RSS

Agreement of Heart Bab 5

31 Mar

 

 

 

 

Rebecca melangkah memasuki kamar di salah satu hotel mewah. Rebacca membuka pintu kamar itu dan melihat seorang pria paruh baya tengah duduk di sofa dengan minuman di tangannya. Rebecca melangkah masuk kedalam kamar itu kemudian duduk di sofa hadapan pria itu. Dia menyilangkan kakinya dan mengambil minuman yang telah di tuangkan pria itu untuknya lalu menyesapnya.

“Apa sebenarnya yang ingin kau bicarakan ?” tanyanya pada pria paruh baya yang dari tadi hanya menatapnya.

“Aku ingin menawarkan sebuah kesepakatan,” gumam pria itu kemudian menyesap minumannya.

Rebecca menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa, dan menatap pria itu. “Kesepakatan apa ?”

“Sebuah kesepakatan yang bisa membuatmu memiliki Kyle,” ucapan pria itu membuat Rebecca tertarik.

 

Rebecca selalu tertarik pada apapun itu yang bisa membuatnya memiliki Kyle Greener. Sebelum bertemu dengan Kyle Rebecca tidak pernah berpikir untuk memiliki sebuah hubungan romantic bersama pria-pria yang sering menghabiskan waktu bersamanya. Dia hanya memikirkan untuk bersenang-senang bersama para pria itu. Tapi ketika bertemu dengan Kyle dan menghabiskan waktu bersamanya Rebecca mengubah pemikirannya. Bersama Kyle dia memikirkan sebuah kisah romantic hingga dia merencanakan pernikahan itu seorang diri. Kyle sebelumnya menolak untuk menikahinya ketika Rebecca meminta Kyle untuk menikahinya. Tapi Rebecca tidak mempedulikan ucapan Kyle, dan membuat pria itu seolah-olah akan menikahinya. Dia telah melakukan banyak hal untuk membuat Kyle benar-benar menikahinya, tapi sekarang apa yang terjadi ? Kyle meninggalkannya, dan menikah bersama perempuan lain.

“Aku akan membuat Kyle menjadi milikmu, tapi kau harus melakukan satu hal untukku,” pria itu meneguk minumannya hingga habis.

Rebecca menatap pria di hadapannya itu waspada, “Apa itu ?”

“Kau harus membantuku melenyapkan gadis itu,” ujar pria itu tenang, seolah-olah apa yang akan mereka lakukan adalah hal kecil.

“Baiklah,” Rebecca menyetujui kesepakatan itu tanpa berpikir.

 

Menyingkirkan gadis itu dari kehidupan Kyle adalah hal yang paling di inginkannya saat ini. Gadis itu telah membuat Kyle berpaling darinya, gadis itu harus mendapatkan pelajaran karena telah membuat Kyle berpaling. Sekarang dia akan membiarkan gadis itu menikmati kehidupannya bersama Kyle, dan cepat atau lambat dia akan mendapatkan Kylenya kembali, dan hidup bahagia bersamanya.

Rebecca tersenyum membayangkan semua itu kemudian menyesap minumannya.

 

***

 

“Kau kalah lagi Dylan,” Sierra berteriak senang saat berhasil mengalahkan Dylan dalam permainan kartu yang sedang mereka mainkan. Sierra menyambar lipstick yang di dapatkannya dari Marie kemudian menambahkan coretan di wajah tampan Dylan. Dylan sudah kalah berkali-kali darinya hingga mendapatkan begitu banyak coretan lipstick di wajahnya.

“Aku hanya mengalah untuk membuatmu senang,” elak pria itu. Tapi tentu saja Sierra tidak mempercayainya. Dylan tampak tidak bisa bermain kartu.

 

Mereka kembali mengulangi permainan itu. Setelah beberapa hari bersama Dylan, Sierra menjadi sangat akrab dengannya. Dylan adalah pria yang sangat menyenangkan, dia selalu membuat Sierra tertawa lepas dengan lelucon-lelucon yang di buatnya. Sekarang dia tidak merasa bosan lagi ketika Kyle meninggalkannya kekantor. Marie jarang bisa menemaninya karena harus melakukan pekerjaan.

Ketika mereka tengah memulai permainan Kyle tiba-tiba muncul dengan begitu banyak buah di tangannya. Saat melihat Kyle pulang Sierra meninggalkan Dylan.

“Aku tidak mau main lagi,” ujarnya kemudian berdiri dan berjalan mendekati Kyle. Dia memeluk lengan Kyle.

“Kenapa kau pulang di jam seperti ini ? Kau tidak terbiasa pulang di jam seperti ini. Lihatlah karena kau pulang dia jadi mencampakanku,” gerutu Dylan lalu berbaring di lantai.

Sierra tertawa mendengar Dylan mengerutu. “Aku memintanya pulang lebih cepat.”

“Ku pikir dia pulang lebih cepat karena takut aku akan mebawamu kabur,” Dylan lagi-lagi membuat Sierra tertawa keras, dan Kyle meringis karena ucapan sepupunya itu.

“Aku ingin berbicara denganmu. Cuci wajahmu dan temui aku di ruang kerjaku,” gumamnya kemudian menatap Sierra, dan menyerahkan buah yang dia beli untuk Sierra. Dia melepaskan pelukannya di lengan Kyle kemudian mengambil buah itu.

 

Sierra segera membawanya kedapur dan mencucinya hingga bersih. Setelah itu dia menatanya di piring dan membawa sebagian kedalam kamarnya. Dia duduk di ranjang kemudian mengupas jeruk dan memakannya. Sierra masih belum bisa memakan apapun selain buah, jadi Kyle selalu membeli buah untuknya.

 

Setelah merasa kenyang Sierra mencari Kyle di ruang kerjanya. Ketika tiba di ruang kerja Kyle Sierra mendengar Dylan mengatakan sesuatu yang membuatnya dadanya sesak. Pintu ruangan itu tidak benar-benar tertutup sehingga Sierra bisa mendengar apa yang Dylan ucapkan.

“Aku tidak menyangka kau bisa mencintai gadis itu hingga kau rela mengorbankan segalanya. Apa Sierra tahu tentang semua ini ?” tanya Dylan pada Kyle.

“Dia tidak tahu, dan aku tidak ingin dia mengetahuinya,” sahut Kyle.

 

Sierra menutup mulutnya dengan salah satu tangannya. Tidak ingin mendengarkan pembicaraan mereka lebih jauh lagi Sierra segera meninggalkan tempat itu, dan kembali kekamarnya. Dadanya terasa sakit mendengar percakapan kedua pria itu. Kyle mencintai gadis lain, tapi dia membuat perjanjian dengan Sierra kemudian menikahinya, dan membuatnya mengandung anaknya. Kyle bahkan tidak ingin Sierra tahu kalau dia mencintai gadis lain. Gadis itu mungkin gadis yang Marie ceritakan beberapa minggu yang lalu.

 

Dia menutup pintu kamar kemudian melangkah menuju ranjang dan berbaring di sana. Tanpa di inginkan air mata jatuh di pipinya. Mengetahui Kyle mencintai gadis lain menyakitinya.

Mungkinkah Kyle menikahinya karena tidak bisa bersama gadis itu. Lalu bagaimana dia akan membuat Kyle jatuh cinta padanya, dan mempertahankan pernikahannya jika ada gadis lain di hati Kyle ? Adakah harapan untuk dirinya mendapatkan cinta Kyle ? Tapi apa yang bisa di lakukannya untuk membuat Kyle jatuh cinta ? Dia bahkan tidak memiliki pengalaman sedikitpun tentang seorang pria, jadi bagaimana dia bisa membuat Kyle melupakan gadis itu dan membuatnya jatuh cinta pada dirinya ?

 

Kenyataan ini menyakitinya, dan yang lebih menyakitkan lagi dia tidak bisa berbuat apapun. Sierra menangis, menangis hingga dia tertidur, dan terbangun saat matahari telah tenggelam.

 

***

 

Kepala Sierra terasa berdenyut, dan perutnya terasa mual. Dia bangun dan dengan langkah gontai dia berjalan kedalam kamar mandi, dan membuka penutup toilet. Sierra berlutut di depan toilet dan memuntahkan semua isi perutnya.

Setelah merasa lebih baik Sierra menyiram toilet kemudian menutupnya. Tubuhnya terasa sangat lemas hingga dia tidak mampu berdiri. Dia berpikir semua ini akan berakhir setelah beberapa hari ini dia tidak pernah merasakan semua ini lagi.

 

“Sierra,” terdengar suara berat Kyle memanggilnya dari luar. Sierra tidak menjawab panggilan itu karena tenaganya telah habis. Dia mencoba berdiri tapi masih tidak bisa.

Kyle muncul di depan pintu kamar mandi dan segera mendekatinya. “Kau kenapa ?”

Sierra menggeleng masih tidak mampu untuk menjawabnya. Kyle berlutut di hadapannya kemudian mengangkat Sierra dengan begitu mudah. Pria itu membawanya keluar dari kamar dan membaringkannya di ranjang.

 

Kyle menuang air kedalam gelas kemudian membantu Sierra meminumnya.  “Apa kau muntah-muntah lagi ?”

“Ya,” sahut Sierra pada akhirnya.

“Matamu telihat seperti kau telah menagis,” ujar Kyle.

“Aku sedang hamil, jadi suasana hatiku tidak menentu,” gumamnya tidak sepenuhnya berbohong.

Kyle menghela nafas kemudian meletakan gelas itu di atas nakas. Pria itu lalu berbaring di sampingnya, dan memeluknya sehingga Sierra bisa menghirup aroma tubuh Kyle yang selalu di sukainya. Dia ingin terus seperti ini selamanya, tapi cepat atau lambat semua ini akan berakhir.

 

Pria itu mengusap punggung Sierra dengan lembut, membuat Sierra merasa nyaman. Dia juga merasakan Kyle menempelkan bibirnya di dahinya.

“Kyle,” Sierra menyebut namanya dengan suara lemah.

“Hmmm.…” sahut Kyle.

“Apakah, apakah pernikahan kita akan berakhir setelah anak kita lahir ?”

“Itulah kenapa kau harus membaca semua surat perjanjian itu sebelum menanda tanganinya,” Kyle mengakat dagu Sierra dengan telunjuknya sehingga dia bisa melihat mata indah suaminya. “Tidak akan ada perceraian, Sierra. Pernikahan bukanlah permainan anak kecil yang bisaku akhiri begitu saja. Bagiku pernikahan adalah perjanjian untuk seumur hidup.”

 

Jawaban Kyle membuatnya merasa sedikit lega, dan dia merasa tidak percaya Kyle mengatakan kalimat yang terakhir, mengingat bagaimana perilaku Kyle selama ini pada dirinya. Sebelum mengetahui tentang kehamilannya Kyle bersikap seperti tidak peduli pada dirinya. Tapi jika benar pernikahan ini tidak akan pernah berakhir seperti yang Kyle katakan bisakah Kyle mencintainya sebagai istrinya ? Bisakah dia melupakan gadis itu dan memberikan seluruh cintanya untuk Sierra ?

“Bisakah suatu hari nanti kau mencintaiku ?” Sierra terkejut dengan pertanyaan yang keluar dari mulutnya sendiri. Dia tidak percaya benar-benar mengucapkan pertanyaan itu.

“Mungkin saja, dan kau ? Apa kau bisa mencintaiku ?” Kyle balik bertanya.

 

Sierra memeluk Kyle dan menengelamkan wajahnya di dada bidang pria itu. Mungkin bukanlah jawaban yang Sierra inginkan. Dia membutuhkan jawaban yang lebih dari kata mungkin, tapi untuk saat ini jawaban mungkin sudah cukup untuknya.

“Ya,” sahutnya yakin tanpa keraguan.

“Kau terdengar begitu yakin,” gumam Kyle.

 

Sierra tidak menjawab, dia hanya mengeratkan pelukannya di tubuh suaminya. Dia sangat yakin dengan yang di katakannya jadi dia tidak perlu menjawabnya. Dia yakin bisa dengan mudah mencintai Kyle.

Kyle sekali lagi menekan ciuman di dahinya. “Sebenarnya ayahmu memintaku membawamu makan malam kerumahnya, tapi karena kau seperti ini sebaiknya aku batalkan saja.”

“Tidak, aku ingin pergi kesana. Aku sudah lama tidak pulang,” ujarnya.

“Kau yakin ?” Kyle menyingkirkan helaian rambut di wajah Sierra.

Sierra mengangguk, dan memaksakan dirinya tersenyum. Kyle tampak tengah berpikir, tapi lalu dia mengangguk.

“Baiklah, tapi kau harus memakan buahmu agar kau memiliki tenaga,” ujar Kyle penuh perhatian. Sierra lagi-lagi hanya mengangguk. Kyle kembali mencium dahinya sebelum akhirnya pergi kedalam kamar mandi.

 

Dengan susah payah Sierra bangun dan bersandar di kepala ranjang. Dia lalu mengambil buah yang di bawakan Kyle siang tadi. Karena ingin pergi kerumah ayahnya Sierra memaksakan diri menghabiskan buah itu. Dia sangat merindukan tempat itu karena sudah hampir sebulan tidak kesana. Setelah menghabiskan buah itu dia berusaha bangun dan dengan bersusah payah dia berjalan menuju lemari kemudian mengambil gaun yang akan dia kenakan juga pakaian untuk Kyle.

 

***

 

 

Kyle dan Sierra pergi kerumah Alex setelah mereka selesai bersiap-siap. Mereka juga mengajak Dylan bersama mereka. Sierra tampak benar-benar senang Kyle mengajaknya kerumah ayahnya.

Setelah tiga puluh menit akhirnya mereka tiba di sana. Sierra segera turun dari mobil dan berlari masuk kedalam rumah.

“Dia seperti anak kecil,” komentar Dylan lalu keluar dari mobil.

Kyle menyusulnya keluar dari mobil. “Sierra memang masih kecil.”

“Kau menghamili anak kecil,” gumam Dylan yang membuat Kyle meringis.

Dylan terkekeh kemudian mereka menyusul Sierra masuk kedalam rumah itu. Setelah mereka berada di dalam Alex mengajak mereka kehalaman belakang karena akan membuat BBQ di sana. Salah seorang teman Sierra yang bernama George juga ikut bergabung bersama mereka. George tampak tidak menyukainya. Pria itu mencintai Sierra, dan Kyle adalah orang yang membuat Sierra menjauh darinya jadi tentu saja George tidak menyukainya.

 

Sierra tampak menikmati semua yang mereka lakukan, dan istrinya itu makan dengan lahap. Kyle merasa lega melihat Sierra akhirnya bisa memakan sesuatu tanpa muntah-muntah. Sepertinya Kyle harus sering membawanya kesana agar dia bisa makan dengan lahap seperti saat ini.

Kyle menyuapi Sierra sosis bakar yang langsung di lahap. “Melihatmu makan seperti itu membuatku berpikir untuk membawamu kesini lebih sering lagi.”

“Benarkah ?” tanya Sierra tampak gembira.

Kyle mengangguk yang membuat Sierra memeluknya dan mencium pipirnya. Kyle terkejut dengan yang di lakukan istrinya itu. Dia benar-benar tidak menyangka Sierra berani melakukan semua itu di depan banyak orang.

 

“Ayolah Sierra, jangan membuat kami iri,” ujar Dylan yang membuat kedua pipi Sierra memerah.

Kyle melempari sepupunya itu dengan apel di hadapannya yang langsung di tangkap oleh Dylan. Sepupunya itu mengedipkan sebelah matanya lalu menggigit apel itu.

“Kapan orang tuamu akan kembali George ?” tanya Alex pada pemuda yang dari tadi hanya diem.

“Dua hari lagi paman,” sahut George tampak tidak bersemangat.

“Aku mengantuk,” bisik Sierra di telinga Kyle.

Semenjak hamil Sierra memang selalu tidur lebih awal dari biasanya. “Baiklah, kalau begitu kita pulang.”

“Kenapa kita tidak menginap saja ? Biarkan Dylan pulang sendiri,” gumamnya.

“Yeah, aku akan pulang tapi tidak sendiri. Aku akan membawa ayahmu bersamaku sehingga kalian bisa berbulan madu kedua di sini,” Dylan menyandarkan tubuhnya di kursi kemudian menggigit apel yang Kyle gunakan untuk melemparnya. “Kalian hanya berdua saja di sini jadi kalian bebas untuk melakukan apapun.”

 

Ucapan Dylan membuat George tersedak makananya. Alex yang duduk di sampinganya segera memberikan air pada pria itu, dan menepuk-nepuk punggungnya pelan. Sierra menarik-narik tangannya yang membuat perhatian Kyle kembali tertuju pada Sierra. Sierra sedang hamil dan suasana hatinya mudah berubah-ubah. Dokter mengatakan padanya agar Kyle selalu menjaga suasana hatinya tetap baik, dan beberapa hari ini suasana hati Sierra tampaknya tidak baik. Kyle berpikir dengan menuruti keinginannya untuk tinggal malam ini akan membuatnya menjadi lebih baik.

“Baiklah, kita menginap di sini,” ujar Kyle yang membuat senyum muncul di bibirnya.

“Kalau begitu aku akan menyiapkan kamar untuk kalian,” Alex berdiri dan hendak melangkah masuk kedalam namun Sierra menghentikannya.

“Biar aku saja,” serunya sebelum akhirnya berlari masuk kedalam rumah.

“Kau yakin ?” tanya Dylan tampak tidak percaya Kyle menyetujui keinginan Sierra.

 

Kyle mengangguk kemudian melempar kunci mobil padanya. Ada Alex di sini dan dia juga membawa beberapa pengawal jadi dia tidak perlu  mengkhawatirkan apapun. Marco tidak akan mau mengambil resiko dengan membahayakan mereka di sana. Alex adalah kepala pengawalnya dan Sierra tidak mengetahui tentang itu. Selama ini Alex hanya mengatakan bahwa dirinya bekerja sebagai orang kepercayaan Kyle. Hingga saat ini Sierra masih belum tahu apa sebenarnya pekerjaan ayahnya.

 

Setelah Sierra masuk kedalam rumah Geroge berpamitan untuk pulang, lalu mereka bertiga mulai membicarakan sesuatu hal yang sangat penting. Setelah hampir cukup larut Dylan kembali kerumah Kyle, dan Kyle masuk kedalam kamar Sierra. Saat masuk kedalam kamar dia menemukan istrinya telah mengganti gaunnya dengan piamanya yang dulu. Kyle menutup pintu kamarnya dan menguncinya. Dia lalu melepas jaket dan kemeja yang di kenakannya kemudian berbaring di samping istrinya. Kyle menariknya lebih dekat dan memeluknya. Dia lalu menyusul Sierra kealam mimpi.

 

***

 

Ketika terbangun dari tidurnya Sierra sempat bingung karena tiba-tiba berada di kamarnya. Tapi lalu dia mengingat semalam dia mengajak Kyle menginap di sana. Suaminya itu masih terlelap di sampingnya dengan tangan melingkar di tubuhnya. Sierra tersenyum kemudian menghirup aroma tubuh suaminya yang akhir-akhir ini menjadi hobinya. Kyle hanya mengenakan celananya saat tidur sehingga dia bisa menghirup aroma tubuh pria itu tanpa penghalang. Tubuh Kyle benar-benar indah, bahkan lebih indah dari pria model pakaian dalam yang pernah di perlihatkan temannya.

 

Tatapannya lalu tertuju pada bibir menggoda Kyle. Sierra kembali melakukan aksinya yang tertunda beberapa hari yang lalu karena kedatangan Dylan. Dia memejamkan mata kemudian menunduk dan menempelkan bibirnya di bibir Kyle. Sierra hanya menempelkan bibirnya, tapi tiba-tiba saja dia merasakan bibir Kyle bergerak dan tangannya melingkari tubuhnya. Dia membuka matanya dan melihat Kyle tengah menatapnya.

 

Sierra hendak menarik dirinya namun Kyle menahannya. Tanpa melepas ciuman mereka Kyle mengubah posisi hingga kini Sierra berada di bawah. Kyle memangut bibir Sierra dan menggigit bibir bawanya yang membuatnya mengerang. Ciuman itu membangkitkan gairah Sierra. Dia melingkatkan tangannya di leher suaminya dan meremas rambutnya dengan lembut. Sierra menarik salah satu tangannya lalu meraba dada bidang Kyle yang membuat pria itu menghentikan ciumannya. Sierra merasa kehilangan ketika Kyle menjauh darinya.

 

“Kyle ak….” Sierra hendak memprotes namun Kyle menghentikannya dengan mengecup bibirnya.

“Kita tidak bisa melakukannya di sini. Ayahmu bisa mendengar kita,” gumam Kyle serak.

“Tapi aku ingin bercinta sekarang,” Sierra merengek seperti anak kecil yang menginginkan sesuatu. Bukannya marah dengan tingkah Sierra, Kyle malah tersenyum. Pria itu mengusap pipi Sierra dengan punggung tangannya.

“Begitu juga denganku. Aku ingin bercinta denganmu dan membuatmu menjerit menyebutkan namaku, tapi tidak di sini, di rumah ayahmu,” ucapan Kyle membuat milik Sierra semakin basah. Oh ya ampun, dia benar-benar ingin merasakan Kyle berada di dalam dirinya, dan dia ingin merasakannya sekarang juga.

Sierra menggenggam tangan Kyle yang masih mengusap pipinya kemudian meletakannya di atas dadanya untuk membuat Kyle kehilangan kendali. Tapi apa yang di lakukannya tidak berhasil. Kyle menarik tangannya lalu mencium dahinya.

 

“Lebih baik kau bangun dan mandi agar kita bisa segera pulang,” Kyle berdiri kemudian mengambil kemejanya, dan mengenakannya. Pria itu lalu keluar dari kamar yang membuat Sierra merasa sangat kecewa.

Dengan kesal dia bangun dari ranjang, dan masuk kedalam kamar mandi. Sierra mandi dengan cepat dan kembali mengenakan gaun yang di kenakan semalam. Dia keluar dari kamarnya dan menemukan suami dan ayahnya tengah berbicara di ruang makan. Seorang pelayan tengah menyiapkan makanan untuk mereka. Semenjak dia menikah ayahnya membayar seorang pelayan untuk mengurusnya.

 

Sierra duduk di samping Kyle dan dengan kesal dia mengambil roti di atas meja kemudian memakannya.

“Kau kenapa ?” tanya ayahnya.

“Aku baik-baik saja,” gumamnya kesal.

Ayahnya menatap Kyle yang hanya mengangkat alisnya. Sierra memakan dua lembar roti kemudian meminum jus jerut yang telah di siapkan pelayan itu untuk dirinya. Dia meminum jus itu hingga habis kemudian berdiri. “Aku sudah selesai. Ayo kita pulang.”

Kyle menyesap kopinya kemudian berdiri, dan tanpa mengatakan apapun dia melangkah menuju kamarnya, dan keluar dengan membawa jaketnya. Ayahnya hanya diam menatapnya bingung.

 

“Kami harus pulang Alex. Terima kasih untuk semuanya,” ujar Kyle.

Sierra mendekati ayahnya dan mencium pipinya kemudian berjalan mendekati Kyle. Mereka lalu keluar dari rumah itu. Sebuah mobil mewah telah terparkir di halaman rumahnya, dan seorang pria yang berusia lebih muda dari ayahnya turun kemudian membuka pintu untuk mereka. Sierra masuk kedalam mobil itu di ikuti Kyle dan duduk di sampingnya. Pria itu lalu menutup pintu.

“Jangan katakan kau ingin segera pulang agar kau bisa segera bercinta denganku,” gumam Kyle pelan.

Sierra hanya menatapnya jengkel. Pria itu masuk kedalam mobil kemudian menyalakan mesin, dan membawa mereka pergi dari tempat itu. Dalam perjalanan Sierra hanya diam menatap keluar jendela, namun lama kelamaan dia merasa pusing. Dia bergeser lebih dekat pada Kyle kemudian meletakan kepalanya di dada bidang suaminya itu.

 

“Aku pikir kau sedang marah padaku,” Kyle begumam di atas kepalanya.

Sierra tidak menjawab. Dia memang marah pada Kyle karena menolak ajakannya untuk bercinta. Tapi kepalanya terasa pusing karena terus melihat keluar, dan tidak ada tempat yang paling nyaman untuk tempat bersandar selain di dada bidang Kyle.

Kyle memeluknya dengan sebelah tangannya dan mengusap punggungnya dengan lembut, dan tangannya yang lain di gunakannya untuk memeriksa email di ponselnya. Selama tiga puluh menit dalam perjalanan Sierra tidak mengatakan apapun pada Kyle. Dia hanya terdiam menikmati aroma tubuh Kyle.

 

Setelah tiba di rumah Sierra langsung membuka pintu mobil dan keluar sebelum sang supir membuka pintu untuk mereka. Dia berjalan masuk kedalam rumah meninggalkan Kyle di belakang. Karena berjalan dengan cepat Sierra hampir menabrak Dylan yang baru saja berjalan keluar ke teras.

“Wow, kau harus memperhatikan jalanmu, sayang,” ujar Dylan memegang erat mangkuk yang ada di tangannya agar sereal yang ada di dalamnya tidak terjatuh.

“Maaf aku tidak melihatmu,” gumamnya kemudian masuk kedalam rumah.

Dia berjalan kedapur dan mengambil buah di dalam kulkas. Hanya memakan dua lembar roti tidak membuatnya merasa kenyang. Sierra mengambil sebuah apel dari dalam kulkas kemudian membuat susu untuk dirinya sendiri. Dia tidak begitu menyukai susu, tapi Kyle mengatakan susu sangat baik untuk perempuan hamil, jadi dia mulai membiasakan diri meminum susu.

“Nyonya saya bisa membuatnya untuk anda,” ujar pelayan ketika melihatnya mengabil gelas.

“Aku bisa melakukannya sendiri. Lagipula kau tidak tahu seleraku,” bentaknya pada pelayan itu.

 

Sierra tidak bermaksud berbicara dengan kasar pada pelayan itu. Kekesalannya pada Kyle membuatnya membentak semua orang yang mengajaknya berbicara. Setelah selesai membuat susu, Sierra meninggalkan dapur itu dan menyusul Dylan di teras.

“Kau harus merayunya dengan memberikan cokelat atau mungkin mainan,” Dylan lalu tertawa karena ucapan sendiri.

“Sierra mungkin akan mencekikmu jika dia mendengarkan apa yang kau katakan,” Kyle mengeram.

 

Sierra berjalan mendekati mereka. Dylan sontak menghentikan tawanya dan tersenyum padanya seolah-olah dia tidak melakukan kesalahan. Sierra meletakan susunya di atas meja dan karena dia tidak memiliki tempat duduk, dia duduk di pangkuan Kyle.

Dia melihat Dylan tampak menahan tawanya. Sierra memelototinya kemudian memakan apel yang di pegangnya. Kyle memeluk pinggangnya dan mencium bahunya.

“Aku harus mandi, lalu setelah itu pergi kekantor,” Kyle mengatakan itu dengan sangat hati-hati.

“Jadi kau pulang tanpa mandi tuan Greener,” Dylan kemudian tertawa terbahak yang membuatnya mendapatkan tatapan tajam dari Kyle.

Sierra berdiri membiarkan Kyle bangun kemudian menghabiskan susunya, dan menyusul Kyle kekamar mereka.

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on 31 Mar 2017 in 18+, Novel

 

Tags:

One response to “Agreement of Heart Bab 5

  1. Eliana

    31 Mar 2017 at 5:35 pm

    Sipa yg Kyle cintai??? Sierra atau cewe lain??? Penasaran

    Like

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: