkan. Gadis kecil itu bisa membuatnya kembali berbicara, dan tersenyum, tapi itu tidak berlangsung lama. Kyle tidak bisa merawat gadis kecil itu karena dia masih terlalu muda saat itu sehingga dia harus merelakan gadis kecil itu bersama orang lain.”

“Di mana gadis itu sekarang ?”

“Maaf sayang, ibu tidak bisa mengatakan tentangnya, Kyle akan marah jika ibu mengatakan tentang gadis kecil itu, ” sahut Marie.

Sierra mengangguk kemudian menanyakan hal lain tentang Kyle yang belum dia ketahui. Sierra tidak mau melakukan kesalahan lagi seperti tadi pagi jadi dia ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang Kyle. Dan tentang gadis itu, Sierra tidak menayakannya lagi karena merasa tidak perlu untuk mengetahui tentangnya.

 

Marie menyelipkan helaian rambut Sierra di belakang telingannya. “Belajarlah untuk mencintainya. Kyle membutuhkan cintamu untuk membuatnya tetep bertahan.”

“Bertahan dari apa ?” gumamnya tak mengerti dengan ucapan Marie.

“Bertahan dari segala hal buruk yang terjadi pada dirinya, dan bertahan dari tuan Marco Greener,” Marie meremas tangan Sierra dengan lembut. “Hanya kaulah satu-satunya orang yang bisa membuatnya bertahan sayang.”

“Bagaimana bisa itu aku ? Orang yang bisa membuat Kyle bertahan mungkin gadis kecil itu. Maksudku, aku memang istrinya, tapi pernikahan ini terjadi karena aku tidak bisa mengembalikan uang Kyle. Dia menikahiku karena ingin aku melahirkan seorang pewaris untuknya, dan mungkin pernikahan ini akan berakhir setelah anak itu lahir,” Sierra segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya setelah menyadari apa yang di ucapkannya. Sungguh dia tidak bermaksud menceritakan semua itu pada Marie, tapi lagi-lagi kebiasannya mengatakan apa yang ada di dalam kepalannya terulang.

“Kyle tidak akan menikahimu jika dia tidak menginginkanmu, dan dia bukanlah tipe pria yang akan mengambil keuntungan dari penderitaan orang lain. Dan gadis kecil itu, dia tidak akan bisa membuatnya bertahan, hanya kau yang bisa melakukannya,” Marie terdengar seperti tengah meyakinkannya. “Satu lagi, pernikahan kalian tidak akan pernah berakhir. Kyle tidak akan pernah melepaskanmu.”

Kyle tidak mungkin bertahan karena dirinya. Marie mungkin salah, tapi dia tidak ingin mendebatnya, jadi dia mengalihkan pertanyaan dengan menanyakan tentang paman Kyle.

“Apa yang terjadi antara Kyle dan pamannya ?” Sierra tidak berharap Marie menjawab pertanyaan itu karena mungkin jawaban dari pertanyaan itu adalah sesuatu yang sangat pribadi. Tapi sungguh sangat mengejutkan, Marie menceritakan semua yang terjadi antara Kyle dan pamannya.

 

Marco Greener adalah adik dari ayah Kyle, Aaron Greener. Marco tidak pernah menyukai kakaknya, Aaron Greener karena berpikir ayah mereka lebih menyayangi Aaron di bandingkan dirinya. Aaron memiliki banyak bakat yang membuat ayah mereka selalu terkesan, sedangkan Marco hanya bisa membuat masalah yang membuatnya selalu mendapatkan kemarahan dari ayah mereka. Marco membenci Aaron karena mendapat banyak pujian dari ayah mereka, dan kebencian itu membuatnya melakukan hal buruk pada Aaron. Marco membuat Aaron seolah-olah melakukan sebuah kesalahan besar, dan membuat kakaknya itu terusir dari rumah sehingga semua kekayaan ayah mereka jatuh ketangannya.

 

Karena terlalu menyayangi adiknya Aaron tidak melakukan apapun untuk membela dirinya, dan membiarkan ayahnya mengusirnya. Aaron memulai kehidupannya dengan membuka usaha kecil yang berkembang secara pesat karena keahlian yang di milikinya. Aaron lalu jatuh cinta pada seorang gadis yang tidak lain adalah ibu Kyle, Kylie Lucius, putri tunggal seorang pengusaha terkenal. Aaron dan Kylie menjalin hubungan kemudian mereka menikah, dan tak lama setelah orang tua Kyle menikah, Marco muncul dalam kehidupan mereka. Marco kehilangan semua yang di milikinya karena kebodohannya, dan meminta tolong pada Aaron untuk memberinya tempat tinggal. Aaron mengijinkan Marco tinggal di rumahnya, dan memberikannya kehidupan mewah. Namun kebaikan Aaron di manfaatkan oleh Marco. Marco mencoba menguasai kekayaan Aaron, tapi niat jahatnya itu di ketahui Kylie. Kylie memberitahu suaminya apa yang coba di lakukan adiknya. Tapi Aaron tentu saja tidak mempercayainya hingga dia menemukan sendiri bukti kejahatan yang coba di lakukan adiknya. Aaron mengusir Marco dari rumahnya, tapi tentu saja dia tidak akan membiarkan adiknya menjadi gelandangan. Aaron memberikan Marco rumah dan uang setiap bulannya.

 

Tapi Marco tidak pernah merasa cukup dengan semua yang Aaron berikan. Marco masih terus mencoba menguasai harta Aaron hingga saat ini. Marco berkali-kali mencoba mencelakai Kyle agar bisa menguasai seluruh harta Kyle, tapi Marco selalu gagal melakukan rencananya itu. Kyle sangat teliti memilih orang-orang yang akan bekerja dengannya, sehingga Marco tidak akan pernah bisa memasukan orang yang di bayarnya untuk mencelakainya, dan rumah itu juga di jaga dengan sangat ketat.

“Marco pernah hampir berhasil mencelakai Kyle,” gumam Marie.

“Kenapa Kyle tidak melaporkannya kepolisi ? Kenapa Kyle diam saja pamannya melakukan semua itu ?” tanyanya tidak mengerti mengapa Kyle tidak melaporkan kejahatan yang Marco lakukan.

Marie menggeleng. “Kyle tidak memiliki bukti kejahatannya. Marco tampaknya merencanakan kejahatannya dengan sangat baik sehingga Kyle tidak bisa menemukan buktinya.”

 

Sierra benar-benar terkejut mendengar ucapan Marie. Dia tidak menyangka seorang paman bisa melakukan hal sekejam itu pada keponakannya sendiri hanya karena harta. Sierra lalu teringat dengan kecelakaan pesawat orang tua Kyle yang di ceritakan ayahnya. Entah mengapa setelah mendengar semuanya dia merasa kecelakaan itu juga adalah salah satu dari rencana Marco.

“Kecelakaan orang tua Kyle, apakah benar itu adalah kecelakaan pesawat ?” Sierra kembali mengulangi kebiasaannya, tapi kali ini dia tidak merasa melakukan kesalahan dengan mengucapkan apa yang ada di dalam otaknya.

“Sebenarnya kecelakaan itu bukanlah kecelakaan pesawat. Tuan dan nyonya Greener meninggal karena seseorang mencampurkan racun pada minuman mereka,” sahut Marie.

“Tapi kenapa orang-orang mengatakan semua itu terjadi karena kecelakaan pesawat ?”

“Tuan Lucius ingin mereka semua berpikir apa yang terjadi pada tuan dan nyonya Greener karena kecelakaan pesawat. Beliau tidak mau orang-orang tahu hal yang sebenarnya karena sesuatu yang tidak bisa ibu katakan,” jelas Marie kemudian berdiri. “Kita bisa melanjutkan semuanya besok. Ibu memiliki pekerjaan yang harus ibu selesaikan.”

Sierra mengangguk, kemudian Marie pergi meninggalkannya di ruangan itu. Sierra sebenarnya masih ingin berbicara dengan Marie, tapi dia tidak mungkin mengajak Marie berbicara seharian dan membuatnya meninggalkan pekerjaannya. Masih banyak waktu untuk menanyakan semua pertanyaan yang ada di dalam kepalanya. Sekarang dia juga harus melakukan sesuatu.

 

***

 

Sierra terbangun di tengah malam ketika merasakan ranjang di sebelahnya bergerak. Sierra membuka mata dan melihat Kyle naik ketempat tidur. Dia yakin suaminya itu baru pulang dari kantor, dan entah mengapa dia merasa kecewa mengetahui Kyle tidak mendengarkannya. Tapi kenapa dia harus merasa kecewa ? Tidak seharusnya dia merasa kecewa hanya karena Kyle tidak mendengarkannya. Tapi rasa itu muncul dengan sendirinya tanpa bisa dia cegah. Lagipula Sierra juga tidak pernah menginginkan memiliki rasa seperti itu pada Kyle.

 

“Maaf, membangunkanmu,” ujar Kyle.

“Tidak apa-apa,” gumam Sierra lalu berbalik memunggungi Kyle. Dia tidak ingin bersikap seperti itu, tapi hanya ini yang selalu di lakukan saat dia tengah merasa kecewa.

“Apa kau marah ?” pertanyaan Kyle terdengar mengejek di telingannya.

“Tidak, untuk apa aku marah,” Sierra menjaga suaranya agar terdengar tetap tenang. Tapi siapa yang akan bisa tenang ketika akan menghadapi seorang seperti Kyle Greener ?

Kyle membaliknya kemudian menindihnya. Pria itu lalu menatapnya tajam, dan mencengkram pergelangan tangannya yang membuat Sierra meringis.

“Ya, kau marah padaku karena tidak mendengarkanmu. Dengar Sierra, aku paling tidak suka ketika seseorang mengatur kehidupanku, termasuk kau,” Kyle mengeram.

“Aku tidak mengatur hidupmu. Aku hanya tidak ingin kau bekerja terlalu keras, jika kau tidak ingin mendengarkanku untuk itu, maka jangan pernah mendengarkanku. Lagipula siapa aku yang harus kau dengarkan ? Bagimu aku hanyalah seorang perempuan yang akan melahirkan anakmu, dan setelah anak itu lahir kau akan meninggalkanku lalu apa hakku untuk mengatur kehidupanmu,” Sierra terluka dengan apa yang Kyle katakan. Dia hanya ingin Kyle mengurangi pekerjaannya, tapi pria itu malah berpikir Sierra ingin mengatur kehidupannya.

 

Sierra melihat kemarahan di mata Kyle, dan merasakan cengkraman Kyle di tangannya semakin keras. Sierra menarik tangannya dari cengkraman Kyle, namun apa yang di lakukannya membuat tangannya semakin sakit.

“Kyle, kau menyakitiku,” erangnya menahan sakit di pergelangan tangannya.

Kyle segera melepas cengkramannya di tangan Sierra. Pria itu kembali berbaring di sampingnya, dan Sierra mengusap pergelangan tangannya yang terasa menyakitkan akibat cengkraman Kyle. Dia benar-benar tidak menyangka Kyle akan memperlakukannya dengan kasar, dan dia tidak suka seseorang memperlakukannya dengan kasar seperti ini. Sierra bangun kemudian melangkah mendekati pintu.

“Mau kemana kau ?” tanya Kyle kasar ketika dia menyentuh gagang pintu.

Dia tidak menjawab pertanyaan itu. Sierra terlalu marah karena apa yang Kyle lakukan padanya. Dia membuka pintu kemudian keluar dari kamar itu tanpa mempedulikan pertanyaan Kyle.

Sierra pergi ke salah satu kamar yang ada di rumah itu. Dia mengunci pintu, dan tidur di sana.

 

***

 

Sierra terbangun ketika mendengar ketukan di pintu. Dengan kesal dia bangun kemudian berjalan menuju pintu, dan membukanya dengan kasar. Di luar masih gelap, dan dia di paksa bangun di pagi buta seperti ini.

“Ada apa ?” bentaknya pada pelayan yang berdiri di depan pintu dengan wajah memucat.

“Tuan mencari anda nyonya,” ujar pelayan itu.

“Ini masih sangat pagi. Kenapa dia tidak bisa membiarkanku tidur dengan tenang,” gerutunya melangkah melewati pelayan itu. Dia benar-benar kesal di buatnya, namun dia tetap saja melangkah menuruni tangga.

 

Sierra yakin saat ini Kyle tengah sangat marah melihat wajah pelayan itu yang memucat. Dia melangkah menuruni tangga, dan mendengar keributan di bawah sana. Sierra mempercepat langkahnya agar bisa segera tiba di sana.

“Kenapa kau membuat keributan sepagi ini ?” geram Sierra, membuat Kyle yang tengah memaki seorang pelayan menoleh padanya. Pria itu tampak benar-benar marah. Sierra melihat kobaran api di mata abu Kyle.

 

Kyle melangkah mendekatinya, dan hendak menyentuhnya, namun Sierra menghindari sentuhan Kyle. Dia tidak mau Kyle menyakitinya lagi seperti yang di lakukannya semalam.

“Kenapa kau tidak kembali kekamar ?” bentak Kyle mengabaikan pertanyaan Sierra.

“Kau telah menyakitiku. Aku tidak mau tidur bersama orang yang telah menyakitiku,” Sierra membalas tatapan marah Kyle. “Ayahku bahkan tidak pernah berbuat kasar padaku.”

“Itu karena Alex tahu apa yang akan terjadi padanya jika berani menyakitimu,” gumam Kyle dingin.

“Apa maksud dari ucapanmu ?” tanya Sierra.

Kyle memejamkan mata kemudian menggeleng. Pria itu melangkah melewati Sierra.

“Kyle, apa maksud dari ucapanmu ?” tuntutnya. Sierra mengejarnya dan menuntut penjelasan dari ucapannya, namun Kyle mengabaikan pertanyaannya.

 

Pria itu masuk kedalam kamar kemudian berbaring di ranjang. Dia menutup telingannya dengan bantal agar tidak mendengar suara Sierra yang membuatnya semakin kesal. Dia naik ke ranjang kemudian duduk di atas perut keras Kyle.

“Apa yang kau lakukan ?” geram Kyle marah.

“Aku ingin kau menjelaskan apa maksud dari ucapanmu tadi,” balas Sierra menggeram.

“Jangan bertingkah seperti anak kecil.”

“Bukankah kau mengatakan pada ayahku bahwa aku masih kecil. Sekarang jelaskan apa maksud dari ucapanmu itu ?” Sierra tidak mau menyerah sebelum Kyle menjelaskan ucapannya tadi.

 

Kyle bangun dengan tiba-tiba yang membuat Sierra hampir saja terjatuh. Kyle memeluk pinggangnya sehingga dia tidak terjatuh. Pria itu menjadi begitu dekat dengannya, membuat Sierra gugup. Oh ya ampun, dia melakukan kesalahan dengan melakukan semua ini.

“Baiklah, aku akan memberikanmu penjelasan,” Kyle mengeratkan pelukannya lalu melumat bibir Sierra. Tidak ada kelembutan dalam ciuman itu, namun juga tidak kasar. Dan seperti biasa Kyle merobek gaun Sierra.

Pria itu membaringkan Sierra di ranjang tanpa melepaskan ciumannya. Ciuman itu membuat seluruh tubuh Sierra meremang. Tanpa sadar Sierra melingkarkan tangannya di leher Kyle, dan membalas ciumannya.

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on 24 Mar 2017 in 18+, Novel

 

Tags:

One response to “Agreement of Heart Bab 2

  1. Eliana

    28 Mar 2017 at 5:11 pm

    Siapa itu gadis yg di toling kyel. Penasaran

    Like

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: