RSS

Prince of Darkness Bab 5

26 Mar

 

 

 

 

Carline membantu ayahnya di dapur bersama Daniel. Ayahnya mengatakan semenjak dia menghilang Daniel selalu membantunya di sana. Daniel bahkan membantunya dengan cuma-cuma.

“Jadi seorang Romeo Evenston hmm ?” gumam Daniel ketika ayahnya masuk kedalam rumah untuk mengambil sesuatu.

Carline terkejut mendengar ucapan Daniel. Tidak, bukan karena ucapannya, tapi karena nama belakang Romeo yang belum pernah di katakannya pada Daniel ataupun ayahnya.

“Aku belum pernah memberitahumu nama belakangnya,” ujarnya pada sahabatnya itu.

Daniel tersenyum mengejek. “Ayolah Carline, siapa yang tidak mengenal Romeo Evenston, sang pangeran yang menghilang dengan tiba-tiba, putra satu-satunya John dan Mia Evenston. Beberapa tahun terakhir nama Romeo terus di bicarakan semua kalangan karena menghilang begitu saja. Romeo adalah pewaris dari seluruh kekayaan Evenston, keluarga terkaya di negara ini.”

 

Carline lagi-lagi terkejut dengan apa yang di dengarnya. Daniel tahu segalanya tentang Romeo, tapi dirinya bahkan tidak tahu apapun tentang kekasihnya sendiri. Dia hanya tahu sedikit dari segala hal tentang Romeo. Dia tidak pernah bertanya apapun tentang Romeo selain kenapa dia tinggal di hutan itu. Dan dia mengatakan mencintai pria itu dengan mudah meski tidak tahu apapun tentang dirinya. Carline merasa menjadi orang bodoh karena tidak mengetahu apapun tentang kekasihnya sendiri.

 

“Jangan katakan bahwa kau tidak tahu apapun tentang kekasihmu itu,” cemooh Daniel.

“Aku memang tidak tahu, dan apa pentingnya aku mengetahuinya,” desis Carline karena Daniel berbicara dengan nada yang menjengkelkan.

Carline berpikir dengan dia menjauh dari Daniel untuk beberapa saat hubungan mereka akan kembali seperti semula, tapi tenyata apa yang di pikirkannya salah. Daniel menjadi sedikit kasar padanya. Carline segera menyelesaikan pekerjaannya kemudian pergi meninggalkan Daniel sendiri di sana.

 

***

 

Keesokan harinya Carline pegi menemui Alena Wayne bersama Romeo. Carline tidak menayakan apapun pada Romeo tentang apa yang Daniel katakan kemarin. Dia akan menunggu Romeo menceritakan semuanya.

 

Beberapa menit kemudian mereka tiba di rumah besar milik keluarga Wayne. Carline menekan bel kemudian seorang pelayan membukakan pintu untuk mereka. Pelayan itu mempersilahkan mereka masuk, dan duduk di ruang tamu. Carline melihat Romeo tampak terkejut saat melihat foto besar keluarga Wayne yang tergantung di dinding.

 

“Ada apa ? Kenapa kau tampak terkejut melihat foto itu ?” tanya Carline.

“Alena Wayne yang kau maksud adal…”

“Istriku,” ujar suara berat di belakang mereka. Romeo dan Carline sontak menolah kearah sumber suara, dan melihat Dennis berdiri di bawah tangga dengan bocah kecil di dalam gendongannya. Pria itu tersenyum kemudian melangkah mendekati mereka. “Kau tidak menyangka aku menikah dan memiliki anakkan ?” Dennis kemudian melirik Carline. “Dan kau selamat dari kecelakaan itu.”

Carline mengangguk. “Romeo yang menolongku.”

“Oh wow, sungguh kebetulan yang tidak terduga,” ujar Dennis kemudian duduk di sofa, dan memberikan isyarat pada mereka untuk kembali duduk.

“Kau tidak tampak terkkejut aku kembali,” gumam Romeo.

Dennis kembali tersenyum.”Aku sudah mengetahuinya. Orang yang selama ini ku bayar untuk mencari tahu di mana keberadaanmu memberitahu bahwa kau telah kembali bersama nona Harrison, dan aku menebak kalian pasti memiliki hubungan special.”

 

Kedua pria itu lalu berbicara tentang kedua orang tua Romeo. Kekasihnya itu tampak tidak nyaman dengan pembicaraan itu, tapi Dennis tampaknya tidak mau menghentikan pembicaraan itu. Ternyata memang benar Romeo adalah sang pangeran yang menghilang bertahun-tahun yang lalu. Dan Dennis Wayne ternyata adalah sepupunya. Carline benar-benar tidak menyangka semua ini.

 

Keyra atau Alena bergabung bersama mereka setelah menyelesaikan pekerjaannya. Dennis memperkenalkannya dengan Romeo kemudian Carline memberitahunya bahwa dia akan mulai melukis besok. Alena dan Carline lalu membicarakan tentang perkembangan anak-anaknya. Evellen sudah mulai masuk sekolah, dan Kyle sudah mulai bisa merangkak. Ketika dia pergi Kyle baru berusia beberapa hari, dan sekarang bocah kecil itu sudah bisa merangkak. Carline tidak menyangka sudah selama itu pergi.

 

***

 

“Sekarang katakan apapun yang ingin kau katakan,” ujar Romeo ketika menghentikan mobil Dennis yang di bawanya di tepi jalan dekat pantai.

“Apa yang harusku katakan ? Kau tidak ingin meberitahuku siapa dirimu, dan aku tidak masalah dengan semua itu. Aku kekasihmu, bukan calon istrimu yang harus mengetahui segala hal tentang dirimu. Mungkin kau menyimpan semua itu untuk calon istrimu,” gumamnya lalu keluar dari mobil itu.

Sebelum menutup pintu dia mendengar Romeo mengerang. Romeo mengikutinya keluar dari mobil dan membanting pintu mobil itu dengan keras. Carline tahu Romeo marah karena ucapannya, tapi apapun yang di ucapkannya memang benarkan ? Dia bukan calon istri Romeo yang harus mengetahui segala hal tentang Romeo. Dia hanya kekasihnya yang entah sampai kapan.

 

“Kau bisa menghancurkan mobil itu,” Carline mencibir.

“Aku tidak peduli. Apa maksud dari perkataanmu tadi ?” Romeo mengeram.

“Yah, kau adalah seorang Romeo Evenston. Kau bisa mengantinya dengan seribu mobil yang seperti itu,” Carline mengacuhkan pertanyaan Romeo, kemudian berjalan menuju pantai. Dia duduk di atas pasir, dan memejamkan mata menikmati angin laut yang berhebus.

 

 

Romeo mengumpat kata-kata kasar, lalu berjalan mendekati gadisnya itu. Dia berdiri tepat di belakang Carline yang tampak tengah menikmati angin.

“Aku tidak pernah memiliki kekasih sebelumnya, jadi aku tidak cukup mengerti apa yang seharusnya di lakukan seorang kekasih pada kekasihnya. Dan aku tidak tahu apa pentingnya aku mengatakan tentang keluargaku padamu, toh mereka tidak pernah peduli padaku. Mereka hanya peduli dengan pekerjaan mereka, dan membiarkanku hidup dengan harapan palsu yang mereka berikan. Jika benar mereka menderita dengan kepergianku seperti yang di katakan Dennis, maka mereka memang pantas mendapatkannya,” ujarnya dengan penuh kebencian pada kedua orang tuanya.

Sepanjang hidupnya, kedua orang tuanya mengabaikannya sehingga dia menjadi pemuda liar yang sering kali masuk kedalam penjara karena kenakalan yang di perbuatannya. Orang tuanya sangat marah padanya, tapi kemarahan mereka hanya di sampaikan melalui telepon. Romeo tentu saja tidak mempedulikan kemarahan mereka. Ketika orang tuanya menghubunginya, dan mengeluarkan amarah mereka, Romeo akan mengenakan earphone kemudian mendengarkan music, dan membiarkan kedua orang tuanya mengeluarkan amarah mereka melalui telepon.

 

Carline berdiri kemudian berbalik dan menatapnya. Romeo melihat ada penyesalan di mata Carline saat menatapnya. Carline tentu saja marah karena dirinya tidak memberitahukannya tentang orang tuanya dan siapa dirinya. Dia juga mungkin akan melakukan hal yang sama seperti Carline jika menjadi Carline. Romeo mengerti apa yang di rasakan Carline karena mengetahui siapa dirinya dari orang lain, dan dia sungguh menyesal untuk itu.

“Maafkan aku,” gumamnya terdengar begitu menyesal. Romeo mengangguk kemudian menariknya kedalam dekapannya.

 

Mereka lalu berjalan-jalan di pantai, dan Romeo memberitahu Carline segala tentang dirinya kecuali satu hal. Romeo tidak bisa menceritakannya pada Carline, karena jika dia mengetahuinya dia akan meninggalkan dirinya, dan Romeo tidak mau itu terjadi. Ini adalah pertama kali dalam hidupnya dia merasakan takut kehilangan seseorang. Mungkin dia akan menjadi seperti Dennis. Sepupunya itu tampak jelas memuja istrinya dan anak-anaknya. Dennis dulu mengatakan tidak akan pernah menikah, dan memiliki anak. Tapi sekarang dia bahkan memiliki dua anak yang begitu mirip dirinya. Kyle memang masih bayi, tapi dia bahkan sudah memiliki sifat keras kepala ayahnya.

 

“Ayo kita kembali kerumahmu,” ujar Romeo kemudian menarik Carline menjauh dari tempat itu.

Hubungan mereka kembali menghangat. Carline kembali bersikap manis padanya, dan dia bahkan bertanya banyak hal padanya, yang di jawabnya dengan senang hati. Romeo tidak pernah bersikap seperti ini pada gadis manapun, ini adalah pertama kalinya.

Romeo bahkan tidak pernah menyangka akan terlibat dalam sebuah hubungan dengan seorang gadis, setelah segala hal yang terjadi. Terlebih gadis itu adalah seorang Carline Harrison. Semua ini adalah kebetulan yang tidak pernah terduga.

 

***

 

Carline benar-benar sangat terkejut dengan semua pengakuan Romeo di pantai tadi. Dia tidak menyangka kehidupan Romeo begitu kacau di masa lalu. Tapi bukankah di balik kesuksesan selalu ada yang di pertaruhkan ? Dan kedua orang tua Romeo mempertaruhkannya untuk kesuksesan mereka. Mungkin itu alasan Romeo pergi dan tinggal di dalam hutan selama bertahun-tahun.

Carline bersyukur memiliki ayah seperti ayanya. Dia tidak memiliki ibu yang akan memberikannya dan adiknya kasih sayang, tapi dia memiliki ayah terbaik di dunia sehingga dia dan Ray tidak harus terlantar.

 

Mereka tiba di rumah, dan Ray sudah ada di sana ketika mereka tiba. Adiknya itu tampak sangat terkejut melihatnya. Ayahnya sepertinya belum memberitahu tentang dirinya.

“Ayah apa aku sedang bermimpi ? Atau aku sedang melihat hantu ?” gumam Ray ketika Romeo dan Carline berjalan mendekati mereka.

Carline meringis karena pertanyaan adiknya. Dia melangkah mendekatinya kemudian memukul lengannya yang membuatnya berteriak kesakitan.

“Jika kau merasa sakit itu berarti kau tidak bermimpi, dan tidak sedang melihat hantu,” desis Carline.

“Jadi kau masih hidup,” ujar Ray yang membuatnya sekali lagi mendapatkan pukulan di lengannya.

“Kau mengharapkan aku mati hmm ?”

“Tentu saja tidak,” Ray tertawa lalu memeluk Carline erat. Dia bahkan berteriak seperti anak kecil.

 

Ray sudah berusia tujuh belas tahun sekarang. Sebulan yang lalu Ray merayakan ulang tahunnya yang ketujuh belas. Seharusnya dia kembali di hari itu, tapi dia tidak bisa kembali saat itu. Carline melepaskan pelukannya kemudian mencium kedua pipinya. Ray biasanya protes dengan apa yang di lakukannya, tapi kali ini adiknya itu tidak protes.

Ray lalu mengalihkan tatapannya dari Carline dan menatap Romeo yang dari tadi hanya berdiri di belakangnya. Adiknya itu tampak bingung melihat Romeo.

Carline tersenyum kemudian menarik tangan Romeo mendekat. “Kenalkan, Romeo, orang yang menolongku dari kecelakaan itu. Dan Romeo dia adalah adikku, Raymond.”

“Dia kekasihmu ?” tanya Ray yang membuatnya mendapatkan pelototan dari Carline. Ray tersenyum tanpa dosa. Dia mengedipkan sebelah matanya pada Carline kemudian masuk kedalam rumah.

“Ayo masuk,” ajak Carline.

 

Mereka masuk kedalam rumah dan makan malam bersama. Ray bercerita tentang acara perpisahannya, dan menyampaikan keinginannya untuk berkuliah di salah satu kampus ternama di kota itu. Ayahnya tidak mengatakan apapun tentang keinginan Ray. Ayahnya tampak cemas ketika Ray menyapaikan keinginannya.

“Kau bisa mendaftar di sana jika kau mau. Aku akan mencari uang yang banyak untukmu agar kau bisa berkuliah di sana,” ujar Carline.

“Tidak, kau tidak harus melakukan itu. Ray bisa kuliah di sana, dan aku akan membiayainya,” gumam Romeo dengan tenang, namun Carline, ayahnya juga Ray sangat terkejut mendengar ucapan Romeo.

“Ray adalah tanggung jawabku, jadi akulah yang akan membiayai adikku,” geram Carline.

“Kau akan menjadi istriku, jadi semua tanggung jawab yang kau miliki akan menjadi tanggung jawabku juga,” sahut Romeo yang sukses membuat Carline dan Ray tersedak makanannya.

 

Romeo menuang air kemudian menyerahkannya pada Carline, dan tuan Harrison juga melakukan hal yang sama seperti Romeo lalu menyerahkannya pada putranya. Romeo menepuk bahu Carline dengan lembut.

“Romeo sudah meminta ijin pada ayah untuk menikahimu, dan ayah menyerahkan semuanya padamu,” jelas tuan Harrison.

Carline menatap Romeo yang tengah memakan makananya dengan tenang. “Romeo, ini benar-benar tidak lucu.”

“Apa kau melihatku sedang bercanda sayang ?” Romeo menekan kata sayang dalam kalimatnya. Sebelumnya Romeo tidak pernah memanggilnya sayang, dan panggilan itu membuat kedua pipinya memerah. “Sekarang katakan, apa kau menerima lamaranku ?”

“Romeo, apa seb…”

“Aku tidak ingin mendengar hal lain. Katakan saja kau menerima lamaranku sehingga kita bisa langsung mempersiapkan semuanya,” potong Romeo.

“Bagaimana dengan orang tuamu ? Bagaimana jika mereka tidak menyukaiku ?”

“Mereka tidak akan bisa menolak apapun keputusan yang ku ambil,” sahut Romeo.

 

Carline terdiam. Dia tidak bisa berpikir, semua ini sungguh sangat mengejutkannya. Romeo melamarnya pada ayahnya sebelum berbicara dengannya. Dia bahkan sempat berpikir hubungannya dengan Romeo mungkin hanya akan seperti ini, dan dia memikirkan semua itu beberapa jam yang lalu saat mereka di pantai.

“Kau terdiam berarti kau menerima lamaranku. Kalau begitu besok kita bicarakan rencana pernikahan kita pada Dennis, agar dia bisa mengurus segalanya,” ujar Romeo memutuskan.

Carline bahkan tidak bisa mengatakan apapun. Dia hanya bisa mengangguk menerima keputusan yang Romeo buat. Dia tidak akan pernah bisa menolak apapun yang Romeo katakan.

 

Setelah selesai makan malam mereka duduk di ruang tamu sambil membicarakan rencana pernikahan itu. Romeo memutuskan pernikahan mereka akan di adakan dua bulan lagi agar Carline bisa mempersiapkan segalanya seperti yang di inginkannya. Dan Carline memaksa Romeo untuk bertemu orang tuanya, dan memberitahu mereka tentang rencana pernikahan mereka. Romeo awalnya menolak tapi lalu dia setuju setelah Carline memaksanya. Romeo akan pergi menemui orang tuanya setelah Carline selesai melukis untuk Dennis.

 

***

 

Carline menyelesaikan lukisannya dalam seminggu, lalu setelah itu mereka pergi kerumah nenek dan kakek Romeo. Mereka pergi bersama Dennis dan Keyra beserta kedua anak mereka. Nenek dan kakek Romeo sangat terkejut saat melihat Romeo. Neneknya, nyonya Wayne hampir pingsan melihat kedatangan cucunya yang sudah sangat lama menghilang. Wanita tua itu memeluk cucunya erat dan menagis di dalam pelukkannya. Carline pernah bertemu dengan nyonya dan tuan Wayne di pesta kejutan yang di buat Dennis untuk istrinya beberapa bulan yang lalu.

 

“Ayolah nenek, jangan membuat Dennis cemburu dengan kau memelukku seperti ini,” Romeo mencoba menenagkan neneknya yang masih terisak.

Dennis meringis mendengar ucapan Romeo. “Aku tidak membutukan pelukan wanita tua,” ucapan Dennis membuat neneknya tersenyum. Neneknya itu lalu memukul lengan Dennis.

“Dulu saat masih kecil kau selalu ingin nenek puluk,” ujar neneknya sambil mengusap air matanya.

“Itu saat masih kecil, sekarang tidak lagi. Sekarang aku memiliki wanita yang terasa sangat nikmat sa… aaaahhhh,” ucapan Dennis terpotong karena istrinya mencubit lengannya.

 

Nenek Wayne tersenyum lalu mengambil Kyle yang tengah tertidur di dalam dekapan ibunya, kemudian mengajak mereka masuk kedalam rumah. Romeo menggenggam tangan Carline dan menariknya kedalam. Pria itu bahkan belum memberitahu neneknya tujuan mereka datang kesana.

‘Romeo mungkin akan mengatakannya saat mereka berada di dalam,’ Carline bergumam dalam hati.

Nyonya Wayne mengajak mereka duduk di taman belakang sehingga dia bisa melihat perkebunan keluarga Wayne yang sangat luas. Mereka menanam berbagai macam buah dan sayur di perkebunan itu.

 

“Kakek, nenek, sebenarnya kami datang kemari untuk memberitahumu kalau aku akan menikah,” gumam Romeo pada neneknya yang tengah menimang Kyle.

Nyonya dan tuan Wayne tampak sangat terkejut. Carline merasa sangat gugup dengan semua ini. Dia takut tuan dan nyonya Wayne tidak merestui hubungan mereka.

“Jadi kau datang hanya untuk memberitahu kami tentang semua ini ?” tuan Wayne yang dari tadi diam akhirnya berbicara.

“Ya,” sahut Romeo.

“Apa orang tuamu sudah mengetahuinya ?”

“Belum, aku akan memberitahunya setelah memberitahu kalian. Mereka bahkan tidak tahu aku keluar dari persebunyianku,” jawaban Romeo membuat Dennis terkekeh, seakan-akan apa yang Romeo katakan adalah lelucon.

“Dennis,” seru Keyra, mengingatkan suaminya. Dennis menatap istrinya dan tersenyum tanpa dosa.

 

Kyle bergerak dalam dekapan nyonya Wayne kemudian menagis dengan sangat keras. Dennis berdiri kemudian mengabil putranya dan mencoba menenagkannya, sedangkan Evellen yang tengah bermain di taman bersama pelayan berlari mendekati adiknya.

“Berikan padaku. Ini sudah waktunya dia makan,” ujar Keyra lalu Dennis menyerahkannya pada istrinya. Keyra masuk kedalam rumah untuk menyusui Kyle, dan Evellen mengikutinya, begitu juga dengan Dennis.

“Mau kemana kau ?” tanya nyonya Wayne pada cucu pertamanya itu.

“Tentu saja menguntit istrinya. Apa lagi,” Romeo mencibir.

 

Selama Carline melukis di rumah Dennis, Romeo menghabiskan waktunya bersama sepupunya itu sehingga dia tahu kebiasaan Dennis yang tidak pernah mau jauh dari istrinya.

“Aku ingin memastikan Kyle menyisakan untukku,” sahut Dennis yang membuat Romeo mengerang.

Dennis tertawa puas kemudian menyusul istrinya yang telah berada di dalam rumah. Tuan Wayne menggeleng kemudian ikut tertawa.

Nyonya Wayne kemudian menatap Carline yang dari tadi hanya diam tidak mengatakan apapun. Wanita itu tersenyum kemudian duduk di samping Carline.

“Jadi kaulah orang yang membuat Romeo jatuh cinta ?” ujarnya lembut.

Carline benar-benar gugup menghadapi semua ini. Dia menatap Romeo, dan prianya itu tersenyum menenagkannya.

Dia mengangguk lalu menjawab. “Ya, nenek.”

“Dan kau adalah gadis yang di pilih cucuku ini sebagai pendampingnya ?”

“Tentu saja, untuk apa aku membawanya kemari jika aku tidak memilihnya,” Romeo menyela.

Tuan Wayne menggeleng. “Kau bahkan belum memperkenalkannya pada kami.”

“Kalian sudah mengenalnya. Dennis sudah mengatakan padaku kalian sudah berkenalan di pesta kejutan yang Dennis buat untuk istrinya, dan kalian berbicara banyak hal di sana. Apa kalian setuju dengan pilihanku ?”

“Tentu saja, kami sangat setuju. Carline adalah gadis yang sangat baik juga pintar, dia seperti Keyra. Kau sepertinya memiliki tipe gadis yang sama dengan Dennis,” sahut nyonya Wayne yang membuat Carline merasa lega.

 

Dia telah mendapatkan restu dari tuan dan nyonya Wayne. Sekarang giliran orang tua Romeo. Carline tidak yakin bisa menghadapi mereka dengan mudah, seperti kakek dan nenek Romeo. Oh ya ampun, bagaimana jika mereka tidak menyukai Carlline ? Bagaimana jika mereka menolak Carline lalu memaksanya meninggalkan Romeo ? Carline tidak akan bisa menghadapi semua itu, jika itu memang benar-benar terjadi.

 

Oh ya Tuhan.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on 26 Mar 2017 in 18+, Novel, True Love Stories

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: